Laknat Allah. Rasulullah Saw bersabda “ Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya tersimpan sedikit saja kesombongan. Lalu ada seorang sahabat bertanya sesungguhnya ada seseorang yang suka berpakaian bagus dan sandalnya juga bagus. Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya Allah Swt itu maha indah dan menyukai keindahan, sedangkan sombong itu, menolak kebenaran dan suka merendahkan orang lain.” ( Hr. Muslim ). Didalam hadis beliau Saw diatas mengatakan bukan beliau saja yang membenci sifat sombong bahkan Allah Swt sangat tidak menyukainya. Sombong dalam artian sangat malas, enggan sekali bahkan menolak secara terang-terangan kebenaran yang telah susah payah diperjuangkan para Nabi dahulunya. Begitu juga laknat Allah akan menimpa manusia yang suka menjelek-jelekkan dan merendahkan manusia lain didalam berbagai aspek kehidupannya.
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 07 Desember 2007
Cerminan Pribadi Muslim. Pada dasarnya semua umat manusia dipermukaan bumi Allah ini adalah umat yang satu (bersaudara), dari bapak yang satu yaitu Nabi Adam As yang bergelar Abul Basyar (bapaknya semua manusia). Hal ini harus selalu menjadi perhatian bagi umat manusia, khususnya umat Islam dibelahan bumi manapun, hal ini dianjurkan, dalam rangka merajut hubungan dengan Allah (penguasa alam) dan menjalin hubungan dengan sesama umat manusia (pengelola alam). Islam sebagai agama damai yang berpihak pada kedamaian dan kebenaran menjanjikan kehidupan yang bahagia, sejahtera, damai dan sentosa bukan saja didunia ini namun, juga akan dapat dirasakan diakhirat kelak. Tentu, selagi individu antar individu dan kelompok antar kelompok selalu melanggengkan silaturahmi, rasa kebersamaan dan tolong-menolong dalam bingkai Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) khususnya.
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 04 Juli 2008
Hati Cahaya Terang pada Kehidupan Manusia. Hadis rasulullah SAW. ; “Ingatlah bahwa dalam tubuh itu ada sekeping hati, apabila daging itu baik, baiklah seluruh tubuh itu. Dan apabila ia rusak, tusaklah semua tubuh itu. Daging itu adalah hati “. Dilapangan ditemui ada orang baik-baik ada juga orang-orang jahat. Orang yang berlaku baik itu adalah pertanda hatinya suka menolong orang terlebih dalam kesusahan. Bila orang berhati baik itu sempat jadi pimpinan dia selalu memikirkan untuk perbaikan nasib menimpa rakyatnya secara benar dan jujur dengan nawaitu ikhlas kerja adalah ibadah.
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 16 Sepember 2005
Kesombongan Perdana Dalam Sejarah Umat. Setiap insan yang dilahirkan pada hakekatnya berada dalam lingkaran kesucian karena itulah fitrah dari kemanusiaan, yang harus di implementasikan dalam bentuk dan tindak – tanduk serta prilaku sehari – hari. Dalam perkembanganya manusia itu selalu menuntut suatu perubahan yang akan menentukan tingkatan – tingkatan yang ada di masyarakat, saling berkompetisi, adu argumentasi dan lain sebagainya yang akan melahirkan apresiasi tertentu dari individu maupun kelompok. Dalam mengarungi lautan kehidupan yang sarat dengan berbagai macam perubahan dan pengaruh baik exsternal maupun internal yang berkonotasi dengan persaingan yang ketat tersebut dalam berbagai bidang dan usaha. Banyak sedikitnya akan mempengaruhi pola pikir, perasaan dan tabiat umat manusia pada umumnya yang tersangkut pada sifat – sifat terpuji ( Akhlakul karimah ) dan sifat tercela ( Akhlakul mazmumah ).
Read more…
Bahaya Hasad, Iri dan Dengki. Rasulullah Saw bersabda Hasad, iri, &, dangki akan mengerogoti dan memakan segala kebaikan sebagai mana api membakar kayu api yang kering”. Jika seseorang melakukan amal kebaikan (shalat, puasa, infak dsb) ia sedang berada dalam wadah kebaikan yang akan mendapatkan pahala dari Allah Swt sebagai imbalanya. Namun, ada satu jenis penyakit yang sangat membahayakan sekali terhadap eksistensi/nilai amal maupun yang punya amal, dialah penyakit Hasad, iri dan dengki. Seperti yang di sabdakan Rasulullah Saw di atas, sehingga amal ibadah yang kita lakukan akan menjadi sia-sia belaka “Minyak Abis samba indak lamak” begitu kata orang MinangKabau mengibaratkanya.
Read more…