Birrul Walidain. Sikap sopan santun, hormat, berhati lembut namun tegas dan konsekuen sudah sepatutnya kita berikan kepada kedua orang tua, yang sudah susah payah mengandung, merawat dan membesarkan kita. Namun, kita juga diperingatkan oleh Allah untuk berlaku tegas terhadap mereka, apabila salah satu atau keduanya mengajak untuk berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah Swt, yang diulangi dengan ayat terakhir Qs Lukman ayat 15. “ Wasaahibhuma ma’ruf “ Dan pergaulilah mereka dengan baik.
“ Berdoalah kepada-Ku dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka pada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs Al A’raaf-55). Allah menyuruh kita untuk bermunajat pada-Nya karena munajat dalam bentuk doa yang tulus dan keluar dari hati yang tulus lagi ikhlas yang mengharapkan keridhaan-Nya semata akan cepat mendapat respon dari Allah. Dijelaskan, berdoa haruslah dengan penuh kerendahan atau tawaduk didalam hal yang diminta dan juga cara memintanya, karena Allah tidak suka sama sekali terhadap orang-orang yang berlebihan dalam segala hal. Pada dasarnya kekuatan doa itu akan jauh lebih efektif ketika kita sanggup merubah perangai, prilaku maupun sikap kita. Dikatakan, doa itu ibarat tanaman, kekuatan untuk merubah diri dan segala sikap hidup dari yang tercela menjadi terpuji itulah yang akan menjadi bibitnya. Sedangkan permohonan yang kita ucapkan ibarat pupuk. Tapi, kalau kita hanya menaburkan pupuk semata tampa pernah menaburkan bibit, mustahil hasilnya akan sesuai dengan keinginan kita. Read more…


