Ia Akan Datang Tiba–Tiba. Apakah itu ?. Itulah hari kiamat. Bagaimana keadaan manusia waktu itu ?. Qs Al Hajj :1-2 memberi penjelasan “ Hai manusia bertaqwalah kepada tuhanmu, sesungguhnya hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat goncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah segala kandungan segala wanita yasng hamil. Dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras “.
Read more…
Bencana Pengingkaran Terhadap Petunjuk Allah SWT. Bencana senantiasa menghadang, ia datang tanpa diduga-duga. Bencana dapat menimpa individu seperti kecelakaan lalu lintas, bersifat lokal gempa bumi dan lain-lain dan bersifat internasional mewabahnya penyakit AIDS dan Narkoba disebut pil setan, membikin seseorang menjadi pengkhayal mengantang asap menghitunh bintang dilangit, kehilangan arah hidup sesungguhnya, sebagai hamba Allah SWT. Menurut ajaran Islam bencana terjadi bila manusia tidak lagi mengindahkan peraturan dan petunjuk Allah SWT. Bentuk pengingkaran manusia terhadap petunjuk Allah SWT itu bermacam-macam ,Pertama, nafsu serakah, kedua gemar berbuat maksiat dan dosa. Ketiga, menyelewengkan amanat. Keempat mejauhkan diri dari ulama. Kelima mencintai dunia di atas segala-galanya. Nafsu serakah dalam mengeksploitasi alam. Hutan-hutan ditebang secara berlebihan. Gunumg-gunung digunduli. Binatang-binatang dibunuh untuk diambil kulitnya atau anggota tubuh lainnya. Pabrik-pabrik dibangun tanpa dilengkapi dengan pengolahan limbah yang memadai.Akibatnya udara tercemar, laut menjadi kotor dan seungai jadi kotor keruh. Banjir melanda ketika musim hujan. Musim kemarau terasa lebih menyengat. Berbagai penyakit pun bermunculan. Allah menjelaskan : “ Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut dari sebab perbuatan tangan manusia “. (Q.S. Ar-Rum : 41).
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 20 Juni 2008
Menjaga Kejernihan Hati. Orang yang mensucikan diri. “…. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya itu, dan sungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Q.S. Asy-Syams :9-10). Bagi oang yang mau mengamati penyebab kotornya diri yang aslinya fitri (suci) adalah kotoran ibarat debu mengelilingi dimana sedang berada dalam rumaha-rumah ibadat sekalipun contoh Barsyisyah kejahatan berawal dari rumah ibadah. Barsyisyah seorang tekun beribadah. Di masjid siang malam dia melakukan ibadah hingga dia tahan selama 15 hari tanpa makan dan minum. Menurut riwayat ibadah dikerjakannya ibadah zikir kepada Allah SWT, dan shalat, iblis terkutuk menghampiri Barsyisyah. Iblis seakan-akan beribadah pula dibuatnya jangka waktu 20 hari lima hari lebih dari Barsyisyah. Barsyisyah bertanya kepada iblis menyerupai manusia itu. Apa resepnya kamu beribadah lebih dari saya? Jawab iblis itu sebelum saya melakukan ibadah ini saya terlebih dahulu berzina dan membunuh seseorang, akhirnya Barsyisyah memenuhi kehendak iblis jadi pembunuh dan berzina. Ibadah selama dikerjakan barsyisyah di tolak Allah SWT.
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 24 Februari 2006
Orang Yang Merugi Dalam Shalat. Rasulullah Saw bersabda “ Sesungguhnya amalan yang pertama sekali di hisap dari seorang hamba di hari kiamat kelak adalah ibadah shalatnya. Apabila ibadah shalatnya baik, maka ia termasuk orang yang beruntung. Namun, apabila ibadah shalatnya itu rusak, maka ia termasuk golongan orang-orang yang merugi” ( Hr. Nasai ). Pemberitahuan Rasulullah Saw di atas yang menyangkut soal ibadah sentral dan pokok kita sehari-hari pada Allah SWT, yaitu ibadah shalat dengan satu tujuan agar manusia taat, patuh dan beriman pada-Nya. Perintah shalat ini maupun ibadah-ibadah lainya murni bukan untuk kepentingan Allah, Akan tetapi seluruh keuntungan dan manfaatnya pasti akan kembali pada manusia itu. Lalu shalat yang seperti apa yang akan membawa keuntungan dan manfaat pada kita ?, apakah shalat yang di kerjakan hanya dalam hitungan detik yang terkesan asal-asalan?, atau shalat yang pengerjaanya selalu di ujung waktu ( melalaikan ) ?, atau hanya untuk sekedar mengugurkan kewajiban saja.
Hal inilah yang sangat di takutkan sekali oleh Nabi kita Muhammad Saw, karena di waktu beliau sedang melaksanakan Isra – Mikraj, beliau melihat suatu kejadian yang sangat aneh sekali. Di mana banyak orang laki-laki dan wanita tengah melabrak diri mereka dengan memukul kepalanya sendiri, darah mengalir akibat pukulan itu yang tak obahnya seperti sungai besar. Sambil mengeluh dengan penuh penyesalan mereka berkata ‘celakalah kami ini, alangkah sakitnya penderitaan ini. Maka, aku (Nabi) bertanya yaa Jibril, siapa mereka itu dan mengapa mereka memukuli kepala mereka sendiri sambil terus mengerang kesakitan?. Jibril menjawab mereka adalah dari umatmu yaa Muhammad yang melakukan Shalat selalu tidak tepat pada waktunya (lalai & suka melalaikan). ( Durattun Nasihin).
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 16 Sepember 2005
Kesombongan Perdana Dalam Sejarah Umat. Setiap insan yang dilahirkan pada hakekatnya berada dalam lingkaran kesucian karena itulah fitrah dari kemanusiaan, yang harus di implementasikan dalam bentuk dan tindak – tanduk serta prilaku sehari – hari. Dalam perkembanganya manusia itu selalu menuntut suatu perubahan yang akan menentukan tingkatan – tingkatan yang ada di masyarakat, saling berkompetisi, adu argumentasi dan lain sebagainya yang akan melahirkan apresiasi tertentu dari individu maupun kelompok. Dalam mengarungi lautan kehidupan yang sarat dengan berbagai macam perubahan dan pengaruh baik exsternal maupun internal yang berkonotasi dengan persaingan yang ketat tersebut dalam berbagai bidang dan usaha. Banyak sedikitnya akan mempengaruhi pola pikir, perasaan dan tabiat umat manusia pada umumnya yang tersangkut pada sifat – sifat terpuji ( Akhlakul karimah ) dan sifat tercela ( Akhlakul mazmumah ).
Read more…