Orang Yang Merugi Dalam Shalat

By Martias Oyonk on Monday, February 9, 2009
Filled Under: Shalat

Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 24 Februari 2006

Orang Yang Merugi Dalam Shalat. Rasulullah Saw bersabda “ Sesungguhnya amalan yang pertama sekali di hisap dari seorang hamba di hari kiamat kelak adalah ibadah shalatnya. Apabila ibadah shalatnya baik, maka ia termasuk orang yang beruntung. Namun, apabila ibadah shalatnya itu rusak, maka ia termasuk golongan orang-orang yang merugi” ( Hr. Nasai ). Pemberitahuan Rasulullah Saw di atas yang menyangkut soal ibadah sentral dan pokok kita sehari-hari pada Allah SWT, yaitu ibadah shalat dengan satu tujuan agar manusia taat, patuh dan beriman pada-Nya. Perintah shalat ini maupun ibadah-ibadah lainya murni bukan untuk kepentingan Allah, Akan tetapi seluruh keuntungan dan manfaatnya pasti akan kembali pada manusia itu. Lalu shalat yang seperti apa yang akan membawa keuntungan dan manfaat pada kita ?, apakah shalat yang di kerjakan hanya dalam hitungan detik yang terkesan asal-asalan?, atau shalat yang pengerjaanya selalu di ujung waktu ( melalaikan ) ?, atau hanya untuk sekedar mengugurkan kewajiban saja.

Hal inilah yang sangat di takutkan sekali oleh Nabi kita Muhammad Saw, karena di waktu beliau sedang melaksanakan Isra – Mikraj, beliau melihat suatu kejadian yang sangat aneh sekali. Di mana banyak orang laki-laki dan wanita tengah melabrak diri mereka dengan memukul kepalanya sendiri, darah mengalir akibat pukulan itu yang tak obahnya seperti sungai besar. Sambil mengeluh dengan penuh penyesalan mereka berkata ‘celakalah kami ini, alangkah sakitnya penderitaan ini. Maka, aku (Nabi) bertanya yaa Jibril, siapa mereka itu dan mengapa mereka memukuli kepala mereka sendiri sambil terus mengerang kesakitan?. Jibril menjawab mereka adalah dari umatmu yaa Muhammad yang melakukan Shalat selalu tidak tepat pada waktunya (lalai & suka melalaikan). ( Durattun Nasihin).

Read more…

Ibadah dan Bekerja

By Martias Oyonk on Friday, January 30, 2009
Filled Under: Amal Saleh, Uncategorized

Ibadah dan Bekerja. Berfirman Allah didalam Qs Al Jumuah ayat 9-10 “ Wahai orang-orang yang beriman apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka berjalanlah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah perdagangan itu. Demikian itu lebih baik bagimu juka kamu mengetahui. “ Jika shalat itu lelah selesai bertebaranlah kamu dimuka bumi ini dan carilah karunia Allah dan ingatlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung “. Hidup adalah suatu perjalanan yang harus dijalani dan dipenuhi sebagai suatu kewajiban atas semua amanah yang dibebankan pada pundak kita masing-masing. Dapat kita saksikan tak sedikit dari manusia yang terlalu dilarutkan oleh pencarian harta dunia, hidup mewah jadi prioritas utamanya (hedonis) harta dijadikan kiblat sebagai mainan mata. Sementara hati ( rohani) yang seharusnya juga diisi dengan keimanan, ketaatan dsb sering kali diabaikan, malah sering ditinggalkan dengan sengaja.

Read more…

Sholat Sebagai Penghubung

By Martias Oyonk on Saturday, January 3, 2009
Filled Under: Shalat

Sholat Sebagai Penghubung. Dari sekian banyak rangkaian ibadah yang diwajibkan, shalat adalah yang paling ditekankan sekali untuk menyegerakan waktunya. Shalat adalah rukun Islam yang kedua sesudah bersyahadat, dari kelima rukun Islam itu ibadah shalat merupakan amalan yang pertama sekali dihitung diakhirat kelak, baik shalatnya maka kebaikanlah yang akan menyertainya, buruk shalatnya maka keburukan itu akan selalu merongrongnya. Diterangkan ibadah shalat ini adalah sarana penghubung antara seorang hamba dengan Rabbnya. Rasulullah Saw bersabda .” Innaahadukum izashalayuna jirabbahu.” Sesungguhnya jika seseorang dari kamu mengerjakan shalat, ia telah bermunajat (doa) kepada Rabbnya. Hadis singkat Beliau Saw ini menjelaskan bahwa cara bermunajat atau berdoa yang paling sempurna itu hendaknya diawali dengan shalat. Karena shalat itu sendiri terdiri dari rangkaian doa-doa dan puji-pujian pada Allah, dan juga sebagai taman ibadah yang didalamnya penuh dengan segala yang menyejukan. Tentu hal ini bisa dirasakan dengan menjadikan shalat ini benar-benar sebagai penghubung antara jiwa kita dengan Allah dan pencegah dari kemungkaran. Namun, sangat disayangkan ibadah shalat sebagai tiang dari tegaknya syariat Islam ini sering kali kurang mendapat perhatian dari sebagian kalangan, kesibukkan duniawi telah mengikis eksistensi manusia itu sendiri sebagai makhluk Allah yang harus menyembah secara tulus pada-Nya. Read more…