Dasar Islam Adalah Iman. Iman atau mempercayai merupakan rukun iman yang pertama, inilah dasar dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Umat Islam yang memiliki keteguhan iman dan selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam, dan diimplementasikan dalam seluruh aspek kehidupan akan merasakan betapa manisnya iman itu.
“Dzikrullah”. Alhamdulillahirabbilallamin. Puji dan syukur kehadirat Allah Swt harus selalu kita panjatkan,karena atas izin dan ridha-Nyalah kita telah selesai dari satu urusan untuk menuju pada urusan selanjutnya. Begitu juga syalawat beruntaikan salam jangan pernah berkurang kita berikan pada seorang pemuda padang pasir Rasulullah Muhammad Saw,yang telah sukses membawa seluruh umat manusia pada cahaya Islam yang penuh dengan kedamaian,walaupun terkadang dibumbui oleh tindakan-tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri yang juga dilakukan umatnya amatnya sendiri.
Kemahaluasan Ilmu Allah ”Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (Q.S. At-Taubah : 115). Salah satu sifat Allah yang termasuk kedalam sifat Allah yang dua puluh yang disusun ulama tauhid dan Asmaul Husna adalah ilmu. Bermakna Allah mengetahui keseluruhan aam ini dari yang palin kecil sampai pada yang paling besar, juga dari ang paling tersembunyi, sampai pada yang terang dan jelas, artinya keseluruhan yang ada ini Allah mengetahuinya, tiada terbatas
Konotasi Ikhlas Dengan Ibadah. Ikhlas atau mengikhlaskan menurut bahasa berarti memurnikan atau mengaslikan, dibersihkan / disterilkan dari segala sesuatu yang akan membuatnya menjadi kotor. Sedangkan dalam istilah syarak Ikhlas di kenal dengan memurnikan niat atau memotivasi keagamaan dalam jiwa dari segala unsur luar yang akan mempengaruhinya. Dalam usaha beramal ibadah baik secara khusus ( mahdah ) atau ibadah secara umum ( gairu mahdah ), sederhana dalam kalimatnya yaitu “Lillahita’alla” ( hanya karena Allah Semata ).
Iman Dasar Akidah. Muslim / Muslimah yang memiliki keteguhan iman dan selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam, yang selalu di implementasikan dalam seluruh aspek kehidupan akan merasakan manisnya buah dari keimanan itu. Jiwanya akan selalu tenang menuju tangga kesempurnaan keimanan, yang akan melahirkan keberanian yang luar biasa di dalam beramar makruf dan bernahi mungkar, selalu bersikap optimis ( tafa’ul ) di dalam mengayuh biduk kehidupan ini. Tidak pernah merasa cemas, khawatir dan sedih selama masih berada dalam level kebenaran dan selalu berpedoman pada dua pusaka yang di tinggalkan Rasulullah Saw yaitu Al Quran dan As Sunah.“ Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu dua pusaka, jika kamu berpegang teguh pada keduanya niscaya kamu tidak akan tersesat untuk selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Hadis Rasulullah Saw”. ( HR. Al Hakim ). Mengacu pada hadis Rasul Saw di atas sebagai umat Islam sudah menjadi suatu kewajiban menyakini seyakin-yakinnya bahwa yang menciptakan / menjadikan baik dan buruk, anuqrah dan bencana, yang mengatur riski, langkah, pertemuan dan maut, sampai pada penciptaan jagat raya ini plus pengaturanya tiada lain adalah sang khalik, Allah Swt. Dialah zat yang maha pencipta dan maha kuasa atas segala sesuatu yang ada di jagat raya ini. Keyakinan itulah yang di sebut dalam Islam sebagai iman yang berujung pada ketaqwaan serta Al Quran & Sunah Saw sebagai pedomanya.


