Konotasi Ikhlas Dengan Ibadah. Ikhlas atau mengikhlaskan menurut bahasa berarti memurnikan atau mengaslikan, dibersihkan / disterilkan dari segala sesuatu yang akan membuatnya menjadi kotor. Sedangkan dalam istilah syarak Ikhlas di kenal dengan memurnikan niat atau memotivasi keagamaan dalam jiwa dari segala unsur luar yang akan mempengaruhinya. Dalam usaha beramal ibadah baik secara khusus ( mahdah ) atau ibadah secara umum ( gairu mahdah ), sederhana dalam kalimatnya yaitu “Lillahita’alla” ( hanya karena Allah Semata ).
Read more…
Musuh Terbesar Manusia Dalam Islam. “Dalam kiprahnya ketika manusia mengelola dan merawat bumi serta mengatur kehidupan agar damai dan sejahtera, manusia itu senantiasa menghadapi rintangan dan godaan dari mahkluk Allah yang terlaknat yang bernama Syaitan dan Iblis agar tersesat kejalan yang di murkai Allah Swt untuk menemaninya di dalam neraka jahanam kelak. Hal ini menjadi prioritas utama dari syaitan karena mereka memahami bahwa manusia merupakan mahkluk yang lemah dan mudah di pengaruhi, sehingga selalu mencari kekuatan yang dapat melindunginya. Dalam sejarah kehidupan manusia sejak dari Nabi Adam dan Siti Hawa sampai sekarang semakin tampak kenyataanya bahwa dalam mencari pertolongan dan perlindungan, di antaranya ada manusia yang mendapatkan petunjuk dari Allah. Disamping tidak terhitung pula jumlahnya yang tertipu dan di sesatkan oleh syaitan dan kroni-kroninya. Hal ini terjadi secara garis besarnya sejak syaitan di usir dari sorga akibat kesombongan dengan sumpahnya yang di benarkan Allah.
Read more…
Menjauhi Sumber Permusuhan. “Rasulullah Saw pernah bertanya pada para sahabat. Tahukah kalian siapa orang yang muflis (bangkrut) dari umatku ?.Para sahabat menjawab ‘ mereka adalah orang yang tidak berharta. Rasulullah Saw meluruskan jawaban tersebut dengan bersabda.” Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala, shalat, puasa, zakat, haji dsb, namun dia juga datang dengan membawa dosa-dosa, karena ia pernah menghina orang lain.Suka menggunjing, mengadu domba, menyebar fitnah bahkan suka memakan harta orang lain secara bathil. Lantas pahala kebaikan yang ia miliki akan dialihkan kepada orang yang pernah disakitinya. Dan bila pahalanya telah musnah dan kesalahannya masih menumpuk, maka dosa orang-orang yang ia sakiti akan dibebankan kepadanya, hingga akhirnya ia dilemparkan keneraka jahanam.” ( Hr. Muslim ).
Read more…
Jangan menyombongkan Diri. Allah Swt berfirman didalam Qs Lukman ayat 18. “ Dan janganlah kamu memalingkan muka (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” Ayat diatas memberi informasi pada manusia, khususnya manusia muslim / muslimah untuk menjauhi suatu sifat yang abadi dimiliki Iblis laknatullah yaitu sombong, waktu diperintahkan Allah Swt untuk sujud dalam artian menghormati keberadaan Adam didalam sorga. Realitanya, memang manusia diciptakan Allah kepermukaan bumi ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang beragam sebagai anugerah terindah dari sang pencipta. Akan tetapi, segala kelebihan yang dimiliki sering kali menbuat manusia itu terjebak dalam prilaku-prilaku yang dilarang sang khalik. Keterjebakan dari manusia itu adalah sering tidak menyadari akan segala kekurangan dan keterbatasannya sehingga timbul satu sifat yang membuat Iblis dan para kroninya senang itulah sifat sombong, pongah atau takabur.
Read more…
Laknat Allah. Rasulullah Saw bersabda “ Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya tersimpan sedikit saja kesombongan. Lalu ada seorang sahabat bertanya sesungguhnya ada seseorang yang suka berpakaian bagus dan sandalnya juga bagus. Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya Allah Swt itu maha indah dan menyukai keindahan, sedangkan sombong itu, menolak kebenaran dan suka merendahkan orang lain.” ( Hr. Muslim ). Didalam hadis beliau Saw diatas mengatakan bukan beliau saja yang membenci sifat sombong bahkan Allah Swt sangat tidak menyukainya. Sombong dalam artian sangat malas, enggan sekali bahkan menolak secara terang-terangan kebenaran yang telah susah payah diperjuangkan para Nabi dahulunya. Begitu juga laknat Allah akan menimpa manusia yang suka menjelek-jelekkan dan merendahkan manusia lain didalam berbagai aspek kehidupannya.
Read more…