Gempa Akibatkan Arah Kiblat Bergeser … !!!. Gempa Bumi yang memporakporandakan sebagian wilayah Indonesia dan menelan ribuan korban jiwa mengakibatkan pergeseran arah kiblat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim meminta Departemen Agama (Depag) RI segera menertibkan sertifikat arah kiblat masjid-masjid di seluruh provinsi untuk ditentukan arahnya sesuai dengan ilmu falaq.
Isra Mi’raj dan Relevansinya Dengan Shalat. Bagi umat Islam di seluruh belahan bumi ini, peristiwa isra mi’raj terhadap junjungan nabi besar muhammad saw. Merupakan peristiwa yang spektakuler dan menakjubkan, dalam rangka menegakan syiar islam yang merupakan suatu kewajiban bagi umat islam yang mengaku beriman dan bertakwa pada ALLAH SWT.Sekaligus merupakan Manifestasi dari kehidupan beragama yang di anut.Dengan pelaksanaan pengamalan dan pemahaman kita terhadap perintah – perintah Allah Swt salah satunya Ibadah Shalat. Yang berhubungan dengan peristiwa yang maha menakjubkan ini.
Peristiwa Isra mi’raj ini adalah dua peristiwa yang terjadi dalam ( sebahagian ulama mengatakan satu malam, tapi penulis dalam hal ini mengungkapkan hanya sepertiga malam ). Peristiwa pertama yaitu Isra dengan pengertian : Allah Swt, memperjalankan nabi Muhammad Saw pada malam hari dari Masjidil Haram Makah ke masjidil Agsha di Baitul Magdis Palestina. Sedangkan pengertian MI’RAJ adalah : TANGGA yang dinaiki nabi muhammad menuju langit. Jadi bisa di simpulkan Isra Mi’raj itu adalah :
Islam dan Shalat . Manufer dan kelompok yang bernaung di bawah bendera Islam di manapun tempatnya di muka bumu ini, memerintahkan umatnya untuk menunaikan segala hal ikwal yang menjadi perintah Allah Swt, yang di iringi dengan kesadaran yang tinggi serta harus mampu menghentikan segala bentuk tindakan dan perbuatan yang dilarang dan di murkai NYA. Dari sekian banyak perintah dan titah yang wajib bagi manusia untuk mengerjakanya adalah Ibadah Shalat, terutama sekali Shalat wajib ( Fardu ) yang diiringi dengan beberapa Shalat sunah lainya. Agar nasib baik dan perlindungan, taufik serta hidayah NYA selalu mengiringi setiap detak jantung kita di dalam mengarungi lautan kehidupan ini, Yang mengarah pada proses penghambaan kita pada sang Khalik peguasa alam semesta ini. Agama Islam sebagai hukum dan bimbingan kesucian yang di bawa oleh junjungan Nabi Besar Muhammad Saw, telah menetapkan Shalat lima kali sehari semalam sebagai Ibadah pokok dan utama. Yang berdasarkan pada perintah Allah Swt yang di terima beliau secara langsung di dalam peristiwa Isra Mi’raj, yang secara langsung pula kita memperingatinya setiap tahun.
Mengasah Mata Hati. Mata hati, adalah salah satu dari sekian banyak pemberian Allah kepada makhluk yang bernama manusia tampa kecuali. Hanya manusia yang bisa mengfungsikannya dengan sempurna Mata hati yang baik akan sanggup melihat dan merasakan apa-apa yang akan terjadi maupun yang telah lama berlalu. Tentu saja hati yang sejalan dengan pikiran yang sehat dan jernih, artinya pikiran selalu melahirkan komitmen yang mantap dan diiringi dengan keteguhan hati serta disampaikan /diikrarkan dengan mulut. Kalau hal ini berlawanan arah, lain dipikiran lain pula dihati serta lain dihati lain pula dimulut itulah yang dikatakan Allah sebagai ciri-ciri orang munafik. Kemunafikan kalau dibiarkan terus bersemayam dalam hati, maka dengan sendirinya hati itu akan menjadi buta dari petunjuk, yang berlanjut pada buta pendengaran, bahkan mata hati itu sendiri yang akan menyeret kebanyakan manusia kejurang neraka jahanam.
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 20 Juni 2008
Menjaga Kejernihan Hati. Orang yang mensucikan diri. “…. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya itu, dan sungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Q.S. Asy-Syams :9-10). Bagi oang yang mau mengamati penyebab kotornya diri yang aslinya fitri (suci) adalah kotoran ibarat debu mengelilingi dimana sedang berada dalam rumaha-rumah ibadat sekalipun contoh Barsyisyah kejahatan berawal dari rumah ibadah. Barsyisyah seorang tekun beribadah. Di masjid siang malam dia melakukan ibadah hingga dia tahan selama 15 hari tanpa makan dan minum. Menurut riwayat ibadah dikerjakannya ibadah zikir kepada Allah SWT, dan shalat, iblis terkutuk menghampiri Barsyisyah. Iblis seakan-akan beribadah pula dibuatnya jangka waktu 20 hari lima hari lebih dari Barsyisyah. Barsyisyah bertanya kepada iblis menyerupai manusia itu. Apa resepnya kamu beribadah lebih dari saya? Jawab iblis itu sebelum saya melakukan ibadah ini saya terlebih dahulu berzina dan membunuh seseorang, akhirnya Barsyisyah memenuhi kehendak iblis jadi pembunuh dan berzina. Ibadah selama dikerjakan barsyisyah di tolak Allah SWT.


