Memaknai Hijrah dan Taubat

By Bakhtiar Khatib on Saturday, June 20, 2009
Filled Under: Motivasi Hidup

Memaknai Hijrah dan Taubat. Memaknai Hijrah (rohani) sangat mendesak dilakukan. Sejarah mencatat hijrah seorang remaja Arab bernama Umar Ibnu Khatab. Dia pemuda gagah perkasa berusia tiga puluh tahun, bangunan fisiknya kuat dan tegap, hidupnya ditandai emosi dan cepata naik darah. Kesenangan harian pemuda tersebut adalah foya-foya dam minum-minuman keras yang memabukkan. Dari kalangan Quraisy dialah yang tanpa ragu memenggal batang leher pengikut Muhammad SAW, dan menyiksa keluarganya sudah dapat dikatakan waktu itu “Aku Jazirah Arab ini” semuanya harus mematuhi saya tidak terkecuali penguasa tanah Jazirah Arab.

Bermodalkan kekerasan dan keserakahan Umar Ibnu Khatab sang diktator tanpa pendidikan itu sedang disibukkan mencari yang mulia Muhammad SAW. Guna untuk dipenggal kepalanya karena dia telah berani menyerang berhala-berhala sembahan yang dinilai tinggi yang dinamakan Latta dan Uzza. Ditengah perjalanan bertemu dengan Nu’im dan Abdullah. Setelah diketahui dan faham maksudnya Nu’im berkata : “Umar engkau menipu diri sendiri. Kau kira keluarga Muhammad SAW membiarkna kau meraja lela begini? Sudah engkau bunuh Muhammad SAW? Tidak lebih baik kau pulang saja kerumah dan perbaiki keluargamu sendiri?” (Muhammad Husin Haikal).

Read more…