Ramadhan dan Kesucian Al Quran

Ramadhan dan Kesucian Al Quran. Allah berfirman.” Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia  dan penjelasan-penjelasannya mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).”( Qs Al-Baqarah-185.)

Bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulan Al Quran, karena pada bulan inilah kitab suci umat Islam sebagai pedoman dan pemandu kehidupan manusia,  Al Quran nur karim diturunkan kepermukaan bumi ini atas kekuasaan Allah, dari Al lauh Al Mahfuzh ke Bait Al Izzah dilangit dunia. Menurut Ibnu Abas ra,  peristiwa turunnya Al Quran terjadi pada malam Lailatul Qadr, yang hanya terdapat dalam bulan suci Ramadhan. Malam Laillatul Qadr, adalah malam yang penuh dengan Maqfirah/ampunan dari Allah. Bahkan disebutkan lebih baik dan mulia dari seribu bulan. Dijelaskan Allah dalam Qs,  Al Qadr ayat 1-5. “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril turun dengan izin tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit Fajar.” (Subhanallah)
Read more…

Isra Mi’raj dan Relevansinya Dengan Shalat

By Martias Oyonk on Thursday, July 16, 2009
Filled Under: Iman Dasar Akidah

Isra Mi’raj dan Relevansinya Dengan Shalat. Bagi umat Islam di seluruh belahan bumi ini, peristiwa isra mi’raj terhadap junjungan nabi besar muhammad saw. Merupakan peristiwa yang spektakuler dan menakjubkan, dalam rangka menegakan syiar islam yang merupakan suatu kewajiban bagi umat islam yang mengaku beriman dan bertakwa pada ALLAH SWT.Sekaligus merupakan Manifestasi dari kehidupan beragama yang di anut.Dengan pelaksanaan pengamalan dan pemahaman kita terhadap perintah – perintah Allah Swt salah satunya Ibadah Shalat. Yang berhubungan dengan peristiwa yang maha menakjubkan ini.

Peristiwa Isra mi’raj ini adalah dua peristiwa yang terjadi dalam ( sebahagian ulama mengatakan satu malam, tapi penulis dalam hal ini mengungkapkan hanya sepertiga malam ). Peristiwa pertama yaitu Isra dengan pengertian : Allah Swt, memperjalankan nabi Muhammad Saw pada malam hari dari Masjidil Haram Makah ke masjidil Agsha di Baitul Magdis Palestina. Sedangkan pengertian MI’RAJ adalah : TANGGA yang dinaiki nabi muhammad menuju langit. Jadi bisa di simpulkan Isra Mi’raj itu adalah :

Read more…

Akhlak Benteng Syariat

By Martias Oyonk on Thursday, April 30, 2009
Filled Under: Pola Hidup Muslim

Akhlak Benteng Syariat. Secara sangat realistis Islam sebagai agama yang lurus menekankan bahwa infrastuktur dunia ini sebagai jembatan emas yang harus di manfaatkan dan di raih menuju pada kehidupan abadi ( Akhirat ). Manakala jembatan dunia hancur, maka akan hancur pulalah kehidupan akhirat. Hal ini tergambar dari seorang muslim yang senantiasa mengacu pada dua dimensi doa yang berpedoman pada kehidupan dunia dan akhirat. Waminhum man yaqullu, Rabbana atina fiddunia hasanatan wafillakhirati hasanah waqina azabanar. “Dan di antara mereka ada yang berdoa. Yaa tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka “.( Qs Al Baqarah-201 ). Dalam doa di atas terlihat dunia dulu yang kita ucapkan, yang memeberikan makna tundukan / kendalikan dulu segala hal yang bersifat fana, niscaya kita akan mampu meraih akhirat. Ungkapan ini tidak boleh di tafsirkan secara parsial tetapi harus di hayati secara serius. Tak mungkin kita membuang sesuatu dari dua komponen yang saling terkait, itulah ungkapan sederhananya ( dunia wal akhirat ). Hidup yang di landasi ilmu yang bermanfaat dan akhlak mulia serta mati dalam keadaan Islam dan Iman.

Read more…

Iman Dasar Akidah

By Martias Oyonk on Saturday, April 25, 2009
Filled Under: Iman Dasar Akidah

Iman Dasar Akidah. Muslim / Muslimah yang memiliki keteguhan iman dan selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam, yang selalu di implementasikan dalam seluruh aspek kehidupan akan merasakan manisnya buah dari keimanan itu. Jiwanya akan selalu tenang menuju tangga kesempurnaan keimanan, yang akan melahirkan keberanian yang luar biasa di dalam beramar makruf dan bernahi mungkar, selalu bersikap optimis ( tafa’ul ) di dalam mengayuh biduk kehidupan ini. Tidak pernah merasa cemas, khawatir dan sedih selama masih berada dalam level kebenaran dan selalu berpedoman pada dua pusaka yang di tinggalkan Rasulullah Saw yaitu Al Quran dan As Sunah.“ Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu dua pusaka, jika kamu berpegang teguh pada keduanya niscaya kamu tidak akan tersesat untuk selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Hadis Rasulullah Saw”. ( HR. Al Hakim ). Mengacu pada hadis Rasul Saw di atas sebagai umat Islam sudah menjadi suatu kewajiban menyakini seyakin-yakinnya bahwa yang menciptakan / menjadikan baik dan buruk, anuqrah dan bencana, yang mengatur riski, langkah, pertemuan dan maut, sampai pada penciptaan jagat raya ini plus pengaturanya tiada lain adalah sang khalik, Allah Swt. Dialah zat yang maha pencipta dan maha kuasa atas segala sesuatu yang ada di jagat raya ini. Keyakinan itulah yang di sebut dalam Islam sebagai iman yang berujung pada ketaqwaan serta Al Quran & Sunah Saw sebagai pedomanya.

Read more…

Istiqamah Dalam Keimanan

By Martias Oyonk on Thursday, March 5, 2009
Filled Under: Pola Hidup Muslim

Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 02 Maret 2007

Istiqamah dalam keimanan. Setiap insan muslim harus selalu menyadari bahwa umat manusia itu diciptakan Allah kepermukaan bumi ini bukan sebatas untuk menjalani sisi-sisi kehidupan ini saja. Melainkan juga untuk menunaikan tugas-tugas keagamaan secara vertikal maupun horizontal, yang berujung pada mempertanggungjawabkan keberhasilan ( sorga) atau kegagalan ( neraka) . Maka, dari sinilah akan terlahir sebuah potensi alternatif yang menjadi bingkai utama dalam merajut kehidupan ini. Menjadi manusia taat yang memiliki pendirian teguh ( istiqamah) atau malah sebaliknya menjadi manusia yang labil pendirian atau tak berpendirian tergantung kemana arah angin serta suka membelakangi seruan yang datangnya dari Allah Swt. Jelasnya, mau sorga taburkan amal kebaikan, koleksi sifat-sifat terpuji, ambil suri tauladan dari Rasul-Rasul Allah dsb, kalau tidak mulut neraka Jahanam siap mencabik-cabik jiwa kita kelak.

Read more…