Al-Quran Mampu Meluruskan Reformasi Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang maha menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan-mu lah Yang Maha Pemurah. Dia mengajar (manusia) dengan perantraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Q.S. Al-Alaq: 1-5). Empat belas abad berlalu. Sejarah merncatat bahwa masyarakat Arab diselimuti kegelapan ilmu dan peradaban, sampai berada pada jurang keruntuhan. Insane saat itu kehilangan pegangan. Tata kemanusiaan tinggal namanya saja lagi. Manusia dalam perilakunya menunjukkan sebagai hewan, kecuali memiliki akal.
Mukzizat Al-Quran. Menurut Al-Quran terjemahan yang diterbitkan deperteman agama Republik Indonesia tahun 1971 dan edisi baru tahun revisi terjemahan tahun 1989 menyampaikan bahwa Al-Quran itu adalah “ Kalam Allah swt yang merupakan mukziziat yang diturunkan ( diwahyukan ) kepada nabi Muhammad saw yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatatir serta membacanya adalah ibadah “, sehingga kalam Allah swt yang diturunkan kepada nabi-nabi selain nabi Muhammad saw tidak dinyatakan sebagai Al-Quran.
Read more…
Rahasia Al-Fatihah Pada Kehidupan. Allah menjelaskan “inilah sebagian ayat-ayat kami bacakan kepadamu, dan peringatan yang penuh hikmah”.(Q.S. Ali-Imran : 58). Membaca Al-Fatihah dari umur taman kanak-kanak (TK). Orang-orang dewasa sudah mengamalkan terutama wajib dibaca diamalkan setiap shalat wajib maupun sunat. Pentingnya kandungan Al-Fatihah dalam ibadah, memanai dan memahami surat tersebut, bukan sebatas dalam ibadah tetapi, pada kehidupan perlu diterapkan jangan seperti apa yang diucapkan anak-anak TK, adalah sekedar membaca.
Sesungguhnya memahami apa bukan kandungan Al-Fatihah itu tergantung kepada pembacanya. Orang dewasa yang belum dapat memahami kandungan Al-Fatihah artinya sama saja dengan anak-anak Tk. Hanya sekedar hafal membaca, tetapi belum mampu memahami secara baik dan benar. Al-Fatihah, Sang Ibu Al-Quran yang merupakan intisari Al-Quran Al-Karim. Al-Fatihah berarti pembuka yang sempurna bagi segala macam keberhasilan dan kebaikan. Al-Fatihah adalah pedoman dasar bagi segala kecemerlangan hati atau akhlak manusia, Al-Fatihah adalah pemelihara dari hati dan pikiran manusia. Al-Fatihah juga merupakan bekal yang maha penting untuk mencapai cita-cita dan harapan
Al Quran ; Way Of Life. Berbicara mengenai berbagai bentuk kesenjangan sosial ekonomi , khususnya di negara ini, tidak akan pernah ada akhirnya. Pembicaraan akan semakin alot dan panas apabila dibicarakan dalam satu debat yang melibatkan parpol tertentu. Sejatinya, setiap pembicaraan tersebut akan menghasilkan debat yang berkepanjangan, dimana parpolnyalah yang telah berhasil mengentaskan kemiskinan. Berbagai bentuk kesenjangan khususnya dalam bidang social, ekonomi, politik dan budaya, lebih disebabkan oleh tindakan kriminalitas white collar crime ( korupsi ). Ditambah lagi dengan tindakan – tindakan yang jauh dari kitabullah dan hadis Rasul Saw sebagai landasan prilaku serta dasar dari pedoman hidup.
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 15 Juni 2007
Manfaat Besar Dzikrul Maut. Diceritakan dalam suatu hadis “ketika Allah beriradat mencabut roh seseorang mukmin maka, datanglah seorang malaikat maut (Izrail) dari arah mulutnya untuk melaksanakan iradat Allah tadi, lalu keluarlah zikir dan berkata : Tiada jalan bagimu dari arah ini, sebab zikir pada Allah selalu melintasi mulut ini. Maka, malaikat maut berpindah kearah tangan, namun tangan orang mukmin itupun menolak, sebab ia selalu dipakai untuk mengulurkan sedekah, menyayangi anak yatim, menulis ilmu pengetahuan dan mengangkat senjata kemedan juang membela agama Allah. Selanjutnya malaikat maut melirik kakinya, namun apa daya kaki juga menolak, alasanya kaki sering digunakan untuk berjalan menghadiri shalat berjamaah, shalat jumat, pertemuan majelis taklim, wirid malam dsb. Begitu juga telinganya sering dipakai untuk mendengarkan bacaan Al Quran, mendengarkan nasehat-nasehat soal kebaikan dsb. Akhirnya malaikat maut ingin mencabut rohnya dari arah mata, namun mata juga menolak, alasanya selalu dipakai untuk memperhatikan dan mengamati kebesaran Allah, melihat kitab-kitab Allah dan pandangan-pandangan baik lainya. (Duratun Nasihin).


