Renungan Syawal. Setelah meninggalkan Ramadhan memasuki Syawal pekerjaan berat adalah meningkatkan amaliyah secara kuantitas dan kualitas, karena “Syawal” berarti peningkatan. Berusaha meningkatkan semangat juang membela agama. Memelihara kesucian/ fitrah yang telah diraih melalui ibadah puasa juga Idul Fitri kembali kepada fitrah/ kesucian ibarat bayi baru lahir. Salah satu ajaran puasa dirasakan termotivasinya seseorang meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, juga karena pengaruh lingkungan yang sangat kondusif. Bila seseorang beramal yang didasari Iman dan ikhlas kepada Allah ia akan terpancing untuk lebih dapat meningkatkan ibadahnya secara kualitas dan kuantitas. Ia tidak merasakan cukup hanya berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi akan dilaksanakannya puasa-puasa sunat seperti puasa 6 hari dibulan Syawal, artinya tidak merasa puas dengan shalat tarwih dan witir di bulan Ramadhan ia akan melakukan shalat-shalat malam (tahjjud) pada hari-hari yang lain.
Read more…
Al-Qamah Selamat dengan Pertolongan Rasulullah SAW. Sejarah mencatat, bernama Alqamah seorang pemuda taat beribadah, perhatian dan patuh kepada ibu. Dia tinggal menetap di Jazirah Arab. Menyelusuri kehidupan pemuda padang pasir Alqamah dikenal masyarakat Arab waktu itu karena kepatuhan terhadap ibunya. Sejak lama ditinggal mati ayahnya. Sekarang ibunya dimakan usia sudah tua renta sudah terasa berbau tanah perkuburan. Alqamah jejaka normal jatuh hati terhadap seorang perawan, mereka menjalin cinta, perkembangannya mendapat restu orang tuanya untuk mendirikan mahligai rumah tangga yang berujung diikat perkawinan.
Ia Akan Datang Tiba–Tiba. Apakah itu ?. Itulah hari kiamat. Bagaimana keadaan manusia waktu itu ?. Qs Al Hajj :1-2 memberi penjelasan “ Hai manusia bertaqwalah kepada tuhanmu, sesungguhnya hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat goncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah segala kandungan segala wanita yasng hamil. Dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras “.
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 11 Juli 2008
Dua Penyakit di Khawatirkan Rasulullah SAW. Setiap umat secara pribadi maupun bermasyarakat ingin hidup bahagia meski pengertian kebahagiaan dan cara-cara meraihnya berbeda-beda setiap orang. Dari perbedaan cara itu Islam menerangkan mana yang diperintahkan dibolehkan atau dilarang. Dalam perintah Allah SWT. Terkandung hikmah kebaikan untuk melaksanakannya dan dalam apa yang dilarang-Nya terkandung kejelekan bagi yang melakukannya. Kebahagian sempurna adalah kebahagiaan lahir bathin, fisik mental materil spiritual dunia akhirat. Allah menjelaskan ” Carilah kebahagiaan akhirat tetapi jangan lupa keperluaan dunia ”. (Q.S. Qashash : 77).
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 08 Juni 2007
Ingat Mati dan Motivasi Hidup. Diceritakan dalam suatu hadis “ketika Allah beriradat mencabut roh seseorang mukmin maka, datanglah seorang malaikat maut (Izrail) dari arah mulutnya untuk melaksanakan iradat Allah tadi, lalu keluarlah zikir dan berkata : Tiada jalan bagimu dari arah ini, sebab zikir pada Allah selalu melintasi mulut ini. Maka, malaikat maut berpindah kearah tangan, namun tangan orang mukmin itupun menolak, sebab ia selalu dipakai untuk mengulurkan sedekah, menyayangi anak yatim, menulis ilmu pengetahuan dan mengangkat senjata kemedan juang membela agama Allah. Selanjutnya malaikat maut melirik kakinya, namun apa daya kaki juga menolak, alasanya kaki sering digunakan untuk berjalan menghadiri shalat berjamaah, shalat jumat, pertemuan majelis taklim, wirid malam dsb. Begitu juga telinganya sering dipakai untuk mendengarkan bacaan Al Quran, mendengarkan nasehat-nasehat soal kebaikan dsb. Akhirnya malaikat maut ingin mencabut rohnya dari arah mata, namun mata juga menolak, alasanya selalu dipakai untuk memperhatikan dan mengamati kebesaran Allah, melihat kitab-kitab Allah dan pandangan-pandangan baik lainya. (Duratun Nasihin).


