Introspeksi Diri. Guna memberi arti dalam kehidupan ini khususnya bagi seorang pribadi muslim, berperilaku terpuji adalah jalannya. Islam menyebutnya Fastabiqul Khairat, melanggengkan hubungan dengan Allah, selalu merawat cinta kasih antar sesama manusia plus menjaga dan melestarikan alam semesta beserta isinya, merupakan bentuk perealisasiannya.
Read more…
Pasca Gempa Warga Sumbar Diminta Pindah Agama. Upaya pendangkalan akidah dan pemurtadan terjadi kepada korban dalam musibah gempa. Seperti kejadian-kejadian gempa dan musibah sebelumnya, pemurtadan kali ini terjadi di daerah Korong Koto Tinggi, Kenagarian Gunung Padang Alai, Kecamatan Koto Timur, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Baca Selengkapnya ….
Waspada Gempa Berpotensi Tsunami … !!! Gempa berskala besar akan merobohkan apa pun di muka bumi yang tak kukuh dan rapuh. Fenomena ini bukan hanya meruntuhkan bangunan, melainkan juga membuat tanah longsor, merekah, dan ambles. Di luar itu, gempa di pesisir juga berpotensi menimbulkan tsunami. Itulah serangkaian ancaman bagi penduduk di daerah rawan gempa.
Selama bumi berputar, pergerakan lempeng-lempeng bumi yang menutupi dan mengapung di atas magma tak akan pernah berhenti. Tumbukan antarlempeng atau kerak bumi inilah yang menyebabkan gempa terus terjadi silih berganti di sekujur tubuh bumi ini.
Kroposnya Bangunan Iman Melemahkan Denyut Nadi Kehidupan. Iman dan Takwa telah dibangun diawali semenjak umur mukalaf (baligh) dan ditunjang lingkungan yang kondusif terutama dilingkungan rumah tangga seperti kesalehan dari kedua orang tua. Pada perjalanan hidup itu sendiri tidak tetap tetapi mengalami perubahan disetiap diri seseorang muslim. Rasulullah SAW. Bersabda : “ dan mengisyaratkan bahwa Iman itu YAZIIDU WA YANGUS (naik turun) karenanya Rasulullah SAW. Mewanti-wanti umatnya agar senantiasa menjaga stabilitas Iman dengan taubat, mengakui atas kesalahan yang dilakukan. Para sahabat mengerti dan sangat memahami terhadap pesan-pesan tersebut sehingga membekas dalam hati mereka yakni selalu saja terbetik kekhawatiran akan kekurangan Iman. Padahal telah jelas bahwa merekalah (sahabat) generasi penerus yang utama dan pertama. Hal ini menedakan bahwa bertambah dan berkurangnya Iman sangat menentukan perjalanan menuju kehidupan yang hakiki akhirat.
Segeralah Bertaubat. “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam sorga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia ; sedangkan cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka menyatakan : “Ya Tuhan kami sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami ; Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu “. ( Qs At Tahrim-8 ).


