<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pasca Gempa Warga Sumbar Diminta Pindah Agama</title>
	<atom:link href="http://oyonk.com/pasca-gempa-warga-sumbar-dipaksa-pindah-agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oyonk.com/pasca-gempa-warga-sumbar-dipaksa-pindah-agama/</link>
	<description>Kumpulan Artikel Martias Oyong Dari Berbagai Media Masa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 18:58:14 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: inay</title>
		<link>http://oyonk.com/pasca-gempa-warga-sumbar-dipaksa-pindah-agama/comment-page-1/#comment-1672</link>
		<dc:creator>inay</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 14:03:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oyonk.com/?p=566#comment-1672</guid>
		<description>gw setuju sama usman, 
bagimu agamamu, bagiku agamaku</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gw setuju sama usman,<br />
bagimu agamamu, bagiku agamaku</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Usman Mulyana</title>
		<link>http://oyonk.com/pasca-gempa-warga-sumbar-dipaksa-pindah-agama/comment-page-1/#comment-1667</link>
		<dc:creator>Usman Mulyana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 02:27:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oyonk.com/?p=566#comment-1667</guid>
		<description>pusing mau komen apa... yg terpenting &quot;Lakum dinukum waliyadin&quot;

&lt;a href=&quot;http://u2screative.blogspot.com/2010/07/seni-dan-budaya-tatar-sunda.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;BANDUNG Paris van Java With Love: SENI DAN BUDAYA TATAR SUNDA&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pusing mau komen apa&#8230; yg terpenting &#8220;Lakum dinukum waliyadin&#8221;</p>
<p><a href="http://u2screative.blogspot.com/2010/07/seni-dan-budaya-tatar-sunda.html" rel="nofollow">BANDUNG Paris van Java With Love: SENI DAN BUDAYA TATAR SUNDA</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lydia</title>
		<link>http://oyonk.com/pasca-gempa-warga-sumbar-dipaksa-pindah-agama/comment-page-1/#comment-1622</link>
		<dc:creator>lydia</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 14:49:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oyonk.com/?p=566#comment-1622</guid>
		<description>Untuk bardaz
Apa kamu tau tkw2 indonesia yg d negara arab tdk pernah d perbudak tp mereka sendiri yg menjadikan budak sex utk org arab sendiri. kenapa tkw2 indonesia disiksa,disetrika sama majikannya padahal majikannya muslin,krn tuh tkw tdr sama majikkannya laki. Klo kamu tdk percaya datang saja k negara arab,kamu liat tkw2 indonesia yg muslim mereka melacurkan diri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk bardaz<br />
Apa kamu tau tkw2 indonesia yg d negara arab tdk pernah d perbudak tp mereka sendiri yg menjadikan budak sex utk org arab sendiri. kenapa tkw2 indonesia disiksa,disetrika sama majikannya padahal majikannya muslin,krn tuh tkw tdr sama majikkannya laki. Klo kamu tdk percaya datang saja k negara arab,kamu liat tkw2 indonesia yg muslim mereka melacurkan diri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mardinah</title>
		<link>http://oyonk.com/pasca-gempa-warga-sumbar-dipaksa-pindah-agama/comment-page-1/#comment-1621</link>
		<dc:creator>mardinah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 11:38:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oyonk.com/?p=566#comment-1621</guid>
		<description>Sejenak sebelum makan malam, Masab (Mosab?), anak dari ketua Hamas di Tepi Barat yakni Sheikh Hassan Yousef, memandang pada temannya yang menemaninya makan di restoran tempat mereka bertemu. Mereka membisikkan beberapa patah kata dan lalu mengucapkan doa syukur, berterima kasih pada Tuhan dan Yesus karena menyediakan makanan di piring-piring mereka.
Dibutuhkan beberapa detik untuk mencerna pemandangan ini: anak dari ketua Hamas yang merupakan tokoh terkenal dari organisasi Islam ekstrimis, seorang pemuda yang membantu bapaknya selama bertahun-tahun dalam aktivitas politiknya, sekarang malah murtad dan jadi Kristen. “Sekarang aku bernama Joseph,” katanya.
Masab tahu bahwa dia tidak punya banyak harapan kembali ke tanah suci di dalam hidupnya sekarang.
“Aku tahu kok aku membahayakan nyawaku dan bahkan kemungkinan besar aku kehilangan ayahku, tapi aku berharap dia akan mengerti hal ini dan Tuhan akan memberi dirinya dan keluargaku kesabaran dan kemauan untuk membuka mata mereka pada Yesus dan Kristen. Mungkin suatu hari nanti aku bisa kembali ke Palestina dan juga ke Ramallah bersama Yesus, di Kerajaan Tuhan.”
Dia juga tidak menutupi rasa cintanya pada Israel, atau kebenciannya akan semua hal yang mewakili lingkungan di mana dia dibesarkan: negaranya, agamanya, organisasinya.
”Kirim salam ya kepada Israel, aku rindu padanya. Aku menghormati Israel dan mengagumi negara itu,” katanya.
”Kalian para Yahudi harus waspada: Kalian tidak akan, tidak akan pernah bisa berdamai dengan Hamas. Islam, ideologi yang mereka anut itu, tidak memperbolehkan mereka mengalami perdamaian dengan kaum Yahudi. Mereka percaya pada hadis yang mengatakan Nabi Muhammad berperang melawan Yahudi sehingga mereka pun harus melanjutkan peperangan itu sampai mati.”
Apakah ini sebabnya para Muslim melakukan serangan bunuh diri?
”Lebih dari sekedar itu sih. Seluruh masyarakat memuliakan kematian dan teroris bunuh diri. Di dalam budaya Palestina, teroris bunuh diri jadi pahlawan syahid. Para Sheikh mengajarkan pada murid-muridnya tentang ‘kepahlawanan dalam syahid’.”
Meskipun banyak kritik datang dari tempat asalnya, California yang sekarang jadi tempat tinggalnya, tidak dapat menghilangkan kerinduan hatinya.
”Aku rindu Ramallah,” katanya. “Orang-orang yang berpikiran terbuka … Aku terutama merindukan ibuku, saudara-saudara laki-laki dan perempuanku, tapi aku tahu bahwa akan sulit sekali bagiku kembali ke Ramallah saat ini.”
http://www.haaretz.com/hasen/spages/1007462.html
Menikmati kehidupan barunya di California, USA, Yousef junior sadar betul akan dampak wawancaranya ini. Bukan hanya ia akan menyinggung perasaaan keluarganya, ia kini ragu bisa pulang kembali ke Ramallah. “Saya tahu saya mempertaruhkan nyawa saya dan jelas akan kehilangan ayah saya. Tapi saya harap ia akan mengerti ini dan Tuhan akan memberikan dirinya dan seluruh keluarga saya kesabaran dan keinginan untuk membuka mata mereka bagi Yesus dan agama Kristen.”
Ini latar belakangnya:
Masab-Joseph: Saat SMA saya belajar syariah. Tahun 1996, ketika saya berusia 18, saya ditangkap tentara Israel karena saya kepala Masy Islam di SMA saya. Inilah titik mulanya proses penyadaran saya.
“Sebelumnya saya hanya mengenal Hamas lewat ayah saya. Tadinya saya mengagumi Hamas, karena saya mengagumi ayah saya. Tapi setelah 16 bulan dalam penjara, saya menyadari wajah Hamas sebenarnya. Hamas adalah organisasi negatif. Sebuah organisasi yang buruk secara fundamental. Dalam penjara Megiddo saya tiba-tiba menyadari apa sebenarnya Hamas. Orang-orang Hamas di penjara (Israel) mendapatkan keadaan (makanan) yg jauh lebih baik, belum lagi ijin kunjungan keluarga mereka dan fasilitas mandi. Sementara orang-orang Hamas tidak punya moral, tidak punya integritas. Tetapi mereka tidak sebodoh Fatah, yg mencuri di siang bolong di depan umum. Hamas mencuri dengan cara diam-diam sambil bersikap sok suci. Cepat atau lambat uang hasil korupsi ini akan mengangkangi bangsa Palestina sendiri! [Bahkan di penjara Israel pun, Hamas saling menyiksa sesama anggota--siapapun yg dicurigai menjadi kolaborator Israel.]
“Tidak seorangpun yang tahu benar seluk beluk cara kerja Hamas. Contoh, saya ingat betul bagaimana keluarga Saleh Talahmeh, anggota tangan militer Hamas, yang dibunuh Israel, terpaksa menggembel minta bantuan teman-temannya karena mereka tidak ditinggalkan uang sepeser pun. Pemimpin-pemimpin Hamas tidak peduli dengan mereka ataupun dengan keluarga-keluarga martir/syuhada-syuhada lainnya, sementara para anggota senior sering berfoya-foya di luar negeri, menghabiskan puluhan ribu dollar per bulan untuk membiayai bodyguard saja!”
Setelah saya keluar dari penjara (Israel), saya kehilangan kepercayaan kepada mereka yang mewakili Islam.” 
 Pada saat wawancara ini, ayahnya masih belum juga tahu bahwa ia telah murtad ke Kristen.
Ayahnya yang BINGUNG setelah mengetahui anaknya murtad &amp; minta suaka ke USA!
‘Mosok sih …. ???’ katanya sambil menunjuk foto puteranya!
“Wawancara ini akan membuka mata banyak orang dan menggoyahkan Islam sampai ke akar-akarnya. Saya tidak berlebihan kok!”
Bagaimana ia tertarik pada agama lain ?
“Ini dimulai 8 tahun yg lalu. Saya berada di Yerusalem dan menerima undangan untuk mendengar ceramah tentang agama Kristen. Dari situ saya semakin ingin tahu dan mulai membaca INJIL dengan diam-diam, sambil meneruskan pelajaran syariah. Ayat seperti “CINTAILAH MUSUHMU” sangat mempengaruhi saya. Saya ketika itu masih Muslim dan tidak pernah menyangka akan murtad. Tetapi setiap hari saya melihat hal-hal mengerikan yang dilakukan atas nama Islam oleh Muslim-Muslim yang menganggap diri ‘bangsa pilihan Allah.’ Saya kembali mempelajari Quran dan prinsip-prinsip agama itu dan berkesimpulan bahwa Islam salah dan menyesatkan. Muslim meminjam ritual dan tradisi dari agama-agama sekitarnya.”
… Saya anggap Islam adalah sebuah kebohongan besar. Orang-orang yang mewakili Islam lebih memuja Muhammad ketimbang Tuhan, membunuh orang-orang tidak bersalah atas nama Islam, memukuli istri-istri mereka dan sama sekali tidak tahu apa itu Tuhan. Saya tidak ragu bahwa mereka akan ke neraka.
Orang Palestina, kalau tidak punya musuh, akan memerangi sesamanya. Dalam 20 thn nanti akan timbul konflik antara berbagai grup Hamas. Sekarang saja mereka sudah mulai cekcok tentang penguasaan uang.”
“Kalian Yahudi harus sadar: Kalian tidak akan pernah bisa berdamai dengan Hamas. Islam, ideologi yang mengontrol mereka, tidak akan pernah mengijinkan mereka berdamai dengan Yahudi. Mereka percaya bahwa Muhammad memerangi Yahudi dan oleh karena itu mereka harus melanjutkan perang itu sampai mati. Mereka harus membalas dendam terhadap siapapun yang tidak menerima Muhammad, seperti Yahudi yang di Quran digambarkan sebagai keturunan kera dan babi. Dalam pandangan Hamas, perdamaian dengan Israel akan mengKONTRADIKSIkan syariah dan Quran, dan menganggap Yahudi tidak punya hak di Palestina.”
“Saya meninggalkan tanah luas di Ramallah hanya untuk mencapai kebebasan murni. Saya ingin kesempatan untuk membuka mata Muslim dan menunjukkan kebenaran tentang agama mereka, menarik mereka dari kegelapan dan penjara Islam.
… Islam tidak akan survive untuk lebih dari 25 tahun. Dulu mereka (Muslim) berhasil menakut-nakuti orang, tetapi sekarang, di jaman internet seperti sekarang ini, mereka tidak lagi bisa menyembunyikan kebenaran.”
JONATHAN HUNT: Tolong ceritakan pada saya mengenai Hamas dan bagaimana kelompok ini bisa tetap eksis? Apakah Hamas adalah sebuah organisasi keagamaan Islamik yang murni dan penuh dengan tipu daya, sebagaimana yang anda lihat, atau apakah ada bagian-bagian di dalamnya yang merupakan masalah bagi anda? Atau apakah menurutmu Hamas adalah sebuah organisasi yang baik? Apa artinya Hamas bagimu?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Jika kita berbicara mengenai orang, ada banyak orang dimana pun. Di setiap tempat kita pasti akan menemukan orang-orang yang baik. Maksudku adalah orang-orang baik yang Tuhan telah ciptakan.
Apakah mereka mengerjakan hal-hal yang menjadi urusan mereka? Ya, mereka mengerjakan hal-hal yang menjadi urusan mereka. Sebagai contoh, saya mengenal orang-orang yang mendukung Hamas tetapi mereka tidak pernah terlibat dalam serangan-serangan teroris. Mereka mengikuti Hamas sebab mereka mengasihi Allah dan mereka berpikir bahwa Hamas itu merepresentasikan Allah. Mereka tidak memiliki pengetahuan, mereka tidak mengenal Tuhan yang sejati, dan mereka tidak pernah mempelajari kekristenan. Tetapi Hamas, sebagai representasi dari Islam, adalah sebuah masalah yang besar.
Masalahnya bukanlah Hamas, masalahnya bukan terletak pada orang-orang. Akar masalahnya adalah Islam itu sendiri sebagai sebuah ideologi, ya sebagai sebuah ideologi. Dan mengenai Hamas sebagai sebuah organisasi, serta kepemimpinan Hamas, termasuk ayah saya. Mereka bertanggungjawab untuk semua kekerasan yang terjadi melalui organisasi ini. Saya tahu bahwa mereka menjustifikasikan tindakan mereka sebagai reaksi atas agresi Israel, tetapi tetap saja, mereka adalah bagian dari hal itu, dan mereka harus membuat keputusan-keputusan dalam operasi-operasi melawan Israel, dimana mereka pada akhirnya harus membunuh banyak rakyat sipil tak berdosa.
 Mosab Hassan Yousef adalah seorang anak muda yang luar biasa dengan kisah hidup yang luar biasa pula. Dia adalah putera seorang pemimpin yang paling berpengaruh dlm organisasi militan Hamas di Tepi Barat dan tumbuh di dalam sebuah keluarga Islam yang taat.
Kini, pada usia 30 thn, ia menghadiri gereja evangelis Kristen di Barabbas
Road, San Diego, Calif. Ia murtad dari Islam, meninggalkan keluarganya di Ramallah dan sedang mencari suaka di AS.
Cerita hidupnya sungguh menakjubkan. Dibawah ini cuplikan wawancara eksklusif dengan FOX News dimana ia menceritakan bagaimana seorang Muslim Tepi Barat menjadi Kristen West Coast (Pantai Barat AS).
JONATHAN HUNT: Mengapa, setelah 25 thn, anda berubah ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Saya percaya bahwa semua tembok yg didirikan Islam selama 1.400 tahun terakhir ini tidak lagi eksis. Mereka (Muslim) tidak mengakui ini. Mereka mendirikan tembok-tembok ini dan membiarkan orang tetap dalam kebodohan karena mereka takut. Mereka tidak ingin orang membahas apapun mengenai realitas Islam, mengenai pertanyaan-pertanyaan penting tentang Islam, dan mereka meminta kepada pengikut-pengikut mereka, ‘Jangan tanya tentang hal-hal tertentu itu.’
Tapi kini, orang memiliki media. Jika seorang ayah mengurung puterinya di rumah, puterinya akan duduk di belakang komputernya dan melancong ke seluruh pelosok dunia. Jadi, orang bisa mendapatkan informasi, pengetahuan, searching engines, sehingga sangat sangat mudah bagi siapa pun untuk mempelajari Islam, disamping agama-agama lainnya. Tidak dari sudut pandang Islam, namun dari sudut pandang lain. Jadi dalam 25 thn nanti, ini jelas akan membawa perubahan besar dalam dunia Arab dan Muslim.
JONATHAN HUNT: Anda berbicara dari sebuah perspektif unik, sebagai  lelaki yg tidak saja dibesarkan dalam keluarga Islam tetapi sebagai bagian dari organisasi yang dianggap sebagai kekuatan ekstrim dalam Islam: Hamas. Apakah realitas Islam? Kau mengatakan orang tidak melihat realitasnya; Apa realitas Islam?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Ada dua fakta yang tidak dimengerti Muslim … Saya perkirakan, lebih dari 95% Muslim tidak mengerti agama mereka sendiri. Islam muncul dalam bahasa yg jauh lebih keras daripada bahasa yg digunakan Muslim sekarang, sehingga mereka tidak mengerti (bahasa Islam yang sebenarnya) … Mereka hanya menggantungkan diri kepada para ulama untuk mendapatkan pengetahuan mereka ttg agama ini.
Kedua, mereka tidak mengerti apapun tentang agama-agama lain. Masyarakat Kristen yg hidup sebagai minoritas dalam sebuah mayoritas Muslim lebih memilih untuk tidak berbicara tentang Yesus Kristus karena itu terlalu BERBAHAYA bagi mereka.
Jadi, semua pandangan Muslim tentang agama-agama lain di bumi ini hanya datang dari perspektif Islam. Nah, realitas ini yang tidak dimengerti kebanyakan orang.
JIka orang-orang Muslim, mulai mengerti agama mereka — terutama, agama mereka — dan melihat kandungannya yang mengerikan itu, mereka akan mulai mengerti bagaimana semua ini bisa terjadi …karena kebanyakan ulama hanya berfokus pada hal-hal tertentu dari Islam. Ini karena mereka terlalu malu untuk membahas hal-hal di luar itu.
JONATHAN HUNT: Contohnya ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Seperti istri-istri Muhammad, misalnya. Kau tidak akan pernah mendengar kotbah di mesjid tentang istri-istri Muhammad, yang kemungkinan lebih dari 50 — walau tidak ada satu pun orang yang mengetahuinya, by the way. Tanyakan sendiri kepada mayoritas Muslim, dan mereka tidak tahu menahu tentang fakta ini.
Jadi, mereka MALU membahas ini, jadi mereka cuma berbicara tentang kejayaan Islam, kemenangan-kemenangan yang dicapai Muhammad. Tapi, begitu orang memandang diri sendiri, mereka akan melihat bahwa mereka sebenarnya kalah. Mereka b o d o h, tidak terdidik, tidak mampu memimpin dunia seperti yang mereka harapkan. Oleh karena itu mereka ingin kembali kepada masa jaya itu dengan melakukan apa yang dilakukan Muhammad, tidak peduli bahwa hal itu terjadi 1.400 thn lalu dan tidak akan terulang lagi.
JONATHAN HUNT: Apakah mereka ingin menghancurkan agama Kristen ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Islam memang sudah menghancurkan agama Kristen dari permulaan dan Muslim tidak mengakui bahwa mereka menusuk hati Kristen dengan mengatakan bahwa Yesus tidak mati di salib. Muslim menganggap bahwa ini caranya menghormatinya (nabi Isa).
Ini yang dilakukan Muslim. Mereka tidak mengerti bahwa ini bagian yang paling penting dari agama Kristen : SALIB !!!
Jadi, mereka berpandangan sempit. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan, dan inilah asal usul segala ide jahat di belakang agama yang bernama Islam ini.
JONATHAN HUNT: Apa peristiwa khusus yang memulai merubah pendapat anda tentang Islam ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Sejak kecil saya sudah memiliki sejumlah pertanyaan sulit, bahkan keluarga saya sering mencela saya, ‘Kau memang anak keras kepala dan kami sulit menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Mengapa sih kau nanya-nanya melulu ?’ Jadi, inilah permulaannya.
Namun saya merasa bahwa semuanya — dan ayah saya adalah contoh bagus bagi saya karena ia memang orang jujur dan bersahaja, sangat baik terhadap ibu saya dan terhadap kami, dan membesarkan kami dengan prinsip-prinsip pengampunan. Nah, oleh karena itu saya menyangka semua orang Islam seperti ini.
Ketika saya berusia 18 thn, saya ditahan orang Israel dan mendekam di sebuah penjara Israel. Tetapi di sana Hamas memiliki kontrol atas anggota-anggota mereka yang ada di dalam, dan saya melihat Hamas menyiksa orang-orang dengan sangat-sangat kejam.
JONATHAN HUNT: Maksudmu, anggota Hamas saling menyiksa sesama anggota ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Pemimpin-pemimpin Hamas ! Pemimpin-pemimpin Hamas yang kita kini saksikan di TV saat ini, dan pemimpin-pemimpin besar, bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap anggota-anggota mereka sendiri. Mereka tidak menyiksa saya, tapi ini tetap sebuah syok bagi saya, melihat mereka menyiksa sesama anggota mereka: menusuk kuku-kuku dengan jarum, membakar tubuh-tubuh mereka, dan juga banyak yang dibunuh.
JONATHAN HUNT: Tapi mengapa mereka membunuh orang2 mereka sendiri?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Karena curiga bahwa mereka (korban-korban mereka itu) telah bekerja sama dengan pihak Israel dan bekerjasama dengan penjajah-penjajah Israel melawan Hamas … Jadi ratusan orang jadi korban. Saya menyaksikan penyiksaan ini selama setahun. Nah, itulah titik perubahan paling besar dalam hidup saya. Saya mulai membuka mata saya. Tapi saya masih merasa bahwa ada Muslim baik dan ada Muslim jahat. Muslim baik, seperti ayah saya, dan Muslim buruk seperti orang-orang Hamas ini yang menyiksa rekan-rekan mereka sendiri.
Nah, itulah permulaan mata saya terbuka lebar.
JONATHAN HUNT: Anda berbicara tentang Muslim baik, seperti ayah anda, tetapi tetap saja anda meninggalkan agama ayah anda. Bukankah kau bisa saja menjadi Muslim baik seperti ayah anda ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Nah, ini nih realitasnya : saya mendalami agama Kristen — yang tadinya saya salah mengerti secara total, karena saya mempelajarinya dari sudut Islam, padahal tidak ada satu pun yang benar tentang Kristen kalau dipelajari dari sudut Islam.
Ketika saya mendalami Injil dengan perlahan-lahan, ayat demi ayat, saya memastikan dulu bahwa ini buku Tuhan, pernyataan Tuhan, sehingga saya mulai memandang Injil dengan cara berbeda. Tidak mudah bagi saya utk mengatakan bahwa Islam adalah salah.
Islam adalah ayah saya. Saya dibesarkan untuk satu ayah — 22 tahun untuk ayah itu — dan seorang ayah lain datang kepada saya dan mengatakan, ‘Maaf, SAYAlah ayahmu.’ Dan saya tersentak, ‘Apa maksudmu? Saya punya ayah saya sendiri, dan dia adalah Islam!’ Dan lalu ayah agama Kristen mengatakan kepada saya, ‘Tidak, sayalah ayahmu. Saya berada dalam penjara, dan ini (Islam) bukan ayahmu.’
Nah, itulah yang terjadi. Tidak mudah untuk percaya bahwa (Islam) bukan ayahmu lagi. Jadi saya harus mendalami Islam sekali lagi dari sudut pandang lain untuk menyadari semua kesalahan, kesalahan-kesalahan besar dan dampaknya, tidak hanya terhadap Muslim — yang nilai-nilainya saya benci … saya tidak suka tradisi manapun yang hanya menyulitkan kehidupan orang.
— tapi juga dampaknya bagi umat manusia. Pada umat manusia ! Mengapa manusia saling membunuh dalam nama Allah?
Nah, mulailah saya dengan pasti menyimpulkan bahwa problemnya adalah Islam, bukan Muslim — saya tidak dapat membenci Muslim karena Tuhan mencintai mereka dari permulaan. Dan Tuhan tidak menciptakan sampah. Tuhan menciptakan orang-orang baik yang dicintaiNya, tapi Muslim adalah orang-orang SAKIT, mereka memiliki pemikiran berbeda. Saya tidak lagi membenci mereka tapi saya sangat sedih melihat mereka; dan satu-satunya cara bagi mereka untuk berubah adalah dengan mengenal siapa Tuhan dan mana jalan Yang Lurus.
JONATHAN HUNT: Apakah kau tidak khawatir dengan pernyataan-pernyataan seperti ini — mengingat latar belakangmu, pernyataan-pernyataanmu akan sangat diperhatikan — akan meningkatkan kesulitan, kebencian antara Kristen dan Muslim di dunia saat ini ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Ini bisa terjadi kalau seseorang Kristen datang kepada Muslim dan berbicara tentang realitas Islam. Tapi anyway Kristen memang sudah ditempatkan dalam daftar musuh mereka, bahkan sebelum mereka membuka mulut tentang Islam. Jadi, jika kau pergi ke mereka sebagai Kristen, Muslim akan langsung merasa tersinggung dan membencimu dan ini jelas akan meningkatkan jurang antara kedua agama — tetapi apa yang membuat orang seperti saya bisa berubah ?
Beberapa tahun lalu, ketika saya disana, Tuhan membuka mata dan juga otak saya dan saya menjadi orang yang berubah total. Jadi sekarang, saya bisa melakukan kewajiban ini, kalian sebagai Kristen bisa membantu saya melakukannya, tapi kalian mungkin tidak sanggup. Muslim kini tidak lagi memiliki alasan.
JONATHAN HUNT: Seberapa sulit proses meninggalkan keluargamu dan rumahmu?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Ibarat mencabut kulit saya dari tulang-tulang saya, begitu kira-kira. Saya cinta keluarga saya, mereka cinta saya. Dan adik-adik saya seperti putera-putera saya sendiri. Saya membesarkan mereka. Pada dasarnya, ini keputusan terbesar dalam hidup saya.
Saya meninggalkan semuanya, tidak hanya keluarga saya. Jika kau memutuskan untuk murtad dari Islam ke Kristen, tidak cukup untuk mengatakan goodbye dan thank you. Tidak cukup. Kau juga membelakangi budaya, peradaban, tradisi, masyarakat, keluarga, agama, Allah — atau apa yang kusangka sebagai Tuhan selama bertahun-tahun! Jadi, ini sesuatu yang sangat sulit dan penuh resiko. Orang menyangka ini hal mudah, seperti sesuatu yang sepele. Kini di AS saya mendapatkan kebebasan saya dna ini sungguh luar biasa. Tetapi di lain pihak, tidak ada yang bisa menggantikan keluarga … berat kehilangan keluarga —
JONATHAN HUNT: Jadi, kau kehilangan keluargamu ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Keluarga saya terdidik dan ini juga sulit bagi mereka. Mereka meminta saya berkali-kali, khususnya selama dua hari pertama, untuk menyembunyikan agama saya yang baru ini dan tidak mengumumkannya di media.
Tapi saya diwajibkan Tuhan untuk mengumumkan namaNya dan memujaNya ke seluruh dunia karena penghargaan bagi saya adalah bahwa Ia akan melakukan hal yang sama bagi saya. Jadi, saya lakukan ini sebagai sebuah kewajiban. Saya ingin tahu berapa orang yang bisa melakukan apa yang saya lakukan sekarang. Saya belum menemukan satu orangpun.
Saya harus kuatkan diri. Ini tantangan yang sangat besar. Ini keputusan yang sangat besar dalam hidup saya. Saya tidak main-main. Saya tidak melakukan ini untuk kebahagiaan dunia. Saya melakukannya untuk satu alasan: Saya percaya. Setiap hari orang menderita karena kepercayaan yang salah. Saya bisa membantu mengeluarkan mereka dari lingkaran tidak berkesudahan ini … lingkaran yang disediakan Setan untuk mereka.
JONATHAN HUNT: Kau masih sempat berbicara dengan ayahmu?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Tidak ada kesempatan untuk berkomunikasi dengan ayah saya karena ia sekarang di penjara dan tidak ada telpon di penjara.
JONATHAN HUNT: Apakah anggota keluargamu tidak bercerita kepadamu tentang reaksi ayahmu ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Mereka memang mengunjunginya. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana reaksinya, tapi saya yakin ia sangat sedih tentang keputusan saya ini. Tapi ia juga akan mengerti, karena ia tahu saya, dan ia tahu saya bukan tipe orang yang mengambil keputusan secara enteng, tanpa kepercayaan kuat.
JONATHAN HUNT: Apakah kau akan semakin menyulitkan posisinya di antara sesama anggota Hamas ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: JELAS! Keluarga saya, termasuk ayah saya harus menanggung beban atas keputusan saya ini. Ini bukan keputusan mereka. Ini keputusan saya, tapi mereka tetap harus menanggung beban dan saya minta — saya berdoa bagi ayah, semua kakak dan adik-adik saya di gereja ini, selalu berdoa setiap kali bagi mereka — ‘Tuhan, bukalah mata mereka, pemikiran mereka, untuk datang kepada Kristus. Dan berikan rahmatmu karena mereka juga harus menanggung salib ini dengan saya.’
JONATHAN HUNT: Kau percaya bahwa Israel tidak bersalah dlm konflik ini ?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Okupasi memang buruk. Tapi kami disini berbicara tentang ide. Israel memiliki HAK untuk membela diri, tidak ada yang bisa membantah hal ini. Kadang mereka menggunakan terlalu banyak agresi terhadap penduduk. Kadang banyak penduduk tewas karena tentara-tentara Israel kurang bertanggung jawab, tentang bagaimana mereka memperlakukan orang di checkpoint.
Pesan saya kepada tentara Israel: setidaknya perlakukan orang dengan cara pantas di checkpoint. Tapi ini bukan masalah antar bangsa, tapi tentang ide-ide salah pada kedua pihak, dan satu-satunya cara untuk keluar dari lingkaran setan ini adalah dengan mengenal prinsip-prinsip yg dibawa Yesus ke bumi ini : grace, love, forgiveness. Tanpa ini, mereka tidak akan pernah maju ataupun mematahkan lingkaran yang tidak berkesudahan ini.
JONATHAN HUNT: Kau percaya bahwa Israel kelak akan mengadakan perjanjian damai dengan Hamas?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Tidak mungkin. Ini seperti api co-exist dengan air. Tidak mungkin. Hamas bisa main politik selama 10 tahun, 15 tahun; tapi tanya saja setiap pemimpin Hamas, ‘Okay, apa yg akan terjadi setelah itu? Apakah kalian akan co-exist dengan Israel untuk selama-lamanya ?’ Jawabannya sudah pasti TIDAK … KECUALI mereka melakukan sesuatu yang melanggar Quran. Tapi itu sudah ideologi mereka dan mereka tidak akan beranjak darinya. Jadi, tidak mungkin. Ini bukan soal Israel, bukan soal Hamas: ini menyangkut kedua ideologi. Tidak mungkin.
JONATHAN HUNT: Kau tidak takut dibunuh karena mengutarakan hal-hal
macam ini — yang bahkan akan diridhoi oleh beberapa bagian Quran?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Mereka harus membunuh pemikiran-pemikiran saya terlebih dahulu. Tapi pemikiran-pemikiran saya sudah beredar luas. Jadi, bagaimana mereka akan membunuh pemikiran saya? Bagaimana mereka akan membunuh pendapat-pendapat yang saya miliki? … Mereka bisa bunuh tubuh saya, tapi tidak jiwa saya.
JONATHAN HUNT: Kau pernah diancam?
MOSAB HASSAN YOUSEF: No, not really. Jujur saja, banyak Muslim dan pemimpin Muslim di AS ini, di masyarakat Eropa, mencoba mencari saya. Mereka menelpon keluarga saya, ibu saya untuk mengetahui cara menghubungi saya. Mereka mengatakan kepada ibu saya, ‘Kami ingin membantunya.’
JONATHAN HUNT: Mereka percaya kau butuh bantuan?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Yeah, mereka pikir saya dimanipulasi oleh orang-orang Kristen. Nah, disinilah mereka salah total. Saya sudah menjadi Kristen untuk waktu lama dan tidak seorangpun tahu. Sudah beberapa tahun ini saya menjadi Kristen. Tapi sekarang saya baru mengumumkannya.
Mereka tahu saya berpendidikian dan mendalami Islam dan Kekristenan. Ketika saya mengambil keputusan, ini bukan karena saya kena jampi-jampi atau mencoba meyakinkan saya. Ini 100% keputusan saya seorang diri.
JONATHAN HUNT: Apa pesanmu bagi Muslim yang mendengarmu saat ini?
MOSAB HASSAN YOUSEF: Pesan saya adalah, pertama-tama, bukalah pemikiran kalian. Mereka lahir dari keluarga-keluarga Muslim — inilah bagaimana mereka masuk Islam … seperti juga keluarga-keluarga Kristen maupun Yahudi.
Jadi, saya ingin mereka membuka mata mereka, pemikiran mereka dan membayangkan diri mereka tidak lahir dalam keluarga Muslim. Untuk apa Tuhan memberikan mereka otak? Bukalah hati kalian!!! Baca Injil!!! Pelajarilah agamamu!!! Saya ingin membuka pintu gerbang bagi mereka. Saya ingin mereka bebas. Mereka pasti ingin hidup dengan baik di dunia dengan cara mengikuti Tuhan – dan mereka juga akan menemukan jaminan bagi hidup di akhirat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sejenak sebelum makan malam, Masab (Mosab?), anak dari ketua Hamas di Tepi Barat yakni Sheikh Hassan Yousef, memandang pada temannya yang menemaninya makan di restoran tempat mereka bertemu. Mereka membisikkan beberapa patah kata dan lalu mengucapkan doa syukur, berterima kasih pada Tuhan dan Yesus karena menyediakan makanan di piring-piring mereka.<br />
Dibutuhkan beberapa detik untuk mencerna pemandangan ini: anak dari ketua Hamas yang merupakan tokoh terkenal dari organisasi Islam ekstrimis, seorang pemuda yang membantu bapaknya selama bertahun-tahun dalam aktivitas politiknya, sekarang malah murtad dan jadi Kristen. “Sekarang aku bernama Joseph,” katanya.<br />
Masab tahu bahwa dia tidak punya banyak harapan kembali ke tanah suci di dalam hidupnya sekarang.<br />
“Aku tahu kok aku membahayakan nyawaku dan bahkan kemungkinan besar aku kehilangan ayahku, tapi aku berharap dia akan mengerti hal ini dan Tuhan akan memberi dirinya dan keluargaku kesabaran dan kemauan untuk membuka mata mereka pada Yesus dan Kristen. Mungkin suatu hari nanti aku bisa kembali ke Palestina dan juga ke Ramallah bersama Yesus, di Kerajaan Tuhan.”<br />
Dia juga tidak menutupi rasa cintanya pada Israel, atau kebenciannya akan semua hal yang mewakili lingkungan di mana dia dibesarkan: negaranya, agamanya, organisasinya.<br />
”Kirim salam ya kepada Israel, aku rindu padanya. Aku menghormati Israel dan mengagumi negara itu,” katanya.<br />
”Kalian para Yahudi harus waspada: Kalian tidak akan, tidak akan pernah bisa berdamai dengan Hamas. Islam, ideologi yang mereka anut itu, tidak memperbolehkan mereka mengalami perdamaian dengan kaum Yahudi. Mereka percaya pada hadis yang mengatakan Nabi Muhammad berperang melawan Yahudi sehingga mereka pun harus melanjutkan peperangan itu sampai mati.”<br />
Apakah ini sebabnya para Muslim melakukan serangan bunuh diri?<br />
”Lebih dari sekedar itu sih. Seluruh masyarakat memuliakan kematian dan teroris bunuh diri. Di dalam budaya Palestina, teroris bunuh diri jadi pahlawan syahid. Para Sheikh mengajarkan pada murid-muridnya tentang ‘kepahlawanan dalam syahid’.”<br />
Meskipun banyak kritik datang dari tempat asalnya, California yang sekarang jadi tempat tinggalnya, tidak dapat menghilangkan kerinduan hatinya.<br />
”Aku rindu Ramallah,” katanya. “Orang-orang yang berpikiran terbuka … Aku terutama merindukan ibuku, saudara-saudara laki-laki dan perempuanku, tapi aku tahu bahwa akan sulit sekali bagiku kembali ke Ramallah saat ini.”<br />
<a href="http://www.haaretz.com/hasen/spages/1007462.html" rel="nofollow">http://www.haaretz.com/hasen/spages/1007462.html</a><br />
Menikmati kehidupan barunya di California, USA, Yousef junior sadar betul akan dampak wawancaranya ini. Bukan hanya ia akan menyinggung perasaaan keluarganya, ia kini ragu bisa pulang kembali ke Ramallah. “Saya tahu saya mempertaruhkan nyawa saya dan jelas akan kehilangan ayah saya. Tapi saya harap ia akan mengerti ini dan Tuhan akan memberikan dirinya dan seluruh keluarga saya kesabaran dan keinginan untuk membuka mata mereka bagi Yesus dan agama Kristen.”<br />
Ini latar belakangnya:<br />
Masab-Joseph: Saat SMA saya belajar syariah. Tahun 1996, ketika saya berusia 18, saya ditangkap tentara Israel karena saya kepala Masy Islam di SMA saya. Inilah titik mulanya proses penyadaran saya.<br />
“Sebelumnya saya hanya mengenal Hamas lewat ayah saya. Tadinya saya mengagumi Hamas, karena saya mengagumi ayah saya. Tapi setelah 16 bulan dalam penjara, saya menyadari wajah Hamas sebenarnya. Hamas adalah organisasi negatif. Sebuah organisasi yang buruk secara fundamental. Dalam penjara Megiddo saya tiba-tiba menyadari apa sebenarnya Hamas. Orang-orang Hamas di penjara (Israel) mendapatkan keadaan (makanan) yg jauh lebih baik, belum lagi ijin kunjungan keluarga mereka dan fasilitas mandi. Sementara orang-orang Hamas tidak punya moral, tidak punya integritas. Tetapi mereka tidak sebodoh Fatah, yg mencuri di siang bolong di depan umum. Hamas mencuri dengan cara diam-diam sambil bersikap sok suci. Cepat atau lambat uang hasil korupsi ini akan mengangkangi bangsa Palestina sendiri! [Bahkan di penjara Israel pun, Hamas saling menyiksa sesama anggota--siapapun yg dicurigai menjadi kolaborator Israel.]<br />
“Tidak seorangpun yang tahu benar seluk beluk cara kerja Hamas. Contoh, saya ingat betul bagaimana keluarga Saleh Talahmeh, anggota tangan militer Hamas, yang dibunuh Israel, terpaksa menggembel minta bantuan teman-temannya karena mereka tidak ditinggalkan uang sepeser pun. Pemimpin-pemimpin Hamas tidak peduli dengan mereka ataupun dengan keluarga-keluarga martir/syuhada-syuhada lainnya, sementara para anggota senior sering berfoya-foya di luar negeri, menghabiskan puluhan ribu dollar per bulan untuk membiayai bodyguard saja!”<br />
Setelah saya keluar dari penjara (Israel), saya kehilangan kepercayaan kepada mereka yang mewakili Islam.”<br />
 Pada saat wawancara ini, ayahnya masih belum juga tahu bahwa ia telah murtad ke Kristen.<br />
Ayahnya yang BINGUNG setelah mengetahui anaknya murtad &amp; minta suaka ke USA!<br />
‘Mosok sih …. ???’ katanya sambil menunjuk foto puteranya!<br />
“Wawancara ini akan membuka mata banyak orang dan menggoyahkan Islam sampai ke akar-akarnya. Saya tidak berlebihan kok!”<br />
Bagaimana ia tertarik pada agama lain ?<br />
“Ini dimulai 8 tahun yg lalu. Saya berada di Yerusalem dan menerima undangan untuk mendengar ceramah tentang agama Kristen. Dari situ saya semakin ingin tahu dan mulai membaca INJIL dengan diam-diam, sambil meneruskan pelajaran syariah. Ayat seperti “CINTAILAH MUSUHMU” sangat mempengaruhi saya. Saya ketika itu masih Muslim dan tidak pernah menyangka akan murtad. Tetapi setiap hari saya melihat hal-hal mengerikan yang dilakukan atas nama Islam oleh Muslim-Muslim yang menganggap diri ‘bangsa pilihan Allah.’ Saya kembali mempelajari Quran dan prinsip-prinsip agama itu dan berkesimpulan bahwa Islam salah dan menyesatkan. Muslim meminjam ritual dan tradisi dari agama-agama sekitarnya.”<br />
… Saya anggap Islam adalah sebuah kebohongan besar. Orang-orang yang mewakili Islam lebih memuja Muhammad ketimbang Tuhan, membunuh orang-orang tidak bersalah atas nama Islam, memukuli istri-istri mereka dan sama sekali tidak tahu apa itu Tuhan. Saya tidak ragu bahwa mereka akan ke neraka.<br />
Orang Palestina, kalau tidak punya musuh, akan memerangi sesamanya. Dalam 20 thn nanti akan timbul konflik antara berbagai grup Hamas. Sekarang saja mereka sudah mulai cekcok tentang penguasaan uang.”<br />
“Kalian Yahudi harus sadar: Kalian tidak akan pernah bisa berdamai dengan Hamas. Islam, ideologi yang mengontrol mereka, tidak akan pernah mengijinkan mereka berdamai dengan Yahudi. Mereka percaya bahwa Muhammad memerangi Yahudi dan oleh karena itu mereka harus melanjutkan perang itu sampai mati. Mereka harus membalas dendam terhadap siapapun yang tidak menerima Muhammad, seperti Yahudi yang di Quran digambarkan sebagai keturunan kera dan babi. Dalam pandangan Hamas, perdamaian dengan Israel akan mengKONTRADIKSIkan syariah dan Quran, dan menganggap Yahudi tidak punya hak di Palestina.”<br />
“Saya meninggalkan tanah luas di Ramallah hanya untuk mencapai kebebasan murni. Saya ingin kesempatan untuk membuka mata Muslim dan menunjukkan kebenaran tentang agama mereka, menarik mereka dari kegelapan dan penjara Islam.<br />
… Islam tidak akan survive untuk lebih dari 25 tahun. Dulu mereka (Muslim) berhasil menakut-nakuti orang, tetapi sekarang, di jaman internet seperti sekarang ini, mereka tidak lagi bisa menyembunyikan kebenaran.”<br />
JONATHAN HUNT: Tolong ceritakan pada saya mengenai Hamas dan bagaimana kelompok ini bisa tetap eksis? Apakah Hamas adalah sebuah organisasi keagamaan Islamik yang murni dan penuh dengan tipu daya, sebagaimana yang anda lihat, atau apakah ada bagian-bagian di dalamnya yang merupakan masalah bagi anda? Atau apakah menurutmu Hamas adalah sebuah organisasi yang baik? Apa artinya Hamas bagimu?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Jika kita berbicara mengenai orang, ada banyak orang dimana pun. Di setiap tempat kita pasti akan menemukan orang-orang yang baik. Maksudku adalah orang-orang baik yang Tuhan telah ciptakan.<br />
Apakah mereka mengerjakan hal-hal yang menjadi urusan mereka? Ya, mereka mengerjakan hal-hal yang menjadi urusan mereka. Sebagai contoh, saya mengenal orang-orang yang mendukung Hamas tetapi mereka tidak pernah terlibat dalam serangan-serangan teroris. Mereka mengikuti Hamas sebab mereka mengasihi Allah dan mereka berpikir bahwa Hamas itu merepresentasikan Allah. Mereka tidak memiliki pengetahuan, mereka tidak mengenal Tuhan yang sejati, dan mereka tidak pernah mempelajari kekristenan. Tetapi Hamas, sebagai representasi dari Islam, adalah sebuah masalah yang besar.<br />
Masalahnya bukanlah Hamas, masalahnya bukan terletak pada orang-orang. Akar masalahnya adalah Islam itu sendiri sebagai sebuah ideologi, ya sebagai sebuah ideologi. Dan mengenai Hamas sebagai sebuah organisasi, serta kepemimpinan Hamas, termasuk ayah saya. Mereka bertanggungjawab untuk semua kekerasan yang terjadi melalui organisasi ini. Saya tahu bahwa mereka menjustifikasikan tindakan mereka sebagai reaksi atas agresi Israel, tetapi tetap saja, mereka adalah bagian dari hal itu, dan mereka harus membuat keputusan-keputusan dalam operasi-operasi melawan Israel, dimana mereka pada akhirnya harus membunuh banyak rakyat sipil tak berdosa.<br />
 Mosab Hassan Yousef adalah seorang anak muda yang luar biasa dengan kisah hidup yang luar biasa pula. Dia adalah putera seorang pemimpin yang paling berpengaruh dlm organisasi militan Hamas di Tepi Barat dan tumbuh di dalam sebuah keluarga Islam yang taat.<br />
Kini, pada usia 30 thn, ia menghadiri gereja evangelis Kristen di Barabbas<br />
Road, San Diego, Calif. Ia murtad dari Islam, meninggalkan keluarganya di Ramallah dan sedang mencari suaka di AS.<br />
Cerita hidupnya sungguh menakjubkan. Dibawah ini cuplikan wawancara eksklusif dengan FOX News dimana ia menceritakan bagaimana seorang Muslim Tepi Barat menjadi Kristen West Coast (Pantai Barat AS).<br />
JONATHAN HUNT: Mengapa, setelah 25 thn, anda berubah ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Saya percaya bahwa semua tembok yg didirikan Islam selama 1.400 tahun terakhir ini tidak lagi eksis. Mereka (Muslim) tidak mengakui ini. Mereka mendirikan tembok-tembok ini dan membiarkan orang tetap dalam kebodohan karena mereka takut. Mereka tidak ingin orang membahas apapun mengenai realitas Islam, mengenai pertanyaan-pertanyaan penting tentang Islam, dan mereka meminta kepada pengikut-pengikut mereka, ‘Jangan tanya tentang hal-hal tertentu itu.’<br />
Tapi kini, orang memiliki media. Jika seorang ayah mengurung puterinya di rumah, puterinya akan duduk di belakang komputernya dan melancong ke seluruh pelosok dunia. Jadi, orang bisa mendapatkan informasi, pengetahuan, searching engines, sehingga sangat sangat mudah bagi siapa pun untuk mempelajari Islam, disamping agama-agama lainnya. Tidak dari sudut pandang Islam, namun dari sudut pandang lain. Jadi dalam 25 thn nanti, ini jelas akan membawa perubahan besar dalam dunia Arab dan Muslim.<br />
JONATHAN HUNT: Anda berbicara dari sebuah perspektif unik, sebagai  lelaki yg tidak saja dibesarkan dalam keluarga Islam tetapi sebagai bagian dari organisasi yang dianggap sebagai kekuatan ekstrim dalam Islam: Hamas. Apakah realitas Islam? Kau mengatakan orang tidak melihat realitasnya; Apa realitas Islam?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Ada dua fakta yang tidak dimengerti Muslim … Saya perkirakan, lebih dari 95% Muslim tidak mengerti agama mereka sendiri. Islam muncul dalam bahasa yg jauh lebih keras daripada bahasa yg digunakan Muslim sekarang, sehingga mereka tidak mengerti (bahasa Islam yang sebenarnya) … Mereka hanya menggantungkan diri kepada para ulama untuk mendapatkan pengetahuan mereka ttg agama ini.<br />
Kedua, mereka tidak mengerti apapun tentang agama-agama lain. Masyarakat Kristen yg hidup sebagai minoritas dalam sebuah mayoritas Muslim lebih memilih untuk tidak berbicara tentang Yesus Kristus karena itu terlalu BERBAHAYA bagi mereka.<br />
Jadi, semua pandangan Muslim tentang agama-agama lain di bumi ini hanya datang dari perspektif Islam. Nah, realitas ini yang tidak dimengerti kebanyakan orang.<br />
JIka orang-orang Muslim, mulai mengerti agama mereka — terutama, agama mereka — dan melihat kandungannya yang mengerikan itu, mereka akan mulai mengerti bagaimana semua ini bisa terjadi …karena kebanyakan ulama hanya berfokus pada hal-hal tertentu dari Islam. Ini karena mereka terlalu malu untuk membahas hal-hal di luar itu.<br />
JONATHAN HUNT: Contohnya ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Seperti istri-istri Muhammad, misalnya. Kau tidak akan pernah mendengar kotbah di mesjid tentang istri-istri Muhammad, yang kemungkinan lebih dari 50 — walau tidak ada satu pun orang yang mengetahuinya, by the way. Tanyakan sendiri kepada mayoritas Muslim, dan mereka tidak tahu menahu tentang fakta ini.<br />
Jadi, mereka MALU membahas ini, jadi mereka cuma berbicara tentang kejayaan Islam, kemenangan-kemenangan yang dicapai Muhammad. Tapi, begitu orang memandang diri sendiri, mereka akan melihat bahwa mereka sebenarnya kalah. Mereka b o d o h, tidak terdidik, tidak mampu memimpin dunia seperti yang mereka harapkan. Oleh karena itu mereka ingin kembali kepada masa jaya itu dengan melakukan apa yang dilakukan Muhammad, tidak peduli bahwa hal itu terjadi 1.400 thn lalu dan tidak akan terulang lagi.<br />
JONATHAN HUNT: Apakah mereka ingin menghancurkan agama Kristen ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Islam memang sudah menghancurkan agama Kristen dari permulaan dan Muslim tidak mengakui bahwa mereka menusuk hati Kristen dengan mengatakan bahwa Yesus tidak mati di salib. Muslim menganggap bahwa ini caranya menghormatinya (nabi Isa).<br />
Ini yang dilakukan Muslim. Mereka tidak mengerti bahwa ini bagian yang paling penting dari agama Kristen : SALIB !!!<br />
Jadi, mereka berpandangan sempit. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan, dan inilah asal usul segala ide jahat di belakang agama yang bernama Islam ini.<br />
JONATHAN HUNT: Apa peristiwa khusus yang memulai merubah pendapat anda tentang Islam ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Sejak kecil saya sudah memiliki sejumlah pertanyaan sulit, bahkan keluarga saya sering mencela saya, ‘Kau memang anak keras kepala dan kami sulit menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Mengapa sih kau nanya-nanya melulu ?’ Jadi, inilah permulaannya.<br />
Namun saya merasa bahwa semuanya — dan ayah saya adalah contoh bagus bagi saya karena ia memang orang jujur dan bersahaja, sangat baik terhadap ibu saya dan terhadap kami, dan membesarkan kami dengan prinsip-prinsip pengampunan. Nah, oleh karena itu saya menyangka semua orang Islam seperti ini.<br />
Ketika saya berusia 18 thn, saya ditahan orang Israel dan mendekam di sebuah penjara Israel. Tetapi di sana Hamas memiliki kontrol atas anggota-anggota mereka yang ada di dalam, dan saya melihat Hamas menyiksa orang-orang dengan sangat-sangat kejam.<br />
JONATHAN HUNT: Maksudmu, anggota Hamas saling menyiksa sesama anggota ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Pemimpin-pemimpin Hamas ! Pemimpin-pemimpin Hamas yang kita kini saksikan di TV saat ini, dan pemimpin-pemimpin besar, bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap anggota-anggota mereka sendiri. Mereka tidak menyiksa saya, tapi ini tetap sebuah syok bagi saya, melihat mereka menyiksa sesama anggota mereka: menusuk kuku-kuku dengan jarum, membakar tubuh-tubuh mereka, dan juga banyak yang dibunuh.<br />
JONATHAN HUNT: Tapi mengapa mereka membunuh orang2 mereka sendiri?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Karena curiga bahwa mereka (korban-korban mereka itu) telah bekerja sama dengan pihak Israel dan bekerjasama dengan penjajah-penjajah Israel melawan Hamas … Jadi ratusan orang jadi korban. Saya menyaksikan penyiksaan ini selama setahun. Nah, itulah titik perubahan paling besar dalam hidup saya. Saya mulai membuka mata saya. Tapi saya masih merasa bahwa ada Muslim baik dan ada Muslim jahat. Muslim baik, seperti ayah saya, dan Muslim buruk seperti orang-orang Hamas ini yang menyiksa rekan-rekan mereka sendiri.<br />
Nah, itulah permulaan mata saya terbuka lebar.<br />
JONATHAN HUNT: Anda berbicara tentang Muslim baik, seperti ayah anda, tetapi tetap saja anda meninggalkan agama ayah anda. Bukankah kau bisa saja menjadi Muslim baik seperti ayah anda ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Nah, ini nih realitasnya : saya mendalami agama Kristen — yang tadinya saya salah mengerti secara total, karena saya mempelajarinya dari sudut Islam, padahal tidak ada satu pun yang benar tentang Kristen kalau dipelajari dari sudut Islam.<br />
Ketika saya mendalami Injil dengan perlahan-lahan, ayat demi ayat, saya memastikan dulu bahwa ini buku Tuhan, pernyataan Tuhan, sehingga saya mulai memandang Injil dengan cara berbeda. Tidak mudah bagi saya utk mengatakan bahwa Islam adalah salah.<br />
Islam adalah ayah saya. Saya dibesarkan untuk satu ayah — 22 tahun untuk ayah itu — dan seorang ayah lain datang kepada saya dan mengatakan, ‘Maaf, SAYAlah ayahmu.’ Dan saya tersentak, ‘Apa maksudmu? Saya punya ayah saya sendiri, dan dia adalah Islam!’ Dan lalu ayah agama Kristen mengatakan kepada saya, ‘Tidak, sayalah ayahmu. Saya berada dalam penjara, dan ini (Islam) bukan ayahmu.’<br />
Nah, itulah yang terjadi. Tidak mudah untuk percaya bahwa (Islam) bukan ayahmu lagi. Jadi saya harus mendalami Islam sekali lagi dari sudut pandang lain untuk menyadari semua kesalahan, kesalahan-kesalahan besar dan dampaknya, tidak hanya terhadap Muslim — yang nilai-nilainya saya benci … saya tidak suka tradisi manapun yang hanya menyulitkan kehidupan orang.<br />
— tapi juga dampaknya bagi umat manusia. Pada umat manusia ! Mengapa manusia saling membunuh dalam nama Allah?<br />
Nah, mulailah saya dengan pasti menyimpulkan bahwa problemnya adalah Islam, bukan Muslim — saya tidak dapat membenci Muslim karena Tuhan mencintai mereka dari permulaan. Dan Tuhan tidak menciptakan sampah. Tuhan menciptakan orang-orang baik yang dicintaiNya, tapi Muslim adalah orang-orang SAKIT, mereka memiliki pemikiran berbeda. Saya tidak lagi membenci mereka tapi saya sangat sedih melihat mereka; dan satu-satunya cara bagi mereka untuk berubah adalah dengan mengenal siapa Tuhan dan mana jalan Yang Lurus.<br />
JONATHAN HUNT: Apakah kau tidak khawatir dengan pernyataan-pernyataan seperti ini — mengingat latar belakangmu, pernyataan-pernyataanmu akan sangat diperhatikan — akan meningkatkan kesulitan, kebencian antara Kristen dan Muslim di dunia saat ini ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Ini bisa terjadi kalau seseorang Kristen datang kepada Muslim dan berbicara tentang realitas Islam. Tapi anyway Kristen memang sudah ditempatkan dalam daftar musuh mereka, bahkan sebelum mereka membuka mulut tentang Islam. Jadi, jika kau pergi ke mereka sebagai Kristen, Muslim akan langsung merasa tersinggung dan membencimu dan ini jelas akan meningkatkan jurang antara kedua agama — tetapi apa yang membuat orang seperti saya bisa berubah ?<br />
Beberapa tahun lalu, ketika saya disana, Tuhan membuka mata dan juga otak saya dan saya menjadi orang yang berubah total. Jadi sekarang, saya bisa melakukan kewajiban ini, kalian sebagai Kristen bisa membantu saya melakukannya, tapi kalian mungkin tidak sanggup. Muslim kini tidak lagi memiliki alasan.<br />
JONATHAN HUNT: Seberapa sulit proses meninggalkan keluargamu dan rumahmu?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Ibarat mencabut kulit saya dari tulang-tulang saya, begitu kira-kira. Saya cinta keluarga saya, mereka cinta saya. Dan adik-adik saya seperti putera-putera saya sendiri. Saya membesarkan mereka. Pada dasarnya, ini keputusan terbesar dalam hidup saya.<br />
Saya meninggalkan semuanya, tidak hanya keluarga saya. Jika kau memutuskan untuk murtad dari Islam ke Kristen, tidak cukup untuk mengatakan goodbye dan thank you. Tidak cukup. Kau juga membelakangi budaya, peradaban, tradisi, masyarakat, keluarga, agama, Allah — atau apa yang kusangka sebagai Tuhan selama bertahun-tahun! Jadi, ini sesuatu yang sangat sulit dan penuh resiko. Orang menyangka ini hal mudah, seperti sesuatu yang sepele. Kini di AS saya mendapatkan kebebasan saya dna ini sungguh luar biasa. Tetapi di lain pihak, tidak ada yang bisa menggantikan keluarga … berat kehilangan keluarga —<br />
JONATHAN HUNT: Jadi, kau kehilangan keluargamu ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Keluarga saya terdidik dan ini juga sulit bagi mereka. Mereka meminta saya berkali-kali, khususnya selama dua hari pertama, untuk menyembunyikan agama saya yang baru ini dan tidak mengumumkannya di media.<br />
Tapi saya diwajibkan Tuhan untuk mengumumkan namaNya dan memujaNya ke seluruh dunia karena penghargaan bagi saya adalah bahwa Ia akan melakukan hal yang sama bagi saya. Jadi, saya lakukan ini sebagai sebuah kewajiban. Saya ingin tahu berapa orang yang bisa melakukan apa yang saya lakukan sekarang. Saya belum menemukan satu orangpun.<br />
Saya harus kuatkan diri. Ini tantangan yang sangat besar. Ini keputusan yang sangat besar dalam hidup saya. Saya tidak main-main. Saya tidak melakukan ini untuk kebahagiaan dunia. Saya melakukannya untuk satu alasan: Saya percaya. Setiap hari orang menderita karena kepercayaan yang salah. Saya bisa membantu mengeluarkan mereka dari lingkaran tidak berkesudahan ini … lingkaran yang disediakan Setan untuk mereka.<br />
JONATHAN HUNT: Kau masih sempat berbicara dengan ayahmu?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Tidak ada kesempatan untuk berkomunikasi dengan ayah saya karena ia sekarang di penjara dan tidak ada telpon di penjara.<br />
JONATHAN HUNT: Apakah anggota keluargamu tidak bercerita kepadamu tentang reaksi ayahmu ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Mereka memang mengunjunginya. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana reaksinya, tapi saya yakin ia sangat sedih tentang keputusan saya ini. Tapi ia juga akan mengerti, karena ia tahu saya, dan ia tahu saya bukan tipe orang yang mengambil keputusan secara enteng, tanpa kepercayaan kuat.<br />
JONATHAN HUNT: Apakah kau akan semakin menyulitkan posisinya di antara sesama anggota Hamas ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: JELAS! Keluarga saya, termasuk ayah saya harus menanggung beban atas keputusan saya ini. Ini bukan keputusan mereka. Ini keputusan saya, tapi mereka tetap harus menanggung beban dan saya minta — saya berdoa bagi ayah, semua kakak dan adik-adik saya di gereja ini, selalu berdoa setiap kali bagi mereka — ‘Tuhan, bukalah mata mereka, pemikiran mereka, untuk datang kepada Kristus. Dan berikan rahmatmu karena mereka juga harus menanggung salib ini dengan saya.’<br />
JONATHAN HUNT: Kau percaya bahwa Israel tidak bersalah dlm konflik ini ?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Okupasi memang buruk. Tapi kami disini berbicara tentang ide. Israel memiliki HAK untuk membela diri, tidak ada yang bisa membantah hal ini. Kadang mereka menggunakan terlalu banyak agresi terhadap penduduk. Kadang banyak penduduk tewas karena tentara-tentara Israel kurang bertanggung jawab, tentang bagaimana mereka memperlakukan orang di checkpoint.<br />
Pesan saya kepada tentara Israel: setidaknya perlakukan orang dengan cara pantas di checkpoint. Tapi ini bukan masalah antar bangsa, tapi tentang ide-ide salah pada kedua pihak, dan satu-satunya cara untuk keluar dari lingkaran setan ini adalah dengan mengenal prinsip-prinsip yg dibawa Yesus ke bumi ini : grace, love, forgiveness. Tanpa ini, mereka tidak akan pernah maju ataupun mematahkan lingkaran yang tidak berkesudahan ini.<br />
JONATHAN HUNT: Kau percaya bahwa Israel kelak akan mengadakan perjanjian damai dengan Hamas?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Tidak mungkin. Ini seperti api co-exist dengan air. Tidak mungkin. Hamas bisa main politik selama 10 tahun, 15 tahun; tapi tanya saja setiap pemimpin Hamas, ‘Okay, apa yg akan terjadi setelah itu? Apakah kalian akan co-exist dengan Israel untuk selama-lamanya ?’ Jawabannya sudah pasti TIDAK … KECUALI mereka melakukan sesuatu yang melanggar Quran. Tapi itu sudah ideologi mereka dan mereka tidak akan beranjak darinya. Jadi, tidak mungkin. Ini bukan soal Israel, bukan soal Hamas: ini menyangkut kedua ideologi. Tidak mungkin.<br />
JONATHAN HUNT: Kau tidak takut dibunuh karena mengutarakan hal-hal<br />
macam ini — yang bahkan akan diridhoi oleh beberapa bagian Quran?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Mereka harus membunuh pemikiran-pemikiran saya terlebih dahulu. Tapi pemikiran-pemikiran saya sudah beredar luas. Jadi, bagaimana mereka akan membunuh pemikiran saya? Bagaimana mereka akan membunuh pendapat-pendapat yang saya miliki? … Mereka bisa bunuh tubuh saya, tapi tidak jiwa saya.<br />
JONATHAN HUNT: Kau pernah diancam?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: No, not really. Jujur saja, banyak Muslim dan pemimpin Muslim di AS ini, di masyarakat Eropa, mencoba mencari saya. Mereka menelpon keluarga saya, ibu saya untuk mengetahui cara menghubungi saya. Mereka mengatakan kepada ibu saya, ‘Kami ingin membantunya.’<br />
JONATHAN HUNT: Mereka percaya kau butuh bantuan?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Yeah, mereka pikir saya dimanipulasi oleh orang-orang Kristen. Nah, disinilah mereka salah total. Saya sudah menjadi Kristen untuk waktu lama dan tidak seorangpun tahu. Sudah beberapa tahun ini saya menjadi Kristen. Tapi sekarang saya baru mengumumkannya.<br />
Mereka tahu saya berpendidikian dan mendalami Islam dan Kekristenan. Ketika saya mengambil keputusan, ini bukan karena saya kena jampi-jampi atau mencoba meyakinkan saya. Ini 100% keputusan saya seorang diri.<br />
JONATHAN HUNT: Apa pesanmu bagi Muslim yang mendengarmu saat ini?<br />
MOSAB HASSAN YOUSEF: Pesan saya adalah, pertama-tama, bukalah pemikiran kalian. Mereka lahir dari keluarga-keluarga Muslim — inilah bagaimana mereka masuk Islam … seperti juga keluarga-keluarga Kristen maupun Yahudi.<br />
Jadi, saya ingin mereka membuka mata mereka, pemikiran mereka dan membayangkan diri mereka tidak lahir dalam keluarga Muslim. Untuk apa Tuhan memberikan mereka otak? Bukalah hati kalian!!! Baca Injil!!! Pelajarilah agamamu!!! Saya ingin membuka pintu gerbang bagi mereka. Saya ingin mereka bebas. Mereka pasti ingin hidup dengan baik di dunia dengan cara mengikuti Tuhan – dan mereka juga akan menemukan jaminan bagi hidup di akhirat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mardinah</title>
		<link>http://oyonk.com/pasca-gempa-warga-sumbar-dipaksa-pindah-agama/comment-page-1/#comment-1620</link>
		<dc:creator>mardinah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 11:27:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oyonk.com/?p=566#comment-1620</guid>
		<description>“Bukan semua orang yang murtad dari Islam adalah karena menjadi Kristen. Ada yang sudah menjadi jenu dengan apa yang mereka lihat di dalam terorisme dan kebencian dan ingin menjadi merdeka.”
 
Diterjemahkan dari: Confessions of a Former Islamist
http://www.faithfreedom.org/Testimonials/AhmedShalakamy50521.htm
Cerita yang berikut ini sungguh merenggut hati. Saya menantang anda untuk membacanya dan tidak menangis. Jika anda berhasil, maka Anda boleh memberi diri Anda medali karena menjadi monster yang buta hati nurani. 
Ini adalah kesaksian sampai fakta bahwa kepercayaan jahat memaksa manusia melakukan kekejaman yang tak masuk akal. Anwar Shaikh, anti Islamist yang terkenal, mengaku bahwa selama Partition, ketika dia muda, dia begitu diisi dengan kebencian bahwa dia keluar dengan belati dan membunuh dua Sikh yang tidak bersalah, seorang bapak dan seorang anak lelaki dan Hindu. Dia tidak mengenal korbannya yang mana pun. Dia membunuh mereka karena mereka adalah yang pertama non-orang Muslim dia lihat di jalan. Kenangan kejahatannya menghantuinya sampai hari ini. Tetapi pikiran orang yang percaya seperti pikiran dalam pengaruh obat. Dia betul-betul tak manusiawi.
 
Bangladeshi Hindu ini ditangkap di jalan. Dia dibawa ke mesjid dan dikalahkan sampai mati. Dia meminta dengan sangat karena kemurahan hati, tetapi tidak mempunyai efek di hati pemuja Satan Muslim yang membatu. Mereka meneriakkan, &quot;bunuh kafir, bunuh kafir&quot; dan meneriakkan Allah u Akbar sedangkan Vimal Patak bertemunya agonizing kematian. 
Manusia tidak dilahirkan jahat, mereka menjadi jahat lewat indoktrinasi.
Oleh: Ahmed Awny Shalakamy 
Saya dibesarkan di Giza, Mesir. Bapak saya adalah seorang kontraktor gedung dan terlibat dalam aktivitas Islam. Dia adalah ketua salah satu perkumpulan-perkumpulan Islam lokal dan bertanggung jawab karena untuk mengumandangkan adzan. Dia juga memberi pelajaran Islam dan berberapa kali berpidato di mesjid pada sholat Jumat. 
Bapak saya membenci orang Kristen. Dia mengajarkan kepada saya bahwa mereka adalah kafir yang membantah diri sendiri dengan mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan sedangkan Kitab mereka yang sudah diubah mempunyai ayat yang membuktikan dia adalah seorang nabi. Ini semua adalah bagian dari retorik yang biasa kami dengar dari pengeras suara mesjid, dan dari radio dan audio kaset di jalan. Di suasana seperti itu, seorang anak Muslim di Mesir disusui kebencian bersamaan dengan air susu ibunya. 
Perkumpulan ayah saya aktif dalam banyak bidang. Menyediakan asrama bagi gadis, bengkel, klinik, toko tanaman, madrassah untuk belajar Quran dan bagian untuk berkhotbah agama Islam. Kepentingan utama perkumpulannya seharusnya menyebarkan agama Islam dengan segala cara. 
Selama peraturan mendiang Presiden Anwar El Sadat, Grand Imam of El Azhar Mohamed Abdel Halim Mahmoud dilibatkan dalam bersekongkol bersama dengan Wakil Presiden Sadat’s Mr Hussein el Shafei. Syekh Keshk juga dilibatkan di perencanaan ini bersama dengan Mohamed Osman Ismail, Assiut’s sebelumnya gubernur, dan Mohamed Abdel Mohsen Saleh. Baik Ismail maupun Saleh adalah bapak pendiri berbagai perkumpulan penyebaran Islam yang muncul , dan di antaranya bapak saya terlibat. 
Tujuan dari kelompok-kelompok ini adalah untuk mengubah Mesir menjadi negara Islam dalam waktu 50 tahun. Anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, yang terkait dengan paham Wahabi dan pangeran minyak dari teluk, membiayai rencana ini. Uang dikeluarkan dengan boros untuk merayu wanita dan gadis Kristen dengan cara apapun yang dimungkinkan. Biaya di tahun 70-an dan awal 80-an adalah sekitar lima ribu Pound Mesir untuk menjebak masing-masing gadis. Uang dibagi sehingga laki-laki Muslim yang menjebak wanita Kristen ke dalam konversi menjadi Islam mendapatkan separuh, dan anggota polisi dan perkumpulan-perkumpulan yang terkait akan mendapat setengah yang lain. 
Kerja perkumpulan-perkumpulan dakwah di Mesir ini terus terjadi dan bayaran untuk mengkonversi dengan cara menipu gadis Kristen sekarang ini menjadi lebih tinggi. Dewasa ini bayaran rata-rata bagi seorang gadis kebanyakan adalah sepuluh ribu Pound Mesir dan bayaran bisa menjadi dua ratus ribu Pound Mesir jika gadis tsb dari keluarga Kristen yang terkenal, atau anak perempuan seorang profesor universitas, seorang wakil menteri, atau berhubungan dengan seseorang dari kependetaan. 
Seperti bapak saya, saya juga dilibatkan dengan perkumpulan pendakwahan. Sesudah kami berhasil mengubah seorang wanita Kristen, kami akan menghina orang Kristen dengan mengarak gadis yang telah di tipu masuk Islam di jalan. Kami memainkan musik keras dan bendera yang dilambaikan sambil meneriakkan “Allahu Akbar” untuk mengumumkan kemenangan agama Islam. Kami juga akan menyanyi semboyan untuk memalukan orang Kristen. Tak ada orang Kristen yang akan menghalangi pawai ini yang dilindungi oleh polisi. 
Ini adalah hal yang umum sampai tahun 1985 ketika pawai seperti itu dilarang. Namun, kami tetap meneruskan kampanye kami untuk mengubah wanita Kristen bagaimanapun juga. Kami tetap fokus untuk mengkonversi gadis dan wanita karena kami percaya ini adalah bentuk penghinaan yang lebih luar biasa bagi orang Kristen. Di timur, kehormatan seorang pria ada pada anak perempuan, saudara perempuan atau istrinya, dan oleh sebab itu memalukan yang mana pun di antara mereka adalah penghinaan tertinggi baginya 
Kami mempergunakan bermacam-macam trik untuk menjebak wanita Kristen. Kami terutama mencari cara untuk mempengaruhi emosi dan gerak hati mereka. Kami juga akan membuat wanita ini dilibatkan di skandal moril dan menggunakannya untuk memaksa mereka untuk melakukan yang mana pun kami inginkan. Ini adalah apa yang saya lakukan, selama saya dilibatkan dengan perkumpulan dakwah ini. 
Selain menerima bayaran untuk kerja ini, saya yakin bahwa saya mendapat hadiah tambahan karena setiap waktu saya membuat seorang wanita Kristen memeluk Islam, saya akan mendapat hadiah sebidang tanah di surga.
N.M.A. 
NMA semula dari Kairo dan pergi ke perguruan di kota di mana keluarga saya tinggal. Saya masih dalam tahun pertama saya di perguruan tsb pada saat itu, dan ini adalah kasus pertama saya menyebarkan Islam. 
Dia sangat cantik. Dia mempunyai beberapa teman gadis Muslim yang memberi tahu saya bahwa dia adalah sasaran yang mudah. Mereka mengatur saya untuk menemuinya dan saya berlatih berpura-pura bahwa saya benar-benar jatuh cinta padanya, menatapnya dengan nafsu dan memalsukan suara menggigil. 
Ketika NMA dan saya pertama kali mulai berbicara, saya menanyakan beberapa pertanyaan mengenai kepercayaan Kristen kepadanya. Saya tersadar bahwa saya mesti mengubah taktik saya jika saya bermaksud menjebaknya. Saya mulai meyakinkannya bahwa saya mencintainya dan saya mengerjakannya sampai dia jatuh cinta pada saya. Teman gadisnya mengetahui apa yang terjadi dan menolong saya dengan berbicara dengannya tentang cinta saya baginya. Saya memberi tahunya bahwa kami bisa menikah dan tetap menjaga kepercayaan kami yang berbeda, karena agama Islam membolehkan orang Muslim menikah dengan orang yang diberi Kitab karena mereka percaya pada Tuhan. Saya bebas melakukan apa saja dengannya dan dia menjadi hamil. 
Saya diam-diam pergi ke gereja dengannya beberapa kali dan saya malah membelikan buku-buku Kristen, ikon dan roti persahabatan untuk meyakinkannya bahwa saya adalah seorang pengagum agama Kristen. Saya memberi tahunya bahwa saya dengan girang sudah akan mengubah agama saya menjadi Kristen, tetapi tidak bisa melakukannya karena saya akan dibunuh oleh keluarga saya. Saya kemudian memberi tahunya bahwa saya mencintainya dan tidak bisa hidup tanpa dia dan jika dia mengubah agamanya menjadi Islam, dia tidak akan dibunuh, karena dia mengandung bayi kami -- buah cinta kami. 
Dia takut dan tidak mengetahui apa yang mesti dilakukan. Pada waktu itu, saya memintanya untuk tidak memutuskan hubungannya dengan Gereja, untuk bertindak sebagai dia biasanya dan sebagai kamuflase untuk tetap ke gereja pada hari Kamis selama pengakuan, pada hari Jumat selama komuni dan lagi pada hari Minggu selama Misa. Dia mengikuti perintah saya dan suatu hari sesuai dengan perintah saya, dia tiba dengan kopor dan barang-barang perhiasan emasnya, dan kami bermalam di rumah saya di Gameat El Dewal El Arabia Street. Pada hari Sabtu pagi, dia mempunyai janji dengan orang yang bertanggung jawab di El Azhar. Saya mengatur pelariannya ke kota di mana dia menghadiri perguruan dan di mana saya hidup sampai dia menyelesaikan studinya. Saya kemudian membuat namanya diganti menjadi Fatima El Zahra Mohamed Ali El Mahdi. 
Usaha keluarganya dan orang Kristen lain untuk mengambilnya kembali sia-sia. Saya pastikan bahwa dia sendiri yang dengan tekat bulat menolak untuk kembali, sesudah kolega saya dan saya mengindoktrinasinya. Usaha saya berhasil sehingga dia menjadi betul-betul diyakinkan bahwa dia sekarang menyembah Tuhan sejati agama Islam. 
Sesudah lima minggu mencapai kemenangan ini untuk agama Islam dan mendapat hadiah keuangan saya, saya menentukan bahwa saya tidak mau menyimpan pelacur durhaka ini sebagai istri saya. Dia murah bagi saya dan hanyalah alat pemuasan kesenangan seks. Bagaimana saya bisa mempunyai seorang anak lelaki dengannya yang mempunyai darah kafir Kristen itu? Saya beralasan. Saya menyuruhnya melakukan aborsi dan saya mempergunakan hak sah saya untuk memukulnya. Saya juga mengharuskannya bekerja untuk makanannya. Saya memberi tahunya dia mesti melayani tuan Muslimnya yang menaruh atap di atas kepalanya dan dia mesti berterima kasih bahwa saya menikahkannya dan menyelamatkannya dari rasa malunya. 
Saya mulai berpikir untuk mengulangi yang sama lagi dengan wanita lain, agar saya bisa melayani hidup saya, agama saya dan di akhirat. Saya percaya dengan melakukan ini saya akan melayani agama saya dengan memaksa kafir memeluk agama Islam; saya akan melayani hidup saya dengan mendapat hadiah keuangan; dan saya akan melayani hidup saya di akhirat dengan mendapatkan banyak hektar tanah tertulis atas nama saya di surga. Saya juga akan mempunyai seorang tukang pembersih rumah secara gratis. Dia akan bekerja untuk makanannya dan ketika saya mau memakainya untuk kesenangan, dia akan menjadi budak seks saya. 
Saya menikmati menyakiti, memukul dan mempermalukan Fatima (NMA). 
Saya positif dia tidak sungguh-sungguh memeluk agama Islam dan bahwa dia hanya menyerah pada naluri kewanitaannya. Semua ini membuat saya lebih tak segan untuk melakukan balas dendam terhadapnya. Fatima tinggal dengan saya selama tiga tahun, tujuh bulan dan dua belas hari sampai satu Minggu pada 1998 ketika saya memeluk agama Kristen. Saya adalah seorang ateis dan menghindari tiap orang, sebelum menjadi orang Kristen. Tetapi sewaktu saya meneruskan pencarian saya, saya percaya Yesus Kristus menampakkan diri Nya kepada saya. 
Saya mengatakan kepada istri saya tentang perubahan kepercayaan saya. Dia tidak percaya kepada saya pada mulanya. Selama tiga tahun tujuh bulan dan dua belas hari Fatima tinggal dengan saya, saya telah memaksa delapan orang gadis mengubah keyakinan mereka menjadi Islam. Sesudah saya menjadi orang Kristen, saya mencari untuk memulihkan masing-masing sembilan wanita yang mengubah agama mereka karena saya, demikian juga yang oleh bapak saya. Saya sekarang berdoa untuk mereka dan saya terus mendapat berita baik tentang pemulihan kembali satu per satu dari mereka.
D.B.A
Ketika saya menemui DBA, dia belajar di perguruan yang jaraknya satu setengah jam dari rumahnya. Dia berasal dari keluarga kaya. Bapak dan ibunya adalah dokter dan saudara laki-lakinya adalah dokter di angkatan bersenjata Mesir. Meskipun dia adalah orang yang rajin ke gereja, dia tidak terlalu taat beragama. DBA sangat ramah dalam persahabatannya baik dengan orang Muslim dan orang Kristen. Meskipun ada keserasiannya, kami tidak merasa itu mudah dan kami memutuskan untuk menggunakan permainan kotor. Sebagai seorang muslim laki-laki, kami percaya kami sedang berperang terus-menerus dengan “Kafir Najis&quot; dan oleh karena itu tidaklah menjadi masalah untuk memperdayakan mereka. 
Suatu hari saya mendapat kunjungan dari seorang laki-laki muda Muslim yang memberi tahu saya dia ingin menikah dengan DBA dan meminta saya menolongnya meyakinkan dia untuk masuk Islam. Setelah melalui banyak perencanaan, saya mendapatkan bahwa teman baiknya adalah orang muslimah yang taat beragama. Tetapi dia masih menganggap gadis Kristen itu sebagai saudara perempuannya dan saya terganggu oleh ini. 
Oleh sebab itu saya mengunjungi gadis Muslim dan berbicara dengannya tentang kepercayaannya yang salah mengenai agama Kristen dan mengingatkannya pada Allah yang mana mengatakan di Quran (orang Yahudi dan orang Kristen tidak akan menyetujui anda sampai anda mengikuti agama mereka) dan juga (Kamu orang-orang percaya, tidak boleh mengambil orang Yahudi dan orang Kristen sebagai teman dan yang orang yang berteman dengan mereka adalah dari mereka, karena Allah tidak menunjukkan jalan yang benar kepada orang yang tak adil). 
Saya mengatakan kepadanya bahwa jihad melawan mereka adalah kewajiban setiap orang Muslim dan dia sebaiknya membantu menyumbang pada kemenangan agama Islam. Gadis Muslim itu akhirnya yakin bahwa saya benar dan menanyakan apa yang dikehendaki darinya. Saya menyuruhnya untuk tidak memperlihatkan kebencian kepada teman Kristennya, tetapi tetap memperlakukannya seperti biasa dan malah mencoba memperkuat persahabatan mereka dan mengikuti semua perintah saya. 
Saya kemudian pergi bertemu seorang apoteker Muslim yang adalah seorang anggota perkumpulan kami dan meminta kepadanya obat untuk menyebabkan halusinasi. Saya mengatakan kepadanya mengapa saya memerlukan obat. Dia memberi tahu saya dia mau membantu menghasilkan kemenangan bagi agama Islam dan oleh karena itu dia menyetujui menyediakannya. Saya kemudian memberikan obat kepada gadis Muslim dan menyuruhnya melarutkan dua biji tablet di gelas susu dan memberikannya kepada DBA untuk diminum, dan lalu menelpon kami begitu dia melihat ada perubahan pada gadis Kristen itu. 
Gadis muslim itu menelpon kami begitu DBA mulai berhalusinasi dan kehilangan kontrol di apartemennya. Ketika teman saya dan saya tiba, kami mempunyai kamera dan camcoder. Kami memulai bergurau dengan DBA dan dia menjawab, tidak menyadari apa yang sedang kami lakukan sampai teman saya berhasil menelanjangi pakaiannya dan membawanya ke kamar tidur. 
Saya merekam segalanya di video dan mengambil gambar selama sekitar tiga jam. Ketika DBA sadar kembali, dia menyadari apa yang telah terjadi dan mulai menjerit dan menangis. Dia menghina kami, agama Islam dan nabi agama Islam, dan mencoba merobek-robek Quran, milik teman perempuan dia. Saya memperlihatkan kepadanya rekaman video dan foto dan mengancam membuat tiruan dan menyebarkan mereka kepada keluarganya, juga kepada keluarga Kristen lainnya. Saya mengingatkannya bahwa dia akan dipermalukan dengan skandal ini. Dia menangis dan tersungkur untuk mencium sepatu kami yang meminta dengan sangat kepada kami untuk tidak melakukan ini, tetapi kami mendesak bahwa dia mesti melakukan apa pun yang kami perintahkan kepadanya, karena dia tahu bahwa saudara laki-laki dan keluarganya pasti akan membunuhnya jika mereka melihat rekaman video itu. 
Dia akhrinya menyerah. Air matanya dan keputus asaannya membuat saya gembira luar biasa. Selama beberapa minggu berikutnya, dia menemani kami kepada perkumpulan di mana dia diindoktrinasi oleh para syekh. Dia tidak bisa membantah dengan apa yang mereka katakan. Dia merana dan tidak pernah berhenti menangis. 
Kami mengajarkan kepadanya apa yang mesti dikatakan sebelum waktunya untuk pergi ke polisi. Dia mengikuti perintah kami ketika dia diwawancarai oleh polisi. Dan waktu ditanya seorang polisi, mengapa dia mau masuk Islam, dia mengatakan bahwa nabi Mohammad datang kepadanya dalam mimpi dan menyambutnya dengan sapaan Islam dan memanggilnya Aisha. Yesus juga ada dalam mimpinya, menyambutnya dengan sapaan Islam dan mencela semua orang Kristen dan mengatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dia mengatakan bahwa Yesus memberi tahunya bahwa dia adalah hamba Allah dan nabi Allah dan Mohamed adalah nabi Allah. Lalu, dia mengatakan, Yesus mencium kepala Muhammmad dan menyuruh dia untuk mengulangin kata-kata Allah dari Quran (yang percaya pada agama lain selain Islam, Allah tidak akan menerimanya dari mereka pada akhri jaman, dan mereka akan menjadi pecundang). 
Dia tak hanya mengatakan ini di depan polisi, tetapi juga kepada anggota keluarganya dan pendeta yang datang mengunjunginya. Reaksinya selama kunjungan ini, yang dinamakan sesi &quot;counselling&quot;, sudah kami rencanakan dan disetujui oleh polisi sebelum pertemuan. Semua ini adalah penipuan dan meskipun dia dikunjungi oleh pendeta yang berbeda, dia hanya bisa mengatakan kepada mereka apa yang sudah kami ajarkan kepadanya untuk mengatakannya. 
Sesudah semua prosedur hukum selesai, kami membuatkannya ID baru dan nama Islam baru: Aisha Abdalla Elmahdy. Kami sudah mencapai rencana kami dan laki-laki Muslim itu, Yasser, seorang Mujahid, mendapat gadis yang dia inginkan serta hadiah uangnya, yang cukup besar karena dia dari keluarga Kristen yang terkenal. Saya mendapat 25% dari bagiannya, ditambah bagian saya yang saya bayarkan kepada orang terlibat dalam kerjasama ini. 
Keluarga Aisha menjadi tak dihormati dan dipermalukan sebagaimana sudah diharapkan. Akibatnya, ibunya menjual apoteknya dan bapaknya yang dijualkan kliniknya. Mereka pindah ke tempat di mana mereka bisa hilang jauh dari orang banyak untuk melarikan diri dari skandal. 
Kemudian Aisha menikah dengan Yasser dan hidup sebagai seorang yang terbuang, karena dia dipandang rendah olehnya mertuanya. Dia dinikahi selama dua bulan ketika Yasser mengatakan dia sudah cukup dengannya dan tidak mau memeliharanya lagi. Dia menceraikannya dan mengusirnya ke jalanan. 
Karena dia telah menjadi saudara perempuan kami di dalam Islam dan tidak bisa dibiarkan menjadi tunawisma, saya membawanya ke perkumpulan di mana dia hidup dan bekerja sebagai seorang pembantu, membersihkan klinik untuk makanan dan penginapannya. Dia tinggal di sana selama tiga bulan sampai dia secara sah boleh menikahi lagi. 
Calon pengantin laki-lakinya adalah orang Muslim yang mengetahui ceritanya. Dia adalah seorang kuli dan sudah menikah dengan enam orang anak. Siang hari, dia bekerja di bengkel pemeliharaan di bagian administrasi pemerintahan. Aisha tidak mau menikahkannya dan memohon kami untuk tidak melaksanakannya. Kami mengabaikannya, dan dia terpaksa untuk menikah dengan seorang laki-laki dia tidak suka. 
Dia hidup dalam kesengsaraan. Dia bekerja sebagai seorang pembantu untuk membersihkan rumah dan menjual sayur untuk memberi makan suaminya dan anaknya. Mustahil membayangkan bahwa dia dulu adalah seorang gadis dari keluarga dokter yang kaya dan seorang mahasiswi. Hidupnya rusak. Suami keduanya menceraikannya sesudah lima bulan. 
Karena dia sudah menikah dua kali dia tidak menikahi lagi dan karena banyak sudah mengetahui mengenai rekaman video dan foto yang diambil ketika dia terbius, dia dianggap tak bersih. Dia menjadi tunawisma dan mesti bermalam di perkemahan darurat di mana dia hidup di kondisi yang di bawah standar kemanusiaan. Ketika dia sudah mencapai dasar, dia menangis: Tuhan bermurah hatilah kepada saya. Tuhan memperlihatkan kemurahan hati dan mengabulkan doanya. 
Selama waktu dia menjadi tunawisma, saya menjadi seorang Kristen yang sedang mencari gadis yang pernah saya perdayakan untuk masuk agama Islam. Saya mengetahui apa yang sudah terjadi dengannya dan bermaksud mengunjunginya dengan istri saya yang sudah kembali ke gereja. Istri saya dan saya menawarkan diri untuk memeliharanya di rumah kami. Kami mencoba memberitahukan orang-tuanya tentang situasinya, oleh sebab itu saya memberangkatkan seorang keluarga istri saya bersama dengan seorang pendeta yang berbicara dengan mereka. 
Semuanya menangis mendengar berita itu dan mereka ingin melihatnya. 
Reuni keluarga diadakan di salah satu gereja di Kairo. Adalah reuni yang sangat mengesankan. Meskipun saya mengira orang-tuanya akan menghukumnya, ternyata mereka tidak dan sangat bahagia melihatnya. 
Sewaktu keluarganya memeluk dan menciumnya, saya begitu tersentuh oleh cinta yang saya saksikan sehingga saya bertanya-tanya mengapa kami menyakiti orang Kristen seperti yang kami lakukan itu. Saya selalu memandang rendah senyum di wajah mereka ketika kami mencela, menyakiti atau mempermalukan mereka. Saya dulu biasa memberi tahu diri sendiri bahwa senyum mereka adalah senyum kedengkian karena mereka adalah minoritas dan tidak bisa menghadapi kami orang-orang muslim dengan berani. Sekarang saya mengetahui sebab untuk senyum mereka. Adalah cinta mereka, pengampunan dan toleransi mereka terhadap musuh mereka. Itu adalah sifat Kristen untuk membuat perdamaian. 
Sesudah DBA menemui keluarganya, dia kembali ke rumah dengan mereka dan mereka menyambutnya dengan cinta dan kebaikan sebagaimana Alkitab mengatakan ttg cerita seorang anak lelaki yang sadar dan kembali. Ibunya membelikannya pakaian yang indah dan bapaknya membelikan barang-barang perhiasannya. Mereka merayakan kepulangannya dan mengulangi kata Alkitab (anak perempuan Kami telah meninggal dan sekarang hidup kembali, dan hilang dan sekarang ditemukan). 
Permintaan diajukan kepada Dewan Tata Usaha untuk mengesahkan kembalinya dia pada agama Keristen, yang kemudian disetujui. Seorang pengacara Kristen bersedia untuk mengajukan permohonan ke pengadilan untuk memberikannya kembali nama dan kartu pengenalnya. 
Pengadilan memutuskan sesuai dengan permohonannya. Dia sekarang tinggal di Perancis di mana dia melayani di Gereja Koptik dengan suami dan anak perempuannya.
NMM 
NMM masih murid menengah atas dan tinggal di sebuah desa. Ia dari keluarga kelas menengah dan lebih dekat kepada bapaknya ketimbang ibunya. Dulunya ia suka ke gereja, menghadiri konferensi-konferensi agama dan membeli rekaman ceramah. Ia juga senang menonton film tentang para martyr dan orang-orang suci. Santo yang paling disukainya adalah St George. 
NMM jatuh cinta kepada seorang lelaki Kristen yang kerja di tempat turis. Lelaki tsb berhasil menarik keluarganya dari kemiskinan, mengawinkan adik-adik perempuannya dan menyekolahkan adik-adik laki-lakinya. Ia juga aktif sebagai pemimpin gereja. Ia berhasil membeli rumah kecil dan tinggal di sebuah desa dimana jumlah penduduk Kristen seperempat dari total penduduk. 
Ibu NMM ternyata tidak puas dengan pilihan puterinya dan menghalangi anaknya bertemu dengan pacarnya. Ia sering memukuli puterinya dan menghinanya didepan teman-temannya. Ia bahkan mencoba menjodohkan puterinya dengan saudara sepupunya, namun puterinya menolak dan meminta ayahnya untuk campur tangan, hal yang tidak disukai sang ibu. 
Para pamannya pun ikut campur, memukulinya dengan sabuk kulit di jalanan sambil menampar mukanya. Ketika ia sadar dari shock ia lari dan berjerit minta tolong. Rumah pertama yang dimasukinya adalah rumah salah satu teman muslimnya. Teman wanita ini lalu menyiraminya dengan kata-kata manis. NMM lalu senang terhadap sikap temannya ini. 
Teman wanita ini memiliki saudara lelaki bernama Hasan Abu Zeid yang bekerja sebagai pekerja bangunan. Hasan datang kepada saya dan menceritakan kejadian tersebut. Saya mengatakan bahwa perempuan ini mudah dibujuk dan jika ia ingin meraup kemenangan bagi Islam dan mencintai Rasulullah ia harus melamar perempuan tsb. Ia setuju dan saya menemaninya menemui perempuan tsb dan bercerita bagaimana Islam penuh maaf dan adanya problem-problem dalam Injil. Saya mengisi otaknya bahwa cara terbaik membalas dendam terhadap keluarganya adalah dengan masuk Islam dan menikahi seseorang yang akan menghormatinya. Saya mengatakan bahwa saya akan memberikan mereka tempat tinggal lengkap dengan perabotan, juga pekerjaan begitu ia menerima ijazah. 
Pada akhirnya, kami berhasil menyelundupkan NMM dari rumahnya dan dengan Hasan pergi ke kantor polisi dan menemui kepala detektif. Ia meminta agar surat-surat ganti agamanya disiapkan. Namun ini tidak mudah karena ia masih dibawah umur dan harus tunggu sampai berusia 18. Tetapi kalau tidak sabar, kata sang kepala detektif, mudah saja memalsukan sertifikat lahir dengan bantuan Al-Azhar. 
Saya meminta Sheik Abu El-Yazeed di Tanta agar menyembunyikan NMM. Sheik segera membantu. Kami membawa gadis tsb ke rumahnya dimana ia menetap selama 3 minggu dan selama waktu itu kami memberinya obat penenang agar memudahkan proses pencucian otak. Pada saat itu, desanya yang dulunya tenang kini tegang dan penuh ancaman kekerasan antar suku, karena sang kepala detektif mengancam penduduk Kristen. Ia mengatakan bahwa NMM telah masuk Islam dan jika mereka protes mereka akan dipenjara. 
Ini membuat golongan Kristen semakin resah. Bentrokan sektarian terjadi ketika salah satu dari mereka menyerang rumah milik keluarga muslim yang menolongnya sembunyi. Desa tsb sampai dikelilingi Pasukan Keamanan selama 45 hari. Kami sampai harus memindahkan NMM dari rumah Sheik El Yazeed ke Sheik Mohamad selama 10 hari. Kami juga meneruskan program pencucian otaknya dengan obat-obatan selama program dengan para sheik tsb. 
Sekali lagi kami harus memindahkanya, kali ini ke daerah Mohandessin di Giza Square, Kairo. Dengan bantuan Sheik Nagui Yadem di Beheira, kami berhasil memalsukan sertifikat lahirnya, mengakui bahwa ia berusia 22 tahun. Ini memang keahlian Sheik Yadem dalam membantu orang ganti agama ke Islam. 
Kami lalu pergi ke Al-Azhar, mempercepat prosedur penggantian nama dan agama. Sementara itu, kami dengar bahwa situasi sektarian di desa asal NMM menjadi semakin panas, karena golongan Kristen menyebarkan selebaran menentang Islam dan menyerang muslimin. Ketika saya pergi solat Jumat, saya dan teman-taman saya dikenali oleh lelaki-lelaki Kristen dan diserang. Saya luka-luka dan masih memiliki bekas luka-luka hari itu di jidat saya. 
Seorang anggota partai oposisi dan anggota parlemen berbicara atas nama keluarga NMM. Hasilnya, masalah ini diajukan kepada Menteri Dalam Negeri yang memerintahkan investigasi. Sementara itu kami mentransfer NMM ke rumah Sheik Yasser di Samalout dan kemudian ke Insinyur Ibrahim Abdul Aziz. Aziz juga temah Sheikh Yousry dan Sheik Khaled. 
Kami ditekan dari berbagai sudut agar memenangkan masalah ini bagi Islam, khususnya dengan intervensi badan hak azasi manusia dan aksi mogok makan oleh adik perempuan NMM. 
Selama ini kami terus memberikan NMM obat-obatan dan membuatnya mendengarkan ceramah sheik dan guru-guru agama selama beberapa jam setiap hari. 
Instruksi dari polisi jelas : NMM akan ditanyai seberapa dalam kepercayaannya kepada Islam. Jika jawabannya positif, ia akan diserahkan kepada gereja yang akan memberinya counselling. Konversinya ke Islam hanya akan disahkan setelah ia mencapai umur 18 sesuai sertifikat lahir aslinya dan bukan sertifikat palsunya. Jika jawabannya negatif, maka ia akan dikembalikan kepada keluarganya dan tindakan hukum akan dikenakan kepada kepala detektif yang terlibat. Orang yang dimaksudkan ini adalah Letnan Ismail Adham Elberkawi, kepala detektif setempat. Ia dihukum dengan dimutasi ke daerah terpencil dan dilepaskan dari tugas-tugas detektif. 
Kami kini mempersiapkan NMM untuk menemui wakil dari Departemen dalam Negeri. Ia mengatakan akan memberi jawaban yang sudah kami dipersiapkan, tetapi ternyata ia membohongi kami. Dengan mengenakan hijab penuh, ia dibawa ke Markas Polisi untuk menemui Bapak dan pendetanya, tetapi begitu ia melihat ayahnya ia menangis dan meratap ke lantai untuk mencium kakinya. Ia minta agar dibawa menemui adiknya yang sedang mengadakan aksi mogok makan. Walaupun ia takut kepada kami, NMM rupanya sangat mengkhawatirkan adiknya. Ia segera menemui wakil Depdagri dan ketika ditanya tentang Islam, sang wakil kaget akan hinaan yang keluar dari mulut NMM terhadap Islam dan Muslimin. Ia juga menuntut agar mereka semua dihukum. Sang wakil Depdagri tsb langsung memulangkannya ke keluarganya dan membatalkan sertifikat ganti agama yang dikeluarkan Al-Azhar. Ini merupakan pukulan bagi kami dan kami merasa bahwa kaum Muslimin dipermalukan gadis ini dan semua penduduk Kristen yang memprotes. 
Segera setelah ia kembali kepada keluarganya, mereka pindah ke Kaliub, tempat kerja ayahnya. Saya mencoba untuk merayunya kembali kedalam Islam dan berpura-pura jatuh cinta padanya dan bersedia masuk Kristen demi cintanya, tetapi percuma saja karena pacarnya akan membunuh saya. Ia kini ibu 3 anak dan bekerja di kantor pengacara Kristen.
 
Comments	Add New
Search


Please login/register to write a comment.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>“Bukan semua orang yang murtad dari Islam adalah karena menjadi Kristen. Ada yang sudah menjadi jenu dengan apa yang mereka lihat di dalam terorisme dan kebencian dan ingin menjadi merdeka.”</p>
<p>Diterjemahkan dari: Confessions of a Former Islamist<br />
<a href="http://www.faithfreedom.org/Testimonials/AhmedShalakamy50521.htm" rel="nofollow">http://www.faithfreedom.org/Testimonials/AhmedShalakamy50521.htm</a><br />
Cerita yang berikut ini sungguh merenggut hati. Saya menantang anda untuk membacanya dan tidak menangis. Jika anda berhasil, maka Anda boleh memberi diri Anda medali karena menjadi monster yang buta hati nurani.<br />
Ini adalah kesaksian sampai fakta bahwa kepercayaan jahat memaksa manusia melakukan kekejaman yang tak masuk akal. Anwar Shaikh, anti Islamist yang terkenal, mengaku bahwa selama Partition, ketika dia muda, dia begitu diisi dengan kebencian bahwa dia keluar dengan belati dan membunuh dua Sikh yang tidak bersalah, seorang bapak dan seorang anak lelaki dan Hindu. Dia tidak mengenal korbannya yang mana pun. Dia membunuh mereka karena mereka adalah yang pertama non-orang Muslim dia lihat di jalan. Kenangan kejahatannya menghantuinya sampai hari ini. Tetapi pikiran orang yang percaya seperti pikiran dalam pengaruh obat. Dia betul-betul tak manusiawi.</p>
<p>Bangladeshi Hindu ini ditangkap di jalan. Dia dibawa ke mesjid dan dikalahkan sampai mati. Dia meminta dengan sangat karena kemurahan hati, tetapi tidak mempunyai efek di hati pemuja Satan Muslim yang membatu. Mereka meneriakkan, &#8220;bunuh kafir, bunuh kafir&#8221; dan meneriakkan Allah u Akbar sedangkan Vimal Patak bertemunya agonizing kematian.<br />
Manusia tidak dilahirkan jahat, mereka menjadi jahat lewat indoktrinasi.<br />
Oleh: Ahmed Awny Shalakamy<br />
Saya dibesarkan di Giza, Mesir. Bapak saya adalah seorang kontraktor gedung dan terlibat dalam aktivitas Islam. Dia adalah ketua salah satu perkumpulan-perkumpulan Islam lokal dan bertanggung jawab karena untuk mengumandangkan adzan. Dia juga memberi pelajaran Islam dan berberapa kali berpidato di mesjid pada sholat Jumat.<br />
Bapak saya membenci orang Kristen. Dia mengajarkan kepada saya bahwa mereka adalah kafir yang membantah diri sendiri dengan mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan sedangkan Kitab mereka yang sudah diubah mempunyai ayat yang membuktikan dia adalah seorang nabi. Ini semua adalah bagian dari retorik yang biasa kami dengar dari pengeras suara mesjid, dan dari radio dan audio kaset di jalan. Di suasana seperti itu, seorang anak Muslim di Mesir disusui kebencian bersamaan dengan air susu ibunya.<br />
Perkumpulan ayah saya aktif dalam banyak bidang. Menyediakan asrama bagi gadis, bengkel, klinik, toko tanaman, madrassah untuk belajar Quran dan bagian untuk berkhotbah agama Islam. Kepentingan utama perkumpulannya seharusnya menyebarkan agama Islam dengan segala cara.<br />
Selama peraturan mendiang Presiden Anwar El Sadat, Grand Imam of El Azhar Mohamed Abdel Halim Mahmoud dilibatkan dalam bersekongkol bersama dengan Wakil Presiden Sadat’s Mr Hussein el Shafei. Syekh Keshk juga dilibatkan di perencanaan ini bersama dengan Mohamed Osman Ismail, Assiut’s sebelumnya gubernur, dan Mohamed Abdel Mohsen Saleh. Baik Ismail maupun Saleh adalah bapak pendiri berbagai perkumpulan penyebaran Islam yang muncul , dan di antaranya bapak saya terlibat.<br />
Tujuan dari kelompok-kelompok ini adalah untuk mengubah Mesir menjadi negara Islam dalam waktu 50 tahun. Anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, yang terkait dengan paham Wahabi dan pangeran minyak dari teluk, membiayai rencana ini. Uang dikeluarkan dengan boros untuk merayu wanita dan gadis Kristen dengan cara apapun yang dimungkinkan. Biaya di tahun 70-an dan awal 80-an adalah sekitar lima ribu Pound Mesir untuk menjebak masing-masing gadis. Uang dibagi sehingga laki-laki Muslim yang menjebak wanita Kristen ke dalam konversi menjadi Islam mendapatkan separuh, dan anggota polisi dan perkumpulan-perkumpulan yang terkait akan mendapat setengah yang lain.<br />
Kerja perkumpulan-perkumpulan dakwah di Mesir ini terus terjadi dan bayaran untuk mengkonversi dengan cara menipu gadis Kristen sekarang ini menjadi lebih tinggi. Dewasa ini bayaran rata-rata bagi seorang gadis kebanyakan adalah sepuluh ribu Pound Mesir dan bayaran bisa menjadi dua ratus ribu Pound Mesir jika gadis tsb dari keluarga Kristen yang terkenal, atau anak perempuan seorang profesor universitas, seorang wakil menteri, atau berhubungan dengan seseorang dari kependetaan.<br />
Seperti bapak saya, saya juga dilibatkan dengan perkumpulan pendakwahan. Sesudah kami berhasil mengubah seorang wanita Kristen, kami akan menghina orang Kristen dengan mengarak gadis yang telah di tipu masuk Islam di jalan. Kami memainkan musik keras dan bendera yang dilambaikan sambil meneriakkan “Allahu Akbar” untuk mengumumkan kemenangan agama Islam. Kami juga akan menyanyi semboyan untuk memalukan orang Kristen. Tak ada orang Kristen yang akan menghalangi pawai ini yang dilindungi oleh polisi.<br />
Ini adalah hal yang umum sampai tahun 1985 ketika pawai seperti itu dilarang. Namun, kami tetap meneruskan kampanye kami untuk mengubah wanita Kristen bagaimanapun juga. Kami tetap fokus untuk mengkonversi gadis dan wanita karena kami percaya ini adalah bentuk penghinaan yang lebih luar biasa bagi orang Kristen. Di timur, kehormatan seorang pria ada pada anak perempuan, saudara perempuan atau istrinya, dan oleh sebab itu memalukan yang mana pun di antara mereka adalah penghinaan tertinggi baginya<br />
Kami mempergunakan bermacam-macam trik untuk menjebak wanita Kristen. Kami terutama mencari cara untuk mempengaruhi emosi dan gerak hati mereka. Kami juga akan membuat wanita ini dilibatkan di skandal moril dan menggunakannya untuk memaksa mereka untuk melakukan yang mana pun kami inginkan. Ini adalah apa yang saya lakukan, selama saya dilibatkan dengan perkumpulan dakwah ini.<br />
Selain menerima bayaran untuk kerja ini, saya yakin bahwa saya mendapat hadiah tambahan karena setiap waktu saya membuat seorang wanita Kristen memeluk Islam, saya akan mendapat hadiah sebidang tanah di surga.<br />
N.M.A.<br />
NMA semula dari Kairo dan pergi ke perguruan di kota di mana keluarga saya tinggal. Saya masih dalam tahun pertama saya di perguruan tsb pada saat itu, dan ini adalah kasus pertama saya menyebarkan Islam.<br />
Dia sangat cantik. Dia mempunyai beberapa teman gadis Muslim yang memberi tahu saya bahwa dia adalah sasaran yang mudah. Mereka mengatur saya untuk menemuinya dan saya berlatih berpura-pura bahwa saya benar-benar jatuh cinta padanya, menatapnya dengan nafsu dan memalsukan suara menggigil.<br />
Ketika NMA dan saya pertama kali mulai berbicara, saya menanyakan beberapa pertanyaan mengenai kepercayaan Kristen kepadanya. Saya tersadar bahwa saya mesti mengubah taktik saya jika saya bermaksud menjebaknya. Saya mulai meyakinkannya bahwa saya mencintainya dan saya mengerjakannya sampai dia jatuh cinta pada saya. Teman gadisnya mengetahui apa yang terjadi dan menolong saya dengan berbicara dengannya tentang cinta saya baginya. Saya memberi tahunya bahwa kami bisa menikah dan tetap menjaga kepercayaan kami yang berbeda, karena agama Islam membolehkan orang Muslim menikah dengan orang yang diberi Kitab karena mereka percaya pada Tuhan. Saya bebas melakukan apa saja dengannya dan dia menjadi hamil.<br />
Saya diam-diam pergi ke gereja dengannya beberapa kali dan saya malah membelikan buku-buku Kristen, ikon dan roti persahabatan untuk meyakinkannya bahwa saya adalah seorang pengagum agama Kristen. Saya memberi tahunya bahwa saya dengan girang sudah akan mengubah agama saya menjadi Kristen, tetapi tidak bisa melakukannya karena saya akan dibunuh oleh keluarga saya. Saya kemudian memberi tahunya bahwa saya mencintainya dan tidak bisa hidup tanpa dia dan jika dia mengubah agamanya menjadi Islam, dia tidak akan dibunuh, karena dia mengandung bayi kami &#8212; buah cinta kami.<br />
Dia takut dan tidak mengetahui apa yang mesti dilakukan. Pada waktu itu, saya memintanya untuk tidak memutuskan hubungannya dengan Gereja, untuk bertindak sebagai dia biasanya dan sebagai kamuflase untuk tetap ke gereja pada hari Kamis selama pengakuan, pada hari Jumat selama komuni dan lagi pada hari Minggu selama Misa. Dia mengikuti perintah saya dan suatu hari sesuai dengan perintah saya, dia tiba dengan kopor dan barang-barang perhiasan emasnya, dan kami bermalam di rumah saya di Gameat El Dewal El Arabia Street. Pada hari Sabtu pagi, dia mempunyai janji dengan orang yang bertanggung jawab di El Azhar. Saya mengatur pelariannya ke kota di mana dia menghadiri perguruan dan di mana saya hidup sampai dia menyelesaikan studinya. Saya kemudian membuat namanya diganti menjadi Fatima El Zahra Mohamed Ali El Mahdi.<br />
Usaha keluarganya dan orang Kristen lain untuk mengambilnya kembali sia-sia. Saya pastikan bahwa dia sendiri yang dengan tekat bulat menolak untuk kembali, sesudah kolega saya dan saya mengindoktrinasinya. Usaha saya berhasil sehingga dia menjadi betul-betul diyakinkan bahwa dia sekarang menyembah Tuhan sejati agama Islam.<br />
Sesudah lima minggu mencapai kemenangan ini untuk agama Islam dan mendapat hadiah keuangan saya, saya menentukan bahwa saya tidak mau menyimpan pelacur durhaka ini sebagai istri saya. Dia murah bagi saya dan hanyalah alat pemuasan kesenangan seks. Bagaimana saya bisa mempunyai seorang anak lelaki dengannya yang mempunyai darah kafir Kristen itu? Saya beralasan. Saya menyuruhnya melakukan aborsi dan saya mempergunakan hak sah saya untuk memukulnya. Saya juga mengharuskannya bekerja untuk makanannya. Saya memberi tahunya dia mesti melayani tuan Muslimnya yang menaruh atap di atas kepalanya dan dia mesti berterima kasih bahwa saya menikahkannya dan menyelamatkannya dari rasa malunya.<br />
Saya mulai berpikir untuk mengulangi yang sama lagi dengan wanita lain, agar saya bisa melayani hidup saya, agama saya dan di akhirat. Saya percaya dengan melakukan ini saya akan melayani agama saya dengan memaksa kafir memeluk agama Islam; saya akan melayani hidup saya dengan mendapat hadiah keuangan; dan saya akan melayani hidup saya di akhirat dengan mendapatkan banyak hektar tanah tertulis atas nama saya di surga. Saya juga akan mempunyai seorang tukang pembersih rumah secara gratis. Dia akan bekerja untuk makanannya dan ketika saya mau memakainya untuk kesenangan, dia akan menjadi budak seks saya.<br />
Saya menikmati menyakiti, memukul dan mempermalukan Fatima (NMA).<br />
Saya positif dia tidak sungguh-sungguh memeluk agama Islam dan bahwa dia hanya menyerah pada naluri kewanitaannya. Semua ini membuat saya lebih tak segan untuk melakukan balas dendam terhadapnya. Fatima tinggal dengan saya selama tiga tahun, tujuh bulan dan dua belas hari sampai satu Minggu pada 1998 ketika saya memeluk agama Kristen. Saya adalah seorang ateis dan menghindari tiap orang, sebelum menjadi orang Kristen. Tetapi sewaktu saya meneruskan pencarian saya, saya percaya Yesus Kristus menampakkan diri Nya kepada saya.<br />
Saya mengatakan kepada istri saya tentang perubahan kepercayaan saya. Dia tidak percaya kepada saya pada mulanya. Selama tiga tahun tujuh bulan dan dua belas hari Fatima tinggal dengan saya, saya telah memaksa delapan orang gadis mengubah keyakinan mereka menjadi Islam. Sesudah saya menjadi orang Kristen, saya mencari untuk memulihkan masing-masing sembilan wanita yang mengubah agama mereka karena saya, demikian juga yang oleh bapak saya. Saya sekarang berdoa untuk mereka dan saya terus mendapat berita baik tentang pemulihan kembali satu per satu dari mereka.<br />
D.B.A<br />
Ketika saya menemui DBA, dia belajar di perguruan yang jaraknya satu setengah jam dari rumahnya. Dia berasal dari keluarga kaya. Bapak dan ibunya adalah dokter dan saudara laki-lakinya adalah dokter di angkatan bersenjata Mesir. Meskipun dia adalah orang yang rajin ke gereja, dia tidak terlalu taat beragama. DBA sangat ramah dalam persahabatannya baik dengan orang Muslim dan orang Kristen. Meskipun ada keserasiannya, kami tidak merasa itu mudah dan kami memutuskan untuk menggunakan permainan kotor. Sebagai seorang muslim laki-laki, kami percaya kami sedang berperang terus-menerus dengan “Kafir Najis&#8221; dan oleh karena itu tidaklah menjadi masalah untuk memperdayakan mereka.<br />
Suatu hari saya mendapat kunjungan dari seorang laki-laki muda Muslim yang memberi tahu saya dia ingin menikah dengan DBA dan meminta saya menolongnya meyakinkan dia untuk masuk Islam. Setelah melalui banyak perencanaan, saya mendapatkan bahwa teman baiknya adalah orang muslimah yang taat beragama. Tetapi dia masih menganggap gadis Kristen itu sebagai saudara perempuannya dan saya terganggu oleh ini.<br />
Oleh sebab itu saya mengunjungi gadis Muslim dan berbicara dengannya tentang kepercayaannya yang salah mengenai agama Kristen dan mengingatkannya pada Allah yang mana mengatakan di Quran (orang Yahudi dan orang Kristen tidak akan menyetujui anda sampai anda mengikuti agama mereka) dan juga (Kamu orang-orang percaya, tidak boleh mengambil orang Yahudi dan orang Kristen sebagai teman dan yang orang yang berteman dengan mereka adalah dari mereka, karena Allah tidak menunjukkan jalan yang benar kepada orang yang tak adil).<br />
Saya mengatakan kepadanya bahwa jihad melawan mereka adalah kewajiban setiap orang Muslim dan dia sebaiknya membantu menyumbang pada kemenangan agama Islam. Gadis Muslim itu akhirnya yakin bahwa saya benar dan menanyakan apa yang dikehendaki darinya. Saya menyuruhnya untuk tidak memperlihatkan kebencian kepada teman Kristennya, tetapi tetap memperlakukannya seperti biasa dan malah mencoba memperkuat persahabatan mereka dan mengikuti semua perintah saya.<br />
Saya kemudian pergi bertemu seorang apoteker Muslim yang adalah seorang anggota perkumpulan kami dan meminta kepadanya obat untuk menyebabkan halusinasi. Saya mengatakan kepadanya mengapa saya memerlukan obat. Dia memberi tahu saya dia mau membantu menghasilkan kemenangan bagi agama Islam dan oleh karena itu dia menyetujui menyediakannya. Saya kemudian memberikan obat kepada gadis Muslim dan menyuruhnya melarutkan dua biji tablet di gelas susu dan memberikannya kepada DBA untuk diminum, dan lalu menelpon kami begitu dia melihat ada perubahan pada gadis Kristen itu.<br />
Gadis muslim itu menelpon kami begitu DBA mulai berhalusinasi dan kehilangan kontrol di apartemennya. Ketika teman saya dan saya tiba, kami mempunyai kamera dan camcoder. Kami memulai bergurau dengan DBA dan dia menjawab, tidak menyadari apa yang sedang kami lakukan sampai teman saya berhasil menelanjangi pakaiannya dan membawanya ke kamar tidur.<br />
Saya merekam segalanya di video dan mengambil gambar selama sekitar tiga jam. Ketika DBA sadar kembali, dia menyadari apa yang telah terjadi dan mulai menjerit dan menangis. Dia menghina kami, agama Islam dan nabi agama Islam, dan mencoba merobek-robek Quran, milik teman perempuan dia. Saya memperlihatkan kepadanya rekaman video dan foto dan mengancam membuat tiruan dan menyebarkan mereka kepada keluarganya, juga kepada keluarga Kristen lainnya. Saya mengingatkannya bahwa dia akan dipermalukan dengan skandal ini. Dia menangis dan tersungkur untuk mencium sepatu kami yang meminta dengan sangat kepada kami untuk tidak melakukan ini, tetapi kami mendesak bahwa dia mesti melakukan apa pun yang kami perintahkan kepadanya, karena dia tahu bahwa saudara laki-laki dan keluarganya pasti akan membunuhnya jika mereka melihat rekaman video itu.<br />
Dia akhrinya menyerah. Air matanya dan keputus asaannya membuat saya gembira luar biasa. Selama beberapa minggu berikutnya, dia menemani kami kepada perkumpulan di mana dia diindoktrinasi oleh para syekh. Dia tidak bisa membantah dengan apa yang mereka katakan. Dia merana dan tidak pernah berhenti menangis.<br />
Kami mengajarkan kepadanya apa yang mesti dikatakan sebelum waktunya untuk pergi ke polisi. Dia mengikuti perintah kami ketika dia diwawancarai oleh polisi. Dan waktu ditanya seorang polisi, mengapa dia mau masuk Islam, dia mengatakan bahwa nabi Mohammad datang kepadanya dalam mimpi dan menyambutnya dengan sapaan Islam dan memanggilnya Aisha. Yesus juga ada dalam mimpinya, menyambutnya dengan sapaan Islam dan mencela semua orang Kristen dan mengatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dia mengatakan bahwa Yesus memberi tahunya bahwa dia adalah hamba Allah dan nabi Allah dan Mohamed adalah nabi Allah. Lalu, dia mengatakan, Yesus mencium kepala Muhammmad dan menyuruh dia untuk mengulangin kata-kata Allah dari Quran (yang percaya pada agama lain selain Islam, Allah tidak akan menerimanya dari mereka pada akhri jaman, dan mereka akan menjadi pecundang).<br />
Dia tak hanya mengatakan ini di depan polisi, tetapi juga kepada anggota keluarganya dan pendeta yang datang mengunjunginya. Reaksinya selama kunjungan ini, yang dinamakan sesi &#8220;counselling&#8221;, sudah kami rencanakan dan disetujui oleh polisi sebelum pertemuan. Semua ini adalah penipuan dan meskipun dia dikunjungi oleh pendeta yang berbeda, dia hanya bisa mengatakan kepada mereka apa yang sudah kami ajarkan kepadanya untuk mengatakannya.<br />
Sesudah semua prosedur hukum selesai, kami membuatkannya ID baru dan nama Islam baru: Aisha Abdalla Elmahdy. Kami sudah mencapai rencana kami dan laki-laki Muslim itu, Yasser, seorang Mujahid, mendapat gadis yang dia inginkan serta hadiah uangnya, yang cukup besar karena dia dari keluarga Kristen yang terkenal. Saya mendapat 25% dari bagiannya, ditambah bagian saya yang saya bayarkan kepada orang terlibat dalam kerjasama ini.<br />
Keluarga Aisha menjadi tak dihormati dan dipermalukan sebagaimana sudah diharapkan. Akibatnya, ibunya menjual apoteknya dan bapaknya yang dijualkan kliniknya. Mereka pindah ke tempat di mana mereka bisa hilang jauh dari orang banyak untuk melarikan diri dari skandal.<br />
Kemudian Aisha menikah dengan Yasser dan hidup sebagai seorang yang terbuang, karena dia dipandang rendah olehnya mertuanya. Dia dinikahi selama dua bulan ketika Yasser mengatakan dia sudah cukup dengannya dan tidak mau memeliharanya lagi. Dia menceraikannya dan mengusirnya ke jalanan.<br />
Karena dia telah menjadi saudara perempuan kami di dalam Islam dan tidak bisa dibiarkan menjadi tunawisma, saya membawanya ke perkumpulan di mana dia hidup dan bekerja sebagai seorang pembantu, membersihkan klinik untuk makanan dan penginapannya. Dia tinggal di sana selama tiga bulan sampai dia secara sah boleh menikahi lagi.<br />
Calon pengantin laki-lakinya adalah orang Muslim yang mengetahui ceritanya. Dia adalah seorang kuli dan sudah menikah dengan enam orang anak. Siang hari, dia bekerja di bengkel pemeliharaan di bagian administrasi pemerintahan. Aisha tidak mau menikahkannya dan memohon kami untuk tidak melaksanakannya. Kami mengabaikannya, dan dia terpaksa untuk menikah dengan seorang laki-laki dia tidak suka.<br />
Dia hidup dalam kesengsaraan. Dia bekerja sebagai seorang pembantu untuk membersihkan rumah dan menjual sayur untuk memberi makan suaminya dan anaknya. Mustahil membayangkan bahwa dia dulu adalah seorang gadis dari keluarga dokter yang kaya dan seorang mahasiswi. Hidupnya rusak. Suami keduanya menceraikannya sesudah lima bulan.<br />
Karena dia sudah menikah dua kali dia tidak menikahi lagi dan karena banyak sudah mengetahui mengenai rekaman video dan foto yang diambil ketika dia terbius, dia dianggap tak bersih. Dia menjadi tunawisma dan mesti bermalam di perkemahan darurat di mana dia hidup di kondisi yang di bawah standar kemanusiaan. Ketika dia sudah mencapai dasar, dia menangis: Tuhan bermurah hatilah kepada saya. Tuhan memperlihatkan kemurahan hati dan mengabulkan doanya.<br />
Selama waktu dia menjadi tunawisma, saya menjadi seorang Kristen yang sedang mencari gadis yang pernah saya perdayakan untuk masuk agama Islam. Saya mengetahui apa yang sudah terjadi dengannya dan bermaksud mengunjunginya dengan istri saya yang sudah kembali ke gereja. Istri saya dan saya menawarkan diri untuk memeliharanya di rumah kami. Kami mencoba memberitahukan orang-tuanya tentang situasinya, oleh sebab itu saya memberangkatkan seorang keluarga istri saya bersama dengan seorang pendeta yang berbicara dengan mereka.<br />
Semuanya menangis mendengar berita itu dan mereka ingin melihatnya.<br />
Reuni keluarga diadakan di salah satu gereja di Kairo. Adalah reuni yang sangat mengesankan. Meskipun saya mengira orang-tuanya akan menghukumnya, ternyata mereka tidak dan sangat bahagia melihatnya.<br />
Sewaktu keluarganya memeluk dan menciumnya, saya begitu tersentuh oleh cinta yang saya saksikan sehingga saya bertanya-tanya mengapa kami menyakiti orang Kristen seperti yang kami lakukan itu. Saya selalu memandang rendah senyum di wajah mereka ketika kami mencela, menyakiti atau mempermalukan mereka. Saya dulu biasa memberi tahu diri sendiri bahwa senyum mereka adalah senyum kedengkian karena mereka adalah minoritas dan tidak bisa menghadapi kami orang-orang muslim dengan berani. Sekarang saya mengetahui sebab untuk senyum mereka. Adalah cinta mereka, pengampunan dan toleransi mereka terhadap musuh mereka. Itu adalah sifat Kristen untuk membuat perdamaian.<br />
Sesudah DBA menemui keluarganya, dia kembali ke rumah dengan mereka dan mereka menyambutnya dengan cinta dan kebaikan sebagaimana Alkitab mengatakan ttg cerita seorang anak lelaki yang sadar dan kembali. Ibunya membelikannya pakaian yang indah dan bapaknya membelikan barang-barang perhiasannya. Mereka merayakan kepulangannya dan mengulangi kata Alkitab (anak perempuan Kami telah meninggal dan sekarang hidup kembali, dan hilang dan sekarang ditemukan).<br />
Permintaan diajukan kepada Dewan Tata Usaha untuk mengesahkan kembalinya dia pada agama Keristen, yang kemudian disetujui. Seorang pengacara Kristen bersedia untuk mengajukan permohonan ke pengadilan untuk memberikannya kembali nama dan kartu pengenalnya.<br />
Pengadilan memutuskan sesuai dengan permohonannya. Dia sekarang tinggal di Perancis di mana dia melayani di Gereja Koptik dengan suami dan anak perempuannya.<br />
NMM<br />
NMM masih murid menengah atas dan tinggal di sebuah desa. Ia dari keluarga kelas menengah dan lebih dekat kepada bapaknya ketimbang ibunya. Dulunya ia suka ke gereja, menghadiri konferensi-konferensi agama dan membeli rekaman ceramah. Ia juga senang menonton film tentang para martyr dan orang-orang suci. Santo yang paling disukainya adalah St George.<br />
NMM jatuh cinta kepada seorang lelaki Kristen yang kerja di tempat turis. Lelaki tsb berhasil menarik keluarganya dari kemiskinan, mengawinkan adik-adik perempuannya dan menyekolahkan adik-adik laki-lakinya. Ia juga aktif sebagai pemimpin gereja. Ia berhasil membeli rumah kecil dan tinggal di sebuah desa dimana jumlah penduduk Kristen seperempat dari total penduduk.<br />
Ibu NMM ternyata tidak puas dengan pilihan puterinya dan menghalangi anaknya bertemu dengan pacarnya. Ia sering memukuli puterinya dan menghinanya didepan teman-temannya. Ia bahkan mencoba menjodohkan puterinya dengan saudara sepupunya, namun puterinya menolak dan meminta ayahnya untuk campur tangan, hal yang tidak disukai sang ibu.<br />
Para pamannya pun ikut campur, memukulinya dengan sabuk kulit di jalanan sambil menampar mukanya. Ketika ia sadar dari shock ia lari dan berjerit minta tolong. Rumah pertama yang dimasukinya adalah rumah salah satu teman muslimnya. Teman wanita ini lalu menyiraminya dengan kata-kata manis. NMM lalu senang terhadap sikap temannya ini.<br />
Teman wanita ini memiliki saudara lelaki bernama Hasan Abu Zeid yang bekerja sebagai pekerja bangunan. Hasan datang kepada saya dan menceritakan kejadian tersebut. Saya mengatakan bahwa perempuan ini mudah dibujuk dan jika ia ingin meraup kemenangan bagi Islam dan mencintai Rasulullah ia harus melamar perempuan tsb. Ia setuju dan saya menemaninya menemui perempuan tsb dan bercerita bagaimana Islam penuh maaf dan adanya problem-problem dalam Injil. Saya mengisi otaknya bahwa cara terbaik membalas dendam terhadap keluarganya adalah dengan masuk Islam dan menikahi seseorang yang akan menghormatinya. Saya mengatakan bahwa saya akan memberikan mereka tempat tinggal lengkap dengan perabotan, juga pekerjaan begitu ia menerima ijazah.<br />
Pada akhirnya, kami berhasil menyelundupkan NMM dari rumahnya dan dengan Hasan pergi ke kantor polisi dan menemui kepala detektif. Ia meminta agar surat-surat ganti agamanya disiapkan. Namun ini tidak mudah karena ia masih dibawah umur dan harus tunggu sampai berusia 18. Tetapi kalau tidak sabar, kata sang kepala detektif, mudah saja memalsukan sertifikat lahir dengan bantuan Al-Azhar.<br />
Saya meminta Sheik Abu El-Yazeed di Tanta agar menyembunyikan NMM. Sheik segera membantu. Kami membawa gadis tsb ke rumahnya dimana ia menetap selama 3 minggu dan selama waktu itu kami memberinya obat penenang agar memudahkan proses pencucian otak. Pada saat itu, desanya yang dulunya tenang kini tegang dan penuh ancaman kekerasan antar suku, karena sang kepala detektif mengancam penduduk Kristen. Ia mengatakan bahwa NMM telah masuk Islam dan jika mereka protes mereka akan dipenjara.<br />
Ini membuat golongan Kristen semakin resah. Bentrokan sektarian terjadi ketika salah satu dari mereka menyerang rumah milik keluarga muslim yang menolongnya sembunyi. Desa tsb sampai dikelilingi Pasukan Keamanan selama 45 hari. Kami sampai harus memindahkan NMM dari rumah Sheik El Yazeed ke Sheik Mohamad selama 10 hari. Kami juga meneruskan program pencucian otaknya dengan obat-obatan selama program dengan para sheik tsb.<br />
Sekali lagi kami harus memindahkanya, kali ini ke daerah Mohandessin di Giza Square, Kairo. Dengan bantuan Sheik Nagui Yadem di Beheira, kami berhasil memalsukan sertifikat lahirnya, mengakui bahwa ia berusia 22 tahun. Ini memang keahlian Sheik Yadem dalam membantu orang ganti agama ke Islam.<br />
Kami lalu pergi ke Al-Azhar, mempercepat prosedur penggantian nama dan agama. Sementara itu, kami dengar bahwa situasi sektarian di desa asal NMM menjadi semakin panas, karena golongan Kristen menyebarkan selebaran menentang Islam dan menyerang muslimin. Ketika saya pergi solat Jumat, saya dan teman-taman saya dikenali oleh lelaki-lelaki Kristen dan diserang. Saya luka-luka dan masih memiliki bekas luka-luka hari itu di jidat saya.<br />
Seorang anggota partai oposisi dan anggota parlemen berbicara atas nama keluarga NMM. Hasilnya, masalah ini diajukan kepada Menteri Dalam Negeri yang memerintahkan investigasi. Sementara itu kami mentransfer NMM ke rumah Sheik Yasser di Samalout dan kemudian ke Insinyur Ibrahim Abdul Aziz. Aziz juga temah Sheikh Yousry dan Sheik Khaled.<br />
Kami ditekan dari berbagai sudut agar memenangkan masalah ini bagi Islam, khususnya dengan intervensi badan hak azasi manusia dan aksi mogok makan oleh adik perempuan NMM.<br />
Selama ini kami terus memberikan NMM obat-obatan dan membuatnya mendengarkan ceramah sheik dan guru-guru agama selama beberapa jam setiap hari.<br />
Instruksi dari polisi jelas : NMM akan ditanyai seberapa dalam kepercayaannya kepada Islam. Jika jawabannya positif, ia akan diserahkan kepada gereja yang akan memberinya counselling. Konversinya ke Islam hanya akan disahkan setelah ia mencapai umur 18 sesuai sertifikat lahir aslinya dan bukan sertifikat palsunya. Jika jawabannya negatif, maka ia akan dikembalikan kepada keluarganya dan tindakan hukum akan dikenakan kepada kepala detektif yang terlibat. Orang yang dimaksudkan ini adalah Letnan Ismail Adham Elberkawi, kepala detektif setempat. Ia dihukum dengan dimutasi ke daerah terpencil dan dilepaskan dari tugas-tugas detektif.<br />
Kami kini mempersiapkan NMM untuk menemui wakil dari Departemen dalam Negeri. Ia mengatakan akan memberi jawaban yang sudah kami dipersiapkan, tetapi ternyata ia membohongi kami. Dengan mengenakan hijab penuh, ia dibawa ke Markas Polisi untuk menemui Bapak dan pendetanya, tetapi begitu ia melihat ayahnya ia menangis dan meratap ke lantai untuk mencium kakinya. Ia minta agar dibawa menemui adiknya yang sedang mengadakan aksi mogok makan. Walaupun ia takut kepada kami, NMM rupanya sangat mengkhawatirkan adiknya. Ia segera menemui wakil Depdagri dan ketika ditanya tentang Islam, sang wakil kaget akan hinaan yang keluar dari mulut NMM terhadap Islam dan Muslimin. Ia juga menuntut agar mereka semua dihukum. Sang wakil Depdagri tsb langsung memulangkannya ke keluarganya dan membatalkan sertifikat ganti agama yang dikeluarkan Al-Azhar. Ini merupakan pukulan bagi kami dan kami merasa bahwa kaum Muslimin dipermalukan gadis ini dan semua penduduk Kristen yang memprotes.<br />
Segera setelah ia kembali kepada keluarganya, mereka pindah ke Kaliub, tempat kerja ayahnya. Saya mencoba untuk merayunya kembali kedalam Islam dan berpura-pura jatuh cinta padanya dan bersedia masuk Kristen demi cintanya, tetapi percuma saja karena pacarnya akan membunuh saya. Ia kini ibu 3 anak dan bekerja di kantor pengacara Kristen.</p>
<p>Comments	Add New<br />
Search</p>
<p>Please login/register to write a comment.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
