Sumatera Menuju Siklus Gempa 200 Tahunan. Pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan ada potensi gempa jauh lebih besar dibandingkan gempa yang terjadi di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Read more…
Riwayat Gempa Di Sumatera Barat. Gempa besar berkekuatan 7,6 SR di Sumatera Barat bukan kali ini saja terjadi. Namun, wilayah yang berada di zona gempa ini sudah belasan kali dilanda gempa bumi dalam dua abad ini.
Bahkan, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Departemen Energi, sejumlah gempa besar dengan dampak kerusakan yang luas juga pernah terjadi sebelumnya di wilayah ini.
Iman Dasar Akidah. Muslim / Muslimah yang memiliki keteguhan iman dan selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam, yang selalu di implementasikan dalam seluruh aspek kehidupan akan merasakan manisnya buah dari keimanan itu. Jiwanya akan selalu tenang menuju tangga kesempurnaan keimanan, yang akan melahirkan keberanian yang luar biasa di dalam beramar makruf dan bernahi mungkar, selalu bersikap optimis ( tafa’ul ) di dalam mengayuh biduk kehidupan ini. Tidak pernah merasa cemas, khawatir dan sedih selama masih berada dalam level kebenaran dan selalu berpedoman pada dua pusaka yang di tinggalkan Rasulullah Saw yaitu Al Quran dan As Sunah.“ Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu dua pusaka, jika kamu berpegang teguh pada keduanya niscaya kamu tidak akan tersesat untuk selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Hadis Rasulullah Saw”. ( HR. Al Hakim ). Mengacu pada hadis Rasul Saw di atas sebagai umat Islam sudah menjadi suatu kewajiban menyakini seyakin-yakinnya bahwa yang menciptakan / menjadikan baik dan buruk, anuqrah dan bencana, yang mengatur riski, langkah, pertemuan dan maut, sampai pada penciptaan jagat raya ini plus pengaturanya tiada lain adalah sang khalik, Allah Swt. Dialah zat yang maha pencipta dan maha kuasa atas segala sesuatu yang ada di jagat raya ini. Keyakinan itulah yang di sebut dalam Islam sebagai iman yang berujung pada ketaqwaan serta Al Quran & Sunah Saw sebagai pedomanya.
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 25 April 2006
Memahami Takdir Illahi. Di dalam memahami takdir Illahi, setiap manusia harus merujuk pada apa yang terdapat dalam Rukun Iman yang telah di paparkan dalam Hadis Rasulullah Saw yakni Percaya pada Allah, kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir dan percaya pada Qada dan Qadar-Nya. Keenam poin yang termaktup dalam Rukun Iman di atas harus kita yakini seyakin-yakinya, guna melahirkan dan menumbuhkan ketabahan dan kesabaran yang penuh di dalam menerima ujian dan cobaan dari Allah Swt, karena tidak ada manusia yang tidak luput dari cobaan dan ujian. Dan mewujudkan kepercayaan yang tinggi bahwa dalam penciptaan manusia, Allah Swt menetapkan apa yang di sebutkan agama dengan langkah, rezeki, pertemuan dan maut. Serta segala sesuatu yang baik ( kenikmatan ) atau segala sesuatu yang buruk (bencana maupun musibah).
Ibadah dan Bekerja. Berfirman Allah didalam Qs Al Jumuah ayat 9-10 “ Wahai orang-orang yang beriman apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka berjalanlah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah perdagangan itu. Demikian itu lebih baik bagimu juka kamu mengetahui. “ Jika shalat itu lelah selesai bertebaranlah kamu dimuka bumi ini dan carilah karunia Allah dan ingatlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung “. Hidup adalah suatu perjalanan yang harus dijalani dan dipenuhi sebagai suatu kewajiban atas semua amanah yang dibebankan pada pundak kita masing-masing. Dapat kita saksikan tak sedikit dari manusia yang terlalu dilarutkan oleh pencarian harta dunia, hidup mewah jadi prioritas utamanya (hedonis) harta dijadikan kiblat sebagai mainan mata. Sementara hati ( rohani) yang seharusnya juga diisi dengan keimanan, ketaatan dsb sering kali diabaikan, malah sering ditinggalkan dengan sengaja.


