Mari Mengukur Rasa Malu Sendiri. Gemuruh di media tentang peritiwa yang tak layak, dahsyatnya bagaikan air bah tsunami. Semua orang membicarakannya. Semua orang memperdebatkannya. Tentang sebuah peristiwa, yang mengharu-biru hati dan pikiran kalayak secara luas. Terutama di kalangan remaja, tetapi juga dikalangan orang dewasa.
Bersyukur Dengan Yang Sedikit. Allah Swt Berfirman.” Dan ( ingatlah juga ), tatkala tuhanmu memaklumkan. Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” ( Qs Ibrahin-7 ). Setiap umat Islam bagaimanapun harus membiasakan untuk selalu bersyukur atas rezki dan anugerah Allah walaupun sedikit dan apa adanya. Nikmat Allah itu sangatlah banyak, mulai dari nikmat kesehatan jasmani, pikiran yang sehat dan cerdas, pangkat dan jabatan yang diperoleh dsb. Namun, menurut perspektif Islam nikmat Allah yang paling tinggi dan mulia kedudukannya adalah nikmat Islam dan Iman yang meliputi keselamatan lahir maupun bathin dari para pemeluknya.
Mengisi Relung Hati dengan Kejujuran dan Amanah. Khalifah Umar sungguh jujur dan amanah memelihara kepercayaan diberikan rakyatnya, Ia sering kelapangan melihat situasi dan kehidupan rakyat. Ditemuinya seorang pengembala kambing memenuhi satu bukit di Arab guna menghidupi keluarganya. Khalifah Umar berkata kepada pengembala kambing tersebut.
Memulai Dari Diri Sendiri. Yang paling berperan dalam diri manusia untuk mengendalikan setiap gerak-geriknya adalah pikiran dan hati, kedua unsur ini selalu ingin disinergikan yang akan melahirkan prinsip hidup.
Namun,tidak tertutup kemungkinan antara pikiran dan hati sudah tidak bisa disatukan lagi maka lahirlah kemunafikan, sehingga apa-apa yang diucapkan mulut hanya sekedar berita dan kabar kosong dan janji-janji manis belaka.
Read more…
Mencerminkan Akhlakul Karimah. Yang paling berperan di diri manusia untuk mengendalikan setiap gerak-geriknya adalah pikiran dan hati,kedua unsur ini selalu bisa disinergikan yang akan melahirkan komitmen/prinsip. Namun,tidak tertutup kemungkinan antara pikiran dan hati sudah tidak bisa disingkronkan lagi alias lain dipikiran lain di hati, sehingga apa-apa yang diucapkan mulut hanya sekedar berita dan kabar kosong belaka.


