Islam Itu Jujur. Seorang laki-laki bertanya langsung kepada Rasulullah SAW. Tentang Islam, Rasul SAW menjawab dengan singkat, ” Islam itu jujur, tidak boleh bohong ”. Diwaktu yang lain ada seorang yang mengaku ingin masuk Islam, hobi lamanya yaitu mencuri, berzina, membunuh, dan beberapa kebiasaan jelek lainnya belum bisa ditinggalkannya. Ternyata Rasulullah SAW, meluluskan permintaan orang tersebut. Artinya ia diterima masuk Islam, hanya dengan syarat yang sangat ringan, asal berbuat jujur, tidak berbohong.
Nilai Keikhlasan. Ikhlas atau mengikhlaskan menurut bahasa berarti memurnikan atau mengaslikan, dibersihkan / disterilkan dari segala sesuatu yang akan membuatnya menjadi kotor. Sedangkan dalam istilah syarak Ikhlas di kenal dengan memurnikan niat atau memotivasi keagamaan dalam jiwa dari segala unsur luar yang akan mempengaruhinya. Dalam usaha beramal ibadah baik secara khusus ( mahdah ) atau ibadah secara umum ( gairu mahdah ), sederhana dalam kalimatnya yaitu Lillahita’alla ( hanya karena ALLAH Semata ).
Rahasia Al-Fatihah Pada Kehidupan. Allah menjelaskan “inilah sebagian ayat-ayat kami bacakan kepadamu, dan peringatan yang penuh hikmah”.(Q.S. Ali-Imran : 58). Membaca Al-Fatihah dari umur taman kanak-kanak (TK). Orang-orang dewasa sudah mengamalkan terutama wajib dibaca diamalkan setiap shalat wajib maupun sunat. Pentingnya kandungan Al-Fatihah dalam ibadah, memanai dan memahami surat tersebut, bukan sebatas dalam ibadah tetapi, pada kehidupan perlu diterapkan jangan seperti apa yang diucapkan anak-anak TK, adalah sekedar membaca.
Sesungguhnya memahami apa bukan kandungan Al-Fatihah itu tergantung kepada pembacanya. Orang dewasa yang belum dapat memahami kandungan Al-Fatihah artinya sama saja dengan anak-anak Tk. Hanya sekedar hafal membaca, tetapi belum mampu memahami secara baik dan benar. Al-Fatihah, Sang Ibu Al-Quran yang merupakan intisari Al-Quran Al-Karim. Al-Fatihah berarti pembuka yang sempurna bagi segala macam keberhasilan dan kebaikan. Al-Fatihah adalah pedoman dasar bagi segala kecemerlangan hati atau akhlak manusia, Al-Fatihah adalah pemelihara dari hati dan pikiran manusia. Al-Fatihah juga merupakan bekal yang maha penting untuk mencapai cita-cita dan harapan
Dzikir Pada Kehidupan. Dzikir berarti ingat atau menyebut yaitu mengingat atau menyebut Asma Allah (menyebut nama-nama Allah) seperti Allah, Subhana Allah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar dan lain sebagainya, yang tercantum dalam nama-nama Tuhan yang sembilan puluh sembilan itu.Dzikir kepada Allah SWT. Pertama mengingat dan menyebut Asma Allah termasuk firman-firman-Nya artinya melafalkan, merenungkan kandungan dzikir tersebut. Kedua dzikir kepada Allah dalam arti ingat akan perintah dan larangan Allah SWT. Serta mentaati perintah dan menjauhi larangan itu.
Allah SWT, memerintahkan terhadap hamba-Nya agar selalu berdzikir disebut ingat kepada Allah SWT. Ingat dalam arti luas menyebut Asma Allah, merenungkan firman Allah dan menjalankan kandungan firman Allah SWT.Dzikir kepada Allah merupakan ibadah yang disyariatkan. Firman Allah :”Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (ingatlah) kepada Allah dengan berdzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. (Q.S. Al-Ahzab 41).Hikmah dzikir kepada Allah SWT. Membawa manfaat sangat besar untuk kehidupan diri dan lingkungan. Sekurangnya ada beberapa diantara yang dipetik dari dzikir pada kehidupan. Pertama dzikir terhadap Allah SWT, jiwa akan tenteram. Hidup ini sungguh ditandai persoalan dan perjuangan kadang-kadang kurang dapat menemukan jalan keluar terbaik artinya dalam kehidupan disamping ada sesuatu persoalan yang mampu dikerjakan dan diselesaikan ada juga tak mampu diselesaikan secara benar, contoh seorang mampu menyelesaikan persoalan lahiriah, harta, titel, pangkat, jabatan, dan lain-lain tetapi seseorang tidak mampu menemukan penyelesaian persoalan batinnya sendiri, seperti takut kehilangan harta, pangkat, jabatan, kehilangan jiwa, hilangnya kepuasan batin dan sebagainya.
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 20 Juni 2008
Menjaga Kejernihan Hati. Orang yang mensucikan diri. “…. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya itu, dan sungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Q.S. Asy-Syams :9-10). Bagi oang yang mau mengamati penyebab kotornya diri yang aslinya fitri (suci) adalah kotoran ibarat debu mengelilingi dimana sedang berada dalam rumaha-rumah ibadat sekalipun contoh Barsyisyah kejahatan berawal dari rumah ibadah. Barsyisyah seorang tekun beribadah. Di masjid siang malam dia melakukan ibadah hingga dia tahan selama 15 hari tanpa makan dan minum. Menurut riwayat ibadah dikerjakannya ibadah zikir kepada Allah SWT, dan shalat, iblis terkutuk menghampiri Barsyisyah. Iblis seakan-akan beribadah pula dibuatnya jangka waktu 20 hari lima hari lebih dari Barsyisyah. Barsyisyah bertanya kepada iblis menyerupai manusia itu. Apa resepnya kamu beribadah lebih dari saya? Jawab iblis itu sebelum saya melakukan ibadah ini saya terlebih dahulu berzina dan membunuh seseorang, akhirnya Barsyisyah memenuhi kehendak iblis jadi pembunuh dan berzina. Ibadah selama dikerjakan barsyisyah di tolak Allah SWT.


