Ijtihad dan Kreatifitas Berfikir. Mengunakan pertimbangan akal pikiran dalam hukum atau undang-undang memegang peranan penting,khususnya dalam ajaran Islam. Al Quran menyerukan agar umat manusia selalu mendayagunakan akal pikirannya semaksimal mungkin.
Akal pikiran yang sehat lagi cerdas,akan jadi menuntun jalan untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. Sebaliknya orang yang tidak mempergunakan akal pikirannya akan mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang buruk,malah Al Quran mengibaratkannya dengan binatang yang bisu,tuli dan dungu.
Read more…
Musuh Terbesar Manusia Dalam Islam. “Dalam kiprahnya ketika manusia mengelola dan merawat bumi serta mengatur kehidupan agar damai dan sejahtera, manusia itu senantiasa menghadapi rintangan dan godaan dari mahkluk Allah yang terlaknat yang bernama Syaitan dan Iblis agar tersesat kejalan yang di murkai Allah Swt untuk menemaninya di dalam neraka jahanam kelak. Hal ini menjadi prioritas utama dari syaitan karena mereka memahami bahwa manusia merupakan mahkluk yang lemah dan mudah di pengaruhi, sehingga selalu mencari kekuatan yang dapat melindunginya. Dalam sejarah kehidupan manusia sejak dari Nabi Adam dan Siti Hawa sampai sekarang semakin tampak kenyataanya bahwa dalam mencari pertolongan dan perlindungan, di antaranya ada manusia yang mendapatkan petunjuk dari Allah. Disamping tidak terhitung pula jumlahnya yang tertipu dan di sesatkan oleh syaitan dan kroni-kroninya. Hal ini terjadi secara garis besarnya sejak syaitan di usir dari sorga akibat kesombongan dengan sumpahnya yang di benarkan Allah.
Read more…
Kepentingan Dunia dan Akhirat. Penyakit terbesar umat manusia dari dulu sampai sekarang adalah Hubud dunya, yaitu kecintaan yang berlebihan terhadap harta dunia. Pada dasarnya orang-orang yang terlalu dilarutkan oleh gemerlap dunia semata bahkan terkesan berlebih-lebihan, sebenarnya tidak meyakini bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya bersifat sementara. Kalau mereka memahami akan hal ini tentu hidup berlebih-lebihan dan hedonisme akan mereka hindari. Ajaran Islam selalu menekankan pada umatnya untuk selalu memupuk sifat tawazun, yaitu pandai menyeimbangkan antara kepentingan dan kebutuhan dunia dengan kepentingan dan kebutuhan akhiratnya. Manusia sekarang sedang hidup di dunia, setelah itu pasti akan mati, maka sudah seharusnya setiap diri mencari bekal untuk akhirat, disamping kesibukan didalam memenuhi kebutuhan hidup didunia. Sangat diharapkan dari hal ini adalah mendapatkan nikmat dunia dan hasilnyapun dapat dipetik dikehidupan akhiat kelak.
Read more…
Jangan menyombongkan Diri. Allah Swt berfirman didalam Qs Lukman ayat 18. “ Dan janganlah kamu memalingkan muka (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” Ayat diatas memberi informasi pada manusia, khususnya manusia muslim / muslimah untuk menjauhi suatu sifat yang abadi dimiliki Iblis laknatullah yaitu sombong, waktu diperintahkan Allah Swt untuk sujud dalam artian menghormati keberadaan Adam didalam sorga. Realitanya, memang manusia diciptakan Allah kepermukaan bumi ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang beragam sebagai anugerah terindah dari sang pencipta. Akan tetapi, segala kelebihan yang dimiliki sering kali menbuat manusia itu terjebak dalam prilaku-prilaku yang dilarang sang khalik. Keterjebakan dari manusia itu adalah sering tidak menyadari akan segala kekurangan dan keterbatasannya sehingga timbul satu sifat yang membuat Iblis dan para kroninya senang itulah sifat sombong, pongah atau takabur.
Read more…
Laknat Allah. Rasulullah Saw bersabda “ Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya tersimpan sedikit saja kesombongan. Lalu ada seorang sahabat bertanya sesungguhnya ada seseorang yang suka berpakaian bagus dan sandalnya juga bagus. Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya Allah Swt itu maha indah dan menyukai keindahan, sedangkan sombong itu, menolak kebenaran dan suka merendahkan orang lain.” ( Hr. Muslim ). Didalam hadis beliau Saw diatas mengatakan bukan beliau saja yang membenci sifat sombong bahkan Allah Swt sangat tidak menyukainya. Sombong dalam artian sangat malas, enggan sekali bahkan menolak secara terang-terangan kebenaran yang telah susah payah diperjuangkan para Nabi dahulunya. Begitu juga laknat Allah akan menimpa manusia yang suka menjelek-jelekkan dan merendahkan manusia lain didalam berbagai aspek kehidupannya.
Read more…