Evaluasi Keimanan. Umar bin Khatab pernah berkata.” Kemarilah wahai saudaraku kita menambah keimanan. Muaz bin jabal pernah juga berujar. Duduklah bersama kami, kita memperbaharui keimanan sejenak. Al Qamah bin Qais an Nakhai, seorang tabiin yang wafat tahun 62 H, sering mengajak sahabat – sahabat dekatnya berdiskusi dalam rangka menambah keimanan.
Ajakan dan seruan dari para sahabat Rasulullah Saw diatas, menandakan bahwa iman bagi seorang muslim mempunyai kedudukan tinggi. Oleh karena itu para sahabat tersebut selalu bersungguh – sungguh didalam menjaga keimanan mereka pada Allah Swt. Abdurahman bin amr – al Auza’i, juga pernah ditanyai perihal keimanan ini, apakah bisa bertambah atau bisa berkurang. Beliau menjawab jelas bisa bertambah sampai setinggi gunung, namun juga bisa berkurang sampai habis tak tersisa sedikitpun.
Read more…
Merangkai Perilaku Terpuji. Yang paling berperan dalam diri manusia untuk mengendalikan setiap gerak – geriknya adalah pikiran dan hati, bersinerginya kedua unsur akan melahirkan komitmen / prinsip. Namun, tidak tertutup kemungkinan antara pikiran dan hati sudah tidak bisa disatukan lain yang terpikirkan lain pula yang ada dihati, sehingga apa – apa yang diucapkan mulut hanya sekedar berita dan kabar kosong belaka ( munafik ). Dengan pikiran, manusia bisa terbang lebih tinggi dari burung dan sanggup menyelam lebih dalam dari ikan. Itulah pikiran dan hati sebagai penyaring dari segala rencana manusia. Banyak sudah bentuk kerusakan sampai memakan korban jiwa dan materi yang tidak terhingga itu semua bersumber dari pikiran dan tanpa ada hati nurani.
Read more…
PHK Momok Paling Menakutkan. “Hikmah adalah barang hilang orang mukmin, dimana ia menemukannya, maka ialah orang yang paling berhak memilikinya.” ( Hadis Rasulullah Saw )
Didalam kehidupan ini, setiap orang pasti akan selalu dihadapkan pada berbagai masalah dan persoalan. Mulai dari masalah keluarga, urusan pekerjaan, urusan perut dan masalah – masalah lainya. Namun yang perlu diingat bahwa setiap masalah yang datang bak deburan ombak sekalipun, bukan untuk dihindari, tapi adalah untuk dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya secara sportif, adil dan bijaksana. Kunci pertama yang harus dipunyai didalam menyelesaikan suatu perkara atau masalah adalah kemauan yang kuat disamping ilmu terutama ilmu tentang masalah yang sedang dihadapi.
Read more…
Jauhi Si Perusak Amal. “Allah Swt berfirman dalam Qs Al Qiamah ayat 13 – 15 “Dikabarkan ketika itu kepada umat manusia amal perbuatan yang dilakukan dahulu dan yang kemudian, bahkan manusia diangkat menjadi saksi atas dirinya sendiri, sekalipun ia kemukakan berbagai alasan “. Memahami sepotong firman Allah diatas yang berkorelasi dengan amal ibadah manusia maksudnya disini adalah, amal perbuatan yang tidak perlu diungkapkan, dinampakkan atau dipamerkan pada orang lain, selain Allah dan dirinya sendiri yang mengetahui. Karena, dirinya sendirilah nantinya yang berperan sebagai hujjah atau saksi. Maka, kunci utama yang harus selalu dipegang oleh seorang muslim / muslimah adalah beramallah secara jujur, ikhlas dan penuh kesungguhan sebagai pemenuhan tuntutan hati nurani manusia Islam.
Read more…
Wujud Ajaran Tauhid. “Sebaik – baiknya manusia adalah yang selalu memberi manfaat kepada manusia lain “ .( HR. Muttafagun Alaih ). Sebagai manusia Islam yang baik, mengerti dan senantiasa mempergunakan akalnya, apa – apa yang dilarang agama bagaimanapun situasi dan kondisinya harus ditinggalkan mengantinya dengan berbagai bentuk suruhan yang datangnya dari Allah Swt, menurut kemampuan yang kita miliki dan terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Salah satu dari sekian banyak perintah Allah tersebut yang harus mendapatkan perhatian serius dari setiap pribadi muslim adalah menumbuhkan sikap rela berkorban dalam wujud tolong – menolong, terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan. Pertolongan dalam wujud pengorbanan minimal yang bisa kita berikan adalah dalam bentuk doa yang tulus, memberikan ilmu yang bermanfaat, nasehat yang berguna dsb. Allah sangat menyukai orang – orang yang rela berkorban dan mau menolong sesama. “ Allah itu senantiasa menolong hambanya selagi hambanya itu menolong saudaranya.” ( HR. As Shaikhan ).
Read more…