Gempa Padang Baru Pembukaan Gempa Global. Banyak pergerakan tektonik di muka bumi ini. Tetapi tidak ada yang seaktif Padang dalam beberapa dekade terakhir, gempa 7,6 SR yang menghantam Padang dua pekan lalu dan menewaskan seribu lebih manusia, hanyalah pembukaan dari gempa yang lebih dashyat.
Read more…
Riwayat Gempa Di Sumatera Barat. Gempa besar berkekuatan 7,6 SR di Sumatera Barat bukan kali ini saja terjadi. Namun, wilayah yang berada di zona gempa ini sudah belasan kali dilanda gempa bumi dalam dua abad ini.
Bahkan, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Departemen Energi, sejumlah gempa besar dengan dampak kerusakan yang luas juga pernah terjadi sebelumnya di wilayah ini.
Read more…
Agar Hidup Tak Merugi. “Rasulullah Saw memberikan peringatan pada umat islam khususnya, agar tidak mencaci-maki dan meremehkan sang waktu dan keadaan (umur), keduanya ini adalah pemberian tuhan yang wajib kita hargai. Sebuah ungkapan yang memberikan dasar pemikiran agar setiap muslim mampu merenung dan terjun dalam rangkaian waktu mengisinya dengan aneka perilaku terpuji, amar ma’ruf nahi mungkar.
Jangan sia-siakan pemberian Allah ini (waktu dan umur) karena dengan mengisi waktu akan mendayagunakan umur, dengan ini seorang akan mampu mengukir hidupnya dengan berbagai macam kreatifitas yang berarti. Namun, kalau dilihat dari rangkaian waktu yang diberikan dengan cuma-cuma ini, alangkah meruginya manusia yang tidak pandai mempergunakannya dengan sebaik-baiknya, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga, masyarakat, agama sampai pada bangsa dan negara tempat dia bernaung.
Berfirman Allah dalam QS al Ashr 1-3 “ Demi massa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran”. Sumpah Allah diatas menerangkan bahwa manusia yang tidak mau mempergunakan massa (waktunya) dengan sebaik-baiknya, bukan diatas dunia ini saja diakhiratpun manusia itu akan ditimpa kerugian.
Read more…
Ramadhan dan Kesucian Al Quran. Allah berfirman.” Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasannya mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).”( Qs Al-Baqarah-185.)
Bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulan Al Quran, karena pada bulan inilah kitab suci umat Islam sebagai pedoman dan pemandu kehidupan manusia, Al Quran nur karim diturunkan kepermukaan bumi ini atas kekuasaan Allah, dari Al lauh Al Mahfuzh ke Bait Al Izzah dilangit dunia. Menurut Ibnu Abas ra, peristiwa turunnya Al Quran terjadi pada malam Lailatul Qadr, yang hanya terdapat dalam bulan suci Ramadhan. Malam Laillatul Qadr, adalah malam yang penuh dengan Maqfirah/ampunan dari Allah. Bahkan disebutkan lebih baik dan mulia dari seribu bulan. Dijelaskan Allah dalam Qs, Al Qadr ayat 1-5. “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril turun dengan izin tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit Fajar.” (Subhanallah)
Read more…
Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 24 Februari 2006
Orang Yang Merugi Dalam Shalat. Rasulullah Saw bersabda “ Sesungguhnya amalan yang pertama sekali di hisap dari seorang hamba di hari kiamat kelak adalah ibadah shalatnya. Apabila ibadah shalatnya baik, maka ia termasuk orang yang beruntung. Namun, apabila ibadah shalatnya itu rusak, maka ia termasuk golongan orang-orang yang merugi” ( Hr. Nasai ). Pemberitahuan Rasulullah Saw di atas yang menyangkut soal ibadah sentral dan pokok kita sehari-hari pada Allah SWT, yaitu ibadah shalat dengan satu tujuan agar manusia taat, patuh dan beriman pada-Nya. Perintah shalat ini maupun ibadah-ibadah lainya murni bukan untuk kepentingan Allah, Akan tetapi seluruh keuntungan dan manfaatnya pasti akan kembali pada manusia itu. Lalu shalat yang seperti apa yang akan membawa keuntungan dan manfaat pada kita ?, apakah shalat yang di kerjakan hanya dalam hitungan detik yang terkesan asal-asalan?, atau shalat yang pengerjaanya selalu di ujung waktu ( melalaikan ) ?, atau hanya untuk sekedar mengugurkan kewajiban saja.
Hal inilah yang sangat di takutkan sekali oleh Nabi kita Muhammad Saw, karena di waktu beliau sedang melaksanakan Isra – Mikraj, beliau melihat suatu kejadian yang sangat aneh sekali. Di mana banyak orang laki-laki dan wanita tengah melabrak diri mereka dengan memukul kepalanya sendiri, darah mengalir akibat pukulan itu yang tak obahnya seperti sungai besar. Sambil mengeluh dengan penuh penyesalan mereka berkata ‘celakalah kami ini, alangkah sakitnya penderitaan ini. Maka, aku (Nabi) bertanya yaa Jibril, siapa mereka itu dan mengapa mereka memukuli kepala mereka sendiri sambil terus mengerang kesakitan?. Jibril menjawab mereka adalah dari umatmu yaa Muhammad yang melakukan Shalat selalu tidak tepat pada waktunya (lalai & suka melalaikan). ( Durattun Nasihin).
Read more…