Jangan Suka Menggunjing

By Martias Oyonk on Friday, July 23, 2010
Filled Under: Penyakit-Penyakit Hati

Jangan Suka Menggunjing – Islam sebagai agama damai sangat mengutamakan dan sangat menghargai akan nilai dan eksistensi dari keberadaan manusia dipermukaan bumi ini. Allah sangat memuliakan manusia selama manusia itu tetap berada dalam jalur kebenaran yang diperintahkan-Nya. Sebakiknya, kalau manusia itu suka ingkar, merendahkan martabat sesamanya dan melakukan sikap yang mengarah pada pelecehan atau penghinaan terhadap kedudukan mulia yang telah diberikan-Nya itu.

Read more…

Jujurlah Pada Hatimu

By Martias Oyonk on Wednesday, February 17, 2010
Filled Under: Penyakit-Penyakit Hati

Jujurlah Pada Hatimu. Pada hakekatnya manusia itu senantiasa dituntut untuk selalu mendayagunakan akal budinya demi terciptanya ketentraman, kedamaian, kebahagiaan dan kebaikan. Baik atau kebaikan adalah salah satu sarana untuk melahirkan kebahagiaan,kebenaran dan keadilan hidup bermasyarakat dan beragama dalam wadah keimanan dan  keislaman yang murni.

Hal ini akan terwujud secara baik apabila sebongkah daging  yang ada dalam tubuh setiap manusia tidak dikotori dan dinodai oleh berbagai macam penyakit yang biasa disebut dengan penyakit hati.

Read more…

Kroposnya Bangunan Iman Melemahkan Denyut Nadi Kehidupan

Kroposnya Bangunan Iman Melemahkan Denyut Nadi Kehidupan. Iman dan Takwa telah dibangun diawali semenjak umur mukalaf (baligh) dan ditunjang lingkungan yang kondusif terutama dilingkungan rumah tangga seperti kesalehan dari kedua orang tua. Pada perjalanan hidup itu sendiri tidak tetap tetapi mengalami perubahan disetiap diri seseorang muslim. Rasulullah SAW. Bersabda : “ dan mengisyaratkan bahwa Iman itu YAZIIDU WA YANGUS (naik turun) karenanya Rasulullah SAW. Mewanti-wanti umatnya agar senantiasa menjaga stabilitas Iman dengan taubat, mengakui atas kesalahan yang dilakukan. Para sahabat mengerti dan sangat memahami terhadap pesan-pesan tersebut sehingga membekas dalam hati mereka yakni selalu saja terbetik kekhawatiran akan kekurangan Iman. Padahal telah jelas bahwa merekalah (sahabat) generasi penerus yang utama dan pertama. Hal ini menedakan bahwa bertambah dan berkurangnya Iman sangat menentukan perjalanan menuju kehidupan yang hakiki akhirat.

Read more…

Yang Menuai, Yang Menanam

Yang Menuai, Yang Menanam. Pada hakekatnya manusia itu senantiasa dituntut untuk selalu mendayagunakan akal budinya demi terciptanya ketentraman, kedamaian, kebahagiaan dan kebaikan. Baik atau kebaikan adalah salah satu sarana untuk melahirkan kebahagiaan, kebenaran dan keadilan hidup bermasyarakat dan beragama dalam wadah keimanan dan keislaman yang murni. Hal ini akan terwujud secara baik apabila sebongkah daging yang ada dalam tubuh setiap manusia tidak dikotori dan dinodai oleh berbagai macam penyakit yang biasa disebut dengan penyakit hati. Rasulullah Saw bersabda.”Bahwa didalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik. Maka segala kebaikan, kedermawanan, kehalusan budi dsb akan memancar dari dalam diri orang tersebut. Tetapi kalau gumpalan daging itu buruk, rusak, maka jelas segala keburukan yang berimbas pada kerusakan dalam berbagai bentuk, hidup dalam bermasyarakat akan sulit untuk dielakan. Segumpal atau sebongkah daging itulah yang yang beliau sebut dengan “Hati”. Jelas menjauhkan hati tersebut dari aneka penyakit hati merupakan keharusan mutlak demi selamatnya amalan yang telah diperbuat untuk Allah semata

Read more…

Mukzizat Al-Quran

Mukzizat Al-Quran. Menurut Al-Quran terjemahan yang diterbitkan deperteman agama Republik Indonesia tahun 1971 dan edisi baru tahun revisi terjemahan tahun 1989 menyampaikan bahwa Al-Quran itu adalah “ Kalam Allah swt yang merupakan mukziziat yang diturunkan ( diwahyukan ) kepada nabi Muhammad saw yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatatir serta membacanya adalah ibadah “, sehingga kalam Allah swt yang diturunkan kepada nabi-nabi selain nabi Muhammad saw tidak dinyatakan sebagai Al-Quran.
Read more…