Renungan Syawal

By Martias Oyonk on Sunday, September 20, 2009
Filled Under: Amal Saleh, Iman Dasar Akidah, Motivasi Hidup, Pola Hidup Muslim

Renungan Syawal. Setelah meninggalkan Ramadhan memasuki Syawal pekerjaan berat adalah meningkatkan amaliyah secara kuantitas dan kualitas, karena “Syawal” berarti peningkatan. Berusaha meningkatkan semangat juang membela agama. Memelihara kesucian/ fitrah yang telah diraih melalui ibadah puasa juga Idul Fitri kembali kepada fitrah/ kesucian ibarat bayi baru lahir. Salah satu ajaran puasa dirasakan termotivasinya seseorang meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, juga karena pengaruh lingkungan yang sangat kondusif. Bila seseorang beramal yang didasari Iman dan ikhlas kepada Allah ia akan terpancing untuk lebih dapat meningkatkan ibadahnya secara kualitas dan kuantitas. Ia tidak merasakan cukup hanya berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi akan dilaksanakannya puasa-puasa sunat seperti puasa 6 hari dibulan Syawal, artinya tidak merasa puas dengan shalat tarwih dan witir di bulan Ramadhan ia akan melakukan shalat-shalat malam (tahjjud) pada hari-hari yang lain.
Read more…

Mengumpulkan Bekal Akhirat

Mengumpulkan Bekal Akhirat.  Allah SWT berfirman.” Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya permainan dan senda-gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ?. ( Qs Al An’am : 32).

Diceritakan ketika Nabi Nuh as akan meninggal dunia, bertanyalah para sahabatnya. Bagaimanakah engkau merasakan hidup ini wahai nabi Allah ?. ( mereka wajar bertanya seperti ini karena nabi Allah nuhlah yang memiliki umur paling  panjang mencapai 950 tahun ). Nabi Nuh menjawab”aku merasa bahwa hidup ini hanyalah sebagai sebuah rumah yang memiliki dua daun pintu, yang aku masuk dari pintu yang satu lalu keluar dari pintu yang satunya lagi.
Read more…

Memaknai Hijrah dan Taubat

By Bakhtiar Khatib on Saturday, June 20, 2009
Filled Under: Motivasi Hidup

Memaknai Hijrah dan Taubat. Memaknai Hijrah (rohani) sangat mendesak dilakukan. Sejarah mencatat hijrah seorang remaja Arab bernama Umar Ibnu Khatab. Dia pemuda gagah perkasa berusia tiga puluh tahun, bangunan fisiknya kuat dan tegap, hidupnya ditandai emosi dan cepata naik darah. Kesenangan harian pemuda tersebut adalah foya-foya dam minum-minuman keras yang memabukkan. Dari kalangan Quraisy dialah yang tanpa ragu memenggal batang leher pengikut Muhammad SAW, dan menyiksa keluarganya sudah dapat dikatakan waktu itu “Aku Jazirah Arab ini” semuanya harus mematuhi saya tidak terkecuali penguasa tanah Jazirah Arab.

Bermodalkan kekerasan dan keserakahan Umar Ibnu Khatab sang diktator tanpa pendidikan itu sedang disibukkan mencari yang mulia Muhammad SAW. Guna untuk dipenggal kepalanya karena dia telah berani menyerang berhala-berhala sembahan yang dinilai tinggi yang dinamakan Latta dan Uzza. Ditengah perjalanan bertemu dengan Nu’im dan Abdullah. Setelah diketahui dan faham maksudnya Nu’im berkata : “Umar engkau menipu diri sendiri. Kau kira keluarga Muhammad SAW membiarkna kau meraja lela begini? Sudah engkau bunuh Muhammad SAW? Tidak lebih baik kau pulang saja kerumah dan perbaiki keluargamu sendiri?” (Muhammad Husin Haikal).

Read more…

Iman Dasar Akidah

By Martias Oyonk on Saturday, April 25, 2009
Filled Under: Iman Dasar Akidah

Iman Dasar Akidah. Muslim / Muslimah yang memiliki keteguhan iman dan selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam, yang selalu di implementasikan dalam seluruh aspek kehidupan akan merasakan manisnya buah dari keimanan itu. Jiwanya akan selalu tenang menuju tangga kesempurnaan keimanan, yang akan melahirkan keberanian yang luar biasa di dalam beramar makruf dan bernahi mungkar, selalu bersikap optimis ( tafa’ul ) di dalam mengayuh biduk kehidupan ini. Tidak pernah merasa cemas, khawatir dan sedih selama masih berada dalam level kebenaran dan selalu berpedoman pada dua pusaka yang di tinggalkan Rasulullah Saw yaitu Al Quran dan As Sunah.“ Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu dua pusaka, jika kamu berpegang teguh pada keduanya niscaya kamu tidak akan tersesat untuk selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Hadis Rasulullah Saw”. ( HR. Al Hakim ). Mengacu pada hadis Rasul Saw di atas sebagai umat Islam sudah menjadi suatu kewajiban menyakini seyakin-yakinnya bahwa yang menciptakan / menjadikan baik dan buruk, anuqrah dan bencana, yang mengatur riski, langkah, pertemuan dan maut, sampai pada penciptaan jagat raya ini plus pengaturanya tiada lain adalah sang khalik, Allah Swt. Dialah zat yang maha pencipta dan maha kuasa atas segala sesuatu yang ada di jagat raya ini. Keyakinan itulah yang di sebut dalam Islam sebagai iman yang berujung pada ketaqwaan serta Al Quran & Sunah Saw sebagai pedomanya.

Read more…

Segeralah Bertaubat

By Martias Oyonk on Saturday, April 11, 2009
Filled Under: Tipu Daya Dunia

Segeralah Bertaubat. “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam sorga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia ; sedangkan cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka menyatakan : “Ya Tuhan kami sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami ; Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu “. ( Qs At Tahrim-8 ).

Read more…