Mari Mengukur Rasa Malu Sendiri

By Martias Oyonk on Friday, June 11, 2010
Filled Under: Akhlak Mulia

Mari Mengukur Rasa Malu Sendiri. Gemuruh di media tentang peritiwa yang tak layak, dahsyatnya bagaikan air bah tsunami. Semua orang membicarakannya. Semua orang memperdebatkannya. Tentang sebuah peristiwa, yang mengharu-biru hati dan pikiran kalayak secara luas. Terutama di kalangan remaja, tetapi juga dikalangan orang dewasa.

Read more…

Bersyukur Dengan Yang Sedikit

By Martias Oyonk on Thursday, June 10, 2010
Filled Under: Pola Hidup Muslim

Bersyukur Dengan Yang Sedikit. Allah Swt Berfirman.” Dan ( ingatlah juga ), tatkala tuhanmu memaklumkan. Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” (  Qs Ibrahin-7 ). Setiap umat Islam bagaimanapun harus membiasakan untuk selalu bersyukur atas rezki dan anugerah Allah walaupun sedikit dan apa adanya. Nikmat Allah itu sangatlah banyak, mulai dari nikmat kesehatan jasmani, pikiran yang sehat dan cerdas, pangkat dan jabatan yang diperoleh dsb. Namun, menurut perspektif Islam nikmat Allah yang paling tinggi dan mulia kedudukannya adalah nikmat Islam dan Iman yang meliputi keselamatan lahir maupun bathin dari para pemeluknya.

Read more…

Mengisi Relung Hati dengan Kejujuran dan Amanah

By Bakhtiar Khatib on Monday, May 17, 2010
Filled Under: Akhlak Mulia, Pola Hidup Muslim

Mengisi Relung Hati dengan Kejujuran dan Amanah. Khalifah Umar sungguh jujur dan amanah memelihara kepercayaan diberikan rakyatnya, Ia sering kelapangan melihat situasi dan kehidupan rakyat. Ditemuinya seorang pengembala kambing memenuhi satu bukit di Arab guna menghidupi keluarganya. Khalifah Umar berkata kepada pengembala kambing tersebut.

Read more…

Memulai Dari Diri Sendiri

By Martias Oyonk on Thursday, April 1, 2010
Filled Under: Akhlak Mulia

Memulai Dari Diri Sendiri. Yang paling berperan dalam diri manusia untuk mengendalikan setiap gerak-geriknya adalah pikiran dan hati, kedua unsur ini selalu ingin disinergikan yang akan melahirkan prinsip hidup.

Namun,tidak tertutup kemungkinan antara pikiran dan hati sudah tidak bisa disatukan lagi maka lahirlah kemunafikan, sehingga apa-apa yang diucapkan mulut hanya sekedar berita dan kabar  kosong dan janji-janji manis belaka.
Read more…

Mencerminkan Akhlakul Karimah

By Martias Oyonk on Thursday, March 4, 2010
Filled Under: Akhlak Mulia

Mencerminkan Akhlakul Karimah. Yang paling berperan  di diri manusia untuk mengendalikan setiap gerak-geriknya adalah pikiran dan hati,kedua unsur ini selalu bisa disinergikan yang akan melahirkan komitmen/prinsip. Namun,tidak tertutup kemungkinan antara pikiran dan hati sudah tidak bisa disingkronkan lagi alias lain dipikiran lain di hati, sehingga apa-apa yang diucapkan mulut hanya sekedar berita dan kabar  kosong belaka.

Read more…