Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 15 Juni 2007
TTS ( Taat, Tawaduk, Sabar ). Mendekatkan diri pada Allah Swt merupakan suatu keharusan yang mutlak bagi seorang muslim / muslimah kapanpun, dengan cara apapun dan dimanapun. Beberapa hal yang urgent dilakukan untuk memuluskan jalannya, yang harus dilakukan antara lain, dengan selalu membersihkan jiwa dari penyakit hati seperti hasad, iri, dengki, egois dsb. Kesucian hanya miliki Allah, orang-orang yang suci hati dan pikiranya akan selalu berusaha mendekatkan diri pada-Nya. Namun, masih banyak dari umat Islam yang belum juga merasa terpanggil hatinya untuk mengenal Allah lebih dekat, melalui apa-apa yang menjadi suruhan-Nya. Kecendrungan melakukan dosa dan maksiat sangat menjadi penghalang antara manusia dengan Khalik. Jelasnya, kedekatan Allah pada seorang hamba tergantung sekali akan kedekatan hamba tersebut pada Allah, dan sebaliknya Allah sebagai pemilik mutlak alam raya beserta isinya ini akan sangat jauh sekali apabila manusia itu berlaku apatis, acuh tak acuh, suka membantah terhadap seruan-Nya.
Read more…
Bencana Pengingkaran Terhadap Petunjuk Allah SWT. Bencana senantiasa menghadang, ia datang tanpa diduga-duga. Bencana dapat menimpa individu seperti kecelakaan lalu lintas, bersifat lokal gempa bumi dan lain-lain dan bersifat internasional mewabahnya penyakit AIDS dan Narkoba disebut pil setan, membikin seseorang menjadi pengkhayal mengantang asap menghitunh bintang dilangit, kehilangan arah hidup sesungguhnya, sebagai hamba Allah SWT. Menurut ajaran Islam bencana terjadi bila manusia tidak lagi mengindahkan peraturan dan petunjuk Allah SWT. Bentuk pengingkaran manusia terhadap petunjuk Allah SWT itu bermacam-macam ,Pertama, nafsu serakah, kedua gemar berbuat maksiat dan dosa. Ketiga, menyelewengkan amanat. Keempat mejauhkan diri dari ulama. Kelima mencintai dunia di atas segala-galanya. Nafsu serakah dalam mengeksploitasi alam. Hutan-hutan ditebang secara berlebihan. Gunumg-gunung digunduli. Binatang-binatang dibunuh untuk diambil kulitnya atau anggota tubuh lainnya. Pabrik-pabrik dibangun tanpa dilengkapi dengan pengolahan limbah yang memadai.Akibatnya udara tercemar, laut menjadi kotor dan seungai jadi kotor keruh. Banjir melanda ketika musim hujan. Musim kemarau terasa lebih menyengat. Berbagai penyakit pun bermunculan. Allah menjelaskan : “ Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut dari sebab perbuatan tangan manusia “. (Q.S. Ar-Rum : 41).
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 20 Juni 2008
Menjaga Kejernihan Hati. Orang yang mensucikan diri. “…. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya itu, dan sungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Q.S. Asy-Syams :9-10). Bagi oang yang mau mengamati penyebab kotornya diri yang aslinya fitri (suci) adalah kotoran ibarat debu mengelilingi dimana sedang berada dalam rumaha-rumah ibadat sekalipun contoh Barsyisyah kejahatan berawal dari rumah ibadah. Barsyisyah seorang tekun beribadah. Di masjid siang malam dia melakukan ibadah hingga dia tahan selama 15 hari tanpa makan dan minum. Menurut riwayat ibadah dikerjakannya ibadah zikir kepada Allah SWT, dan shalat, iblis terkutuk menghampiri Barsyisyah. Iblis seakan-akan beribadah pula dibuatnya jangka waktu 20 hari lima hari lebih dari Barsyisyah. Barsyisyah bertanya kepada iblis menyerupai manusia itu. Apa resepnya kamu beribadah lebih dari saya? Jawab iblis itu sebelum saya melakukan ibadah ini saya terlebih dahulu berzina dan membunuh seseorang, akhirnya Barsyisyah memenuhi kehendak iblis jadi pembunuh dan berzina. Ibadah selama dikerjakan barsyisyah di tolak Allah SWT.
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 15 Juni 2007
Manfaat Besar Dzikrul Maut. Diceritakan dalam suatu hadis “ketika Allah beriradat mencabut roh seseorang mukmin maka, datanglah seorang malaikat maut (Izrail) dari arah mulutnya untuk melaksanakan iradat Allah tadi, lalu keluarlah zikir dan berkata : Tiada jalan bagimu dari arah ini, sebab zikir pada Allah selalu melintasi mulut ini. Maka, malaikat maut berpindah kearah tangan, namun tangan orang mukmin itupun menolak, sebab ia selalu dipakai untuk mengulurkan sedekah, menyayangi anak yatim, menulis ilmu pengetahuan dan mengangkat senjata kemedan juang membela agama Allah. Selanjutnya malaikat maut melirik kakinya, namun apa daya kaki juga menolak, alasanya kaki sering digunakan untuk berjalan menghadiri shalat berjamaah, shalat jumat, pertemuan majelis taklim, wirid malam dsb. Begitu juga telinganya sering dipakai untuk mendengarkan bacaan Al Quran, mendengarkan nasehat-nasehat soal kebaikan dsb. Akhirnya malaikat maut ingin mencabut rohnya dari arah mata, namun mata juga menolak, alasanya selalu dipakai untuk memperhatikan dan mengamati kebesaran Allah, melihat kitab-kitab Allah dan pandangan-pandangan baik lainya. (Duratun Nasihin).
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 04 M e i 2007
Kerja dan Harga Diri. Allah Swt berfirman “. Sesungguhnya Kami telah menetapkan kamu sekalian dimuka bumi dan Kami adakan bagimu dimuka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur “. ( Qs Al A’raf – 10 ). Firman Allah diatas menerangkan bahwa bumi dan isinya ini adalah mutlak milik Allah. Menjadi suatu keharusan pula untuk mengekslorasinya, memanfaatkannya, dan mengolahnya sedemikian rupa, bukan malah sebaliknya, mengeksploitasinya tanpa ada batasan, memusnahkannya, sehingga isi hutan habis dibabat oleh para badut-badut serakah, yang berimbas pada labil bahkan rusaknya ekosistim dari tatanan alam yang sudah ada yang sering membawa semua jenis makhluk hidup pada kesengsaraan akibat longsor. Banjir bahkan banjir itu datang bukan lagi berbentuk air tok, tapi sudah bercampur dengan lumpur panas yang menenggelamkan mata pencaharian sampai pada pemukiman penduduk diseberang pulau sana. Itulah akibat dari memperturutkan hawa nafsu dan kerakusan manusia, mereka memang benar-benar sudah buta untuk mensyukuri nikmat Allah, bahkan niat untuk melestariakan alam beserta isinya ini tak pernah singgah dalam hati walau sedetikpun.
Read more…