Sifat Qana’ah

By Martias Oyonk on Friday, July 3, 2009
Filled Under: Pola Hidup Muslim

Sifat Qana’ah. Celakalah orang – orang yang memperbudak dirinya kepada uang dan harta, apabila di beri harta dia puas, dan apabila tidak di beri dia akan gelisah. ( Hr Bukhari ).

Hadis Nabi yang di riwayatkan kembali oleh ulama besar Bukhari ini, menjelaskan pada orang – orang yang tidak memiliki suatu sifat yang di anjurkan dalam islam yaitu sifat Qana’ah,yang selalu tidak merasa cukup dengan rezki dan pemberian dari Allah Swt. Sehinga sifat syukur terhadap nikmat Allah yang telah di limpahkan padanya tidak ada sama sekali dalam diri dan jiwanya.

Read more…

Memaknai Hijrah dan Taubat

By Bakhtiar Khatib on Saturday, June 20, 2009
Filled Under: Motivasi Hidup

Memaknai Hijrah dan Taubat. Memaknai Hijrah (rohani) sangat mendesak dilakukan. Sejarah mencatat hijrah seorang remaja Arab bernama Umar Ibnu Khatab. Dia pemuda gagah perkasa berusia tiga puluh tahun, bangunan fisiknya kuat dan tegap, hidupnya ditandai emosi dan cepata naik darah. Kesenangan harian pemuda tersebut adalah foya-foya dam minum-minuman keras yang memabukkan. Dari kalangan Quraisy dialah yang tanpa ragu memenggal batang leher pengikut Muhammad SAW, dan menyiksa keluarganya sudah dapat dikatakan waktu itu “Aku Jazirah Arab ini” semuanya harus mematuhi saya tidak terkecuali penguasa tanah Jazirah Arab.

Bermodalkan kekerasan dan keserakahan Umar Ibnu Khatab sang diktator tanpa pendidikan itu sedang disibukkan mencari yang mulia Muhammad SAW. Guna untuk dipenggal kepalanya karena dia telah berani menyerang berhala-berhala sembahan yang dinilai tinggi yang dinamakan Latta dan Uzza. Ditengah perjalanan bertemu dengan Nu’im dan Abdullah. Setelah diketahui dan faham maksudnya Nu’im berkata : “Umar engkau menipu diri sendiri. Kau kira keluarga Muhammad SAW membiarkna kau meraja lela begini? Sudah engkau bunuh Muhammad SAW? Tidak lebih baik kau pulang saja kerumah dan perbaiki keluargamu sendiri?” (Muhammad Husin Haikal).

Read more…

Dzikir Pada Kehidupan

By Bakhtiar Khatib on Tuesday, June 16, 2009
Filled Under: Dzikrul Maut

Dzikir Pada Kehidupan. Dzikir berarti ingat atau menyebut yaitu mengingat atau menyebut Asma Allah (menyebut nama-nama Allah) seperti Allah, Subhana Allah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar dan lain sebagainya, yang tercantum dalam nama-nama Tuhan yang sembilan puluh sembilan itu.Dzikir kepada Allah SWT. Pertama mengingat dan menyebut Asma Allah termasuk firman-firman-Nya artinya melafalkan, merenungkan kandungan dzikir tersebut. Kedua dzikir kepada Allah dalam arti ingat akan perintah dan larangan Allah SWT. Serta mentaati perintah dan menjauhi larangan itu.

Allah SWT, memerintahkan terhadap hamba-Nya agar selalu berdzikir disebut ingat kepada Allah SWT. Ingat dalam arti luas menyebut Asma Allah, merenungkan firman Allah dan menjalankan kandungan firman Allah SWT.Dzikir kepada Allah merupakan ibadah yang disyariatkan. Firman Allah :”Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (ingatlah) kepada Allah dengan berdzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. (Q.S. Al-Ahzab 41).Hikmah dzikir kepada Allah SWT. Membawa manfaat sangat besar untuk kehidupan diri dan lingkungan. Sekurangnya ada beberapa diantara yang dipetik dari dzikir pada kehidupan. Pertama dzikir terhadap Allah SWT, jiwa akan tenteram. Hidup ini sungguh ditandai persoalan dan perjuangan kadang-kadang kurang dapat menemukan jalan keluar terbaik artinya dalam kehidupan disamping ada sesuatu persoalan yang mampu dikerjakan dan diselesaikan ada juga tak mampu diselesaikan secara benar, contoh seorang mampu menyelesaikan persoalan lahiriah, harta, titel, pangkat, jabatan, dan lain-lain tetapi seseorang tidak mampu menemukan penyelesaian persoalan batinnya sendiri, seperti takut kehilangan harta, pangkat, jabatan, kehilangan jiwa, hilangnya kepuasan batin dan sebagainya.

Read more…

Kunci Beramal Saleh

By Bakhtiar Khatib on Friday, June 12, 2009
Filled Under: Amal Saleh

Kunci Beramal Saleh. Setiap muslim tentu saja mendambakan kebahagiaan tidak hanya bahagia di Dunia tetapi juga di akhirat. Namun hal itu harus dicapai tidak dengan mengandalkan doa tetapi dituntut dengan usaha sungguh dalam kehidupan di dunia ini yaitu dengan amal saleh yang banyak. Allah berfirman : “ barang siapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami balas kepada mereka dengan pahala yang lebih dari apa yang mereka kerjakan”. (Al-Quran).

Pada ayat lain Allah menjelaskan : “ Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadat kepad Tuhannya”. (Q.S Al-Kahfi :110). Seseorang muslim telah melakukan amal saleh dengan sebanyak-banyaknya maka dia akan memperoleh kesempatan untuk bisa berjumpa kepada Allah nikmat nomor satu sesudah masuk surga ketegasan ayat di atas. Sangat penting dan dituntut mengerjakan amal saleh dalam menjalankan roda kehidupan ini, manusia sebaiknya berusaha jangan sampai amal yang telah dikerjakan itu jadi sia-sia tak berguna disis Alla SWT. (amal ditolak Allah).

Read more…

Konotasi Ikhlas Dengan Ibadah

By Martias Oyonk on Monday, May 4, 2009
Filled Under: Amal Saleh

Konotasi Ikhlas Dengan Ibadah. Ikhlas atau mengikhlaskan menurut bahasa berarti memurnikan atau mengaslikan, dibersihkan / disterilkan dari segala sesuatu yang akan membuatnya menjadi kotor. Sedangkan dalam istilah syarak Ikhlas di kenal dengan memurnikan niat atau memotivasi keagamaan dalam jiwa dari segala unsur luar yang akan mempengaruhinya. Dalam usaha beramal ibadah baik secara khusus ( mahdah ) atau ibadah secara umum ( gairu mahdah ), sederhana dalam kalimatnya yaitu “Lillahita’alla” ( hanya karena Allah Semata ).

Read more…