![]() |
Post Page Rank |
Musuh Terbesar Manusia Dalam Islam. “Dalam kiprahnya ketika manusia mengelola dan merawat bumi serta mengatur kehidupan agar damai dan sejahtera, manusia itu senantiasa menghadapi rintangan dan godaan dari mahkluk Allah yang terlaknat yang bernama Syaitan dan Iblis agar tersesat kejalan yang di murkai Allah Swt untuk menemaninya di dalam neraka jahanam kelak. Hal ini menjadi prioritas utama dari syaitan karena mereka memahami bahwa manusia merupakan mahkluk yang lemah dan mudah di pengaruhi, sehingga selalu mencari kekuatan yang dapat melindunginya. Dalam sejarah kehidupan manusia sejak dari Nabi Adam dan Siti Hawa sampai sekarang semakin tampak kenyataanya bahwa dalam mencari pertolongan dan perlindungan, di antaranya ada manusia yang mendapatkan petunjuk dari Allah. Disamping tidak terhitung pula jumlahnya yang tertipu dan di sesatkan oleh syaitan dan kroni-kroninya. Hal ini terjadi secara garis besarnya sejak syaitan di usir dari sorga akibat kesombongan dengan sumpahnya yang di benarkan Allah.
Seperti yang di firmankan Allah dalam Qs Al A’raaf –13-18 “ Allah berfirman turunlah kamu dari sorga itu karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina. Iblis menjawab “ Beri tangguhlah saya sampai mereka di bangkitkan. Allah berfirman sesungguhnya kamu termasuk orang yang di beri tangguh. Iblis menjawab “karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan ( menghalang-halangi ) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka , dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur ( taat ). Allah berfirman keluarlah kamu dari dalam sorga itu sebagai makhluk terhina dan terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu benar-benar Aku akan mengisi neraka jahanam dengan kamu semua.
Perjanjian Allah dengan makhluk terkutuk ( Iblis &Syaitan ) dan orang-orang yang menjerumuskan diri mengikiti langkah-langkahnya, seperti yang terdapat dalam ayat di atas, hendaknya selalu menjadi pedoman dan pegangan bagi manusia khususnya manusia islam. Bahwa syaitan & Iblis itu benar-benar musuh gaib yang nyata bagi umat manusia. Dengan berbagai cara syaitan akan berupaya bagaikan jarum jam tiada akan berhenti menjerumuskan umat manusia sampai di laknat dan di benci Allah sama seperti dirinya. Masalahnya Iblis & Syaitan itu adalah musuh yang gaib alias tidak kasat mata dan sangat jarang sekali menampakan dirinya. Seandainya Allah yang maha bisa menjadikan keberadaan syaitan ini berujud, nampak dan bisa kita lihat dan pegang seperti melihat benda lainya, mungkin bumi ini tidak akan muat dengan banyaknya jumlah mereka. Karena permohonan pamungkasnya pada Allah menjelang detik-detik pengusiranya itu tetap di kabulkan oleh Allah dengan sifat-Nya yang maha pengasih supaya jangan mematikanya sampai kiamat. Artinya setiap manusia yang di lahirkan syaitan dan iblis akan terus mengikutinya sampai maut kembali merenggut nyawa, dalam hal maut inilah keberadaan manusia di atas bumi ini mungkin akan berkurang namun syaitan, iblis dan sebangsanya akan terus berkembang-biak dan beranak-pinak mengoda manusia dari berbagai sisi kehidupanya.
Oleh karena sifat dan zatnya yang abadi itulah setiap pergantian zaman selalu saja kita temui orang-orang yang di sesatkan syaitan. Sebut saja Fir’aun, sejarah mencatat sampai akhir hayatnya ia tidak mengakui penguasa alam semesta kecuali dirinya sendiri malah mengingkari petunjuk Allah melalui dakwah Nabi Musa terhadap diri dan pengikut-pengikutnya sampai di tenggelamkan Allah ke laut Merah ( Qs Al Mukminun-36-37 ), “ Sesungguhnya aku hanya di beri harta ini karena ilmu yang ada padaku…” ucapan Qarun yang terkesan sombong, pongah, takabur penyebabnya adalah pangkat dan jabatan yang di sandangnya kala itu. Makanya, Qarun tercatat manusia paling kaya dan paling sombong sesombong syaitan dan iblis, buka lagi Qs Al Qashash-78 yang menguak tabir atas kesombongan Qarun sampai bumi di perintahkan Allah untuk menelanya hidup-hidup plus harta kekayaanya. Akibat kesombongan dan kekejaman serta kesadisan Fir’aun, Qarun dan banyak lagi di zaman nabi dulu sehingga Allah mencap mereka dengan manusia terlaknat yang di abadikan dalam kitab suci Al Quran dan hadis Nabi Saw pun, tidak sedikit mengupas tentang akibat yang telah di terima umat terdahulu akibat berlaku aniaya bankan sangat kejam pada sesama manusia. Memang kalau kita tidak hati-hati dalam menjalani kehidupan ini, tipu daya syaitan akan mudah merasuki pikiran dengan menebarkan jargon-jargon kelezatan dunia dan isinya ini sebagai misi utamanya dalam menghancurkan amal, akhlak, moral dan budi pekerti manusia, khususnya manusia muslim sebagai musuh utamanya sepanjang sejarah sejak dari dalam sorga dulu.
Sedemikian dekatnya musuh besar islam itu dengan manusia bahkan lebih dekat dari urat nadinya sendiri, menyebabkan kebanyakan manusia itu tidak mampu lagi membedakan antara pelindung dan penolong dengan hal-hal yang menyesatkan, tidak mampu lagi membedakan antara yang hak dan yang bathil akibat memperturutkan hawa nafsu yang di tunggai syaitan dengan menumbuhkan rasa cinta dunia yang berlebihan. Syaitan atau Iblis dan makhluk yang sebangsa lainya adalah musuh besar manusia islam yang bersifat gaib.Karena kegaibanya inilah mereka akan mudah masuk bersama aliran darah setiap kali jantung berdetak, dan akan terus membelai-belai, mengobok-obok, dan mengelus-elus setiap kali tarikan nafas manusia. Sehingga dua bola mata tidak lagi melihat dan telinganya tidak lagi mendengar seruan Allah untuk memperhatikan keberadaan sesama di sekelilingnya, kurangnya rasa empati, tidak peduli dan suka menelantarkan kaum duafa, hilangnya budaya malu, menyia-nyiakan amanah yang, suka meremehkan pihak lain, ujub, takabur, sombong, suka mengupat dsb. Itulah manusia memang sulit untuk di mengerti, seperti yang di katakana para filosof bahwa manusia ini adalah makhluk misterius / membingungkan dengan membawa segala kekompleksitasanya yang sulit di pahami bahkan oleh manusia itu sendiri ( Haluan Jumat 5 Mai 06 ). Pendapat lain mengatakan. Bahwa manusia itu adalah makhluk yang sulit dan penuh paradoks / pertentangan dalam dirinya. Keperluan dan keinginanya banyak, lebih banyak dari nafasnya, lebih lama dari hidupnya dan lebih luas dari alam ini. Ia terdiri dari roh dan jasad, sedangkan roh selalu menariknya untuk kembali kepada asal dan sumbernya ( Allah ). Sedangkan jasad menariknya kepada asalnya pula ( tanah ). Bila pengaruh roh menjadi lemah maka manusia menjadi lepas kendali, manusia akan lalai terbawa arus kelezatan syahwat, bagaikan hewan liar yang lepas kendali. Kalau hal ini yang terjadi maka akan padamlah sinar roh itu dalam hati, lalu munculah kezaliman dan berbagai tindakan kriminal / kejahatan, manusia akan menjadi hewan liar yang berbahaya siap memerkam sesamanya ( An Nabawi ).
Pengabdian manusia adalah menyembah via ibadah yang ikhlas seraya mengharapkan keridhoan hanya pada Allah Swt, karena setiap amal perbuatan akan di minta pertanggung jawabanya di akherat kelak. Bersabda Rasulullah Saw “ Allah tidak akan menerima amalan melainkan amalan yang ikhlas dan karena untuk mencari keridhoan Allah” ( Hr. Ibnu Majah ). Niat yang ikhlas itulah kunci ibadah, serta selalu mengusahakan lahir & bathin selalu berada dalam jalan kebaikan hidup dalam bermasyarakat dengan tidak menonjol-nonjolkan perbedaan yang memang sudah di gariskan adanya oleh yang maha kuasa. Dan sangat urgensi sekali bagi umat islam adalah agar selalu memurnikan ketaatan pada-Nya tampa melibatkan hal-hal yang di larang. Seperti yang di firmankan Allah Dalam Qs Al. Bayyinah – 5 “ Padahal mereka tidak di suruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan pada-Nya dalam ( menjalankan ) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat menunaikan zakat, dan demikianlah agama yang lurus”. “ Pada hari ini kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” ( Qs Yassin-65 ).
Dua firman Allah di atas memberikan sinyalemen pada manusia untuk selalu menetapkan ketaatan pada Allah semata dalam keislaman yang murni, jujur dan penuh konsekwen serta konsisten dan menjauhkan diri dari hal-hal yang berbau syirik, mempersekutukan Allah dsb jelas syaitan yang mendalanginya. Syaitan dan Iblis identik dengan kejahatan, kemunafikan dan kesombongan akan selalu merasuki pikiran dan hati manusia yang merupakan sasaran utamanya, dengan memanfaatkan anggota tubuh manusia sebagai sarana dan prasarananya mulai dari anak-anak, orang dewasa, orang tua sampai pada manusia-manusia cerdas, pintar dan memiliki intelegensi tinggi sekalipun. Jelasnya, umat manusia akan selalu menjadi rebutan seperti buaya memperebutkan bangkai untuk di jerumuskan ke jurang kehinaan sehina dirinya. Maka saudaraku tak akan ada yang sanggup membentengi diri kita kecuali iman dan taqwa yang harus kita perkokoh memohon perlindungan dan pertolongan dari segi apapun hanya pada yang memiliki jiwa kita, memperbanyak zikir, sedekah, pengendalian diri serta mengunci rapat rohani kita agar tidak bisa di jamah oleh musuh besar manusia muslim tersebut, Aku berlindung pada Allah dari godaan, ganguan dan hasutan syaitan yang terkutuk. Allah Hu A’llam. Berbagai Sumber… [ Terbit Pada Harian Haluan, Pada Tanggal 12 M e i 2006 ]
Penulis Adalah Pengamat Sosial Keagamaan
Tinggal di Padang
Mungkin Artikel Ini Yang Anda Butuhkan ...
- Mengapa Kita Harus Memusuhi Yahudi ... ???
- Sumbar dan Jabar Merupakan Target Utama Program Kritenisasi International
- Ijtihad dan Kreatifitas Berfikir
- Mengucapkan ' Selamat Natal ' Hukumnya Haram .. !!!
- Pasca Gempa Warga Sumbar Diminta Pindah Agama
- Cinta Yang Tersisa Dari Padang
- Gempa Akibatkan Arah Kiblat Bergeser ... !!!
- Waspada Gempa Berpotensi Tsunami ... !!!
- Gempa Itu Dimulai Dengan Aroma Kematian
- Sumatera Menuju Siklus Gempa 200 Tahunan
- Gempa Sumatera dan Sebuah Misteri
- Riwayat Gempa Di Sumatera Barat
- Al-Quran Mampu Meluruskan Reformasi
- Yang Menuai, Yang Menanam
- Agar Hidup Tak Merugi
- Mengumpulkan Bekal Akhirat
- Mesin Pencari Muslim Pertama di Dunia
- Cobaan dan Kerusuhan
- Gerakan Terorisme, Jelas Bukan Jihad
- Awas Kristenisasi Itu Masih Terus Berlangsung
- Gerakan Kristenisasi Berkedok Islam
- Penomena Pemurtadan
- Kepentingan Dunia dan Akhirat
- Menjauhi Sumber Permusuhan
- Segeralah Bertaubat
Tags: Amal Saleh, Cinta Dunia, Iblis, Setan, Sombong, Taqwa




April 29th, 2009 at 12:17
Semoga kita semua bisa memperkuat pondasi iman dan takwa agar tidak terjerumus dalam hasutan musuh manusia
April 29th, 2009 at 13:39
jadi musuh terbesar dari umat manusia dan uamat islam itu adalah dirinya sendiri yang telah dirasuki oleh rayuan iblis dan setan.camkanlah kedalam diri kita masing-masing bahwa setan dan iblis itu memang diciptakan untuk memusuhi kita umat Islam,hadapilah musuh kita ini dengan banyak mengerjakan amal ibadah dan dekatkanlah selalu diri kita pada Allah Swt.