Mengucapkan ‘ Selamat Natal ‘ Hukumnya Haram .. !!!

By Martias Oyonk on Tuesday, December 22, 2009
Filled Under: Akhlak Mulia, Amal Saleh, Pola Hidup Muslim, Tipu Daya Dunia
Post Page Rank

Mengucapkan ‘ Selamat Natal ‘ Hukumnya Haram .. !!!. Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini.

Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.

Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan.

Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini.

Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka, mereka akan tolak mentah-mentah. Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan –dengan izin-Mu-

Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.

Fatwa Pertama: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama

Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.

Beliau rahimahullah pernah ditanya,

“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”

Beliau rahimahullah menjawab:

Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah.

Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.

Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan.

Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah.

Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut.

Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” – Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan.

Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (Qs. Az Zumar [39]: 7)

Allah Ta’ala juga berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Qs. Al Maidah [5]: 3)

Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?

Memberi ucapan selamat semacam ini pada mereka adalah sesuatu yang diharamkan, baik mereka adalah rekan bisnis ataukah tidak. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala.

Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca : bid’ah). Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk.

Mengenai agama Islam yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri berfirman,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Qs. Ali Imron [3]: 85)

Bagaimana Jika Menghadiri Perayaan Natal?

Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka, maka ini diharamkan. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.

Bagaimana Hukum Menyerupai Orang Nashrani dalam Merayakan Natal?

Begitu pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ’santa clause’ yang berseragam merah-putih, lalu membagi-bagikan hadiah, pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari natal). Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim mengatakan, “Menyerupai orang kafir dalam sebagian hari raya mereka bisa menyebabkan hati mereka merasa senang atas kebatilan yang mereka lakukan.

Bisa jadi hal itu akan mendatangkan keuntungan pada mereka karena ini berarti memberi kesempatan pada mereka untuk menghinakan kaum muslimin.” -Demikian perkataan Syaikhul Islam-

Barangsiapa yang melakukan sebagian dari hal ini maka dia berdosa, baik dia melakukannya karena alasan ingin ramah dengan mereka, atau supaya ingin mengikat persahabatan, atau karena malu atau sebab lainnya.

Perbuatan seperti ini termasuk cari muka (menjilat), namun agama Allah yang jadi korban. Ini juga akan menyebabkan hati orang kafir semakin kuat dan mereka akan semakin bangga dengan agama mereka.

Allah-lah tempat kita meminta. Semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Mulia.

Fatwa Kedua: Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka

Masih dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah dari Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/29-30, no. 405.

Syaikh rahimahullah ditanya:

Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta), lalu kita mengucapkan selamat hari raya dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan?

Beliau rahimahullah menjawab:

Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir, lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167)

Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu, ini dilakukan karena Yahudi tersebut dulu ketika kecil pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Yahudi tersebut sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamshallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam, kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita kiaskan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan pengikut hawa nafsu. menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Akhirnya, Yahudi tersebut pun masuk Islam. Bagaimana mungkin perbuatan Nabi

Fatwa Ketiga: Merayakan Natal Bersama

Fatwa berikut adalah fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 8848.

Pertanyaan:

Apakah seorang muslim diperbolehkan bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam perayaan Natal yang biasa dilaksanakan pada akhir bulan Desember? Di sekitar kami ada sebagian orang yang menyandarkan pada orang-orang yang dianggap berilmu bahwa mereka duduk di majelis orang Nashrani dalam perayaan mereka.

Mereka mengatakan bahwa hal ini boleh-boleh saja. Apakah perkataan mereka semacam ini benar? Apakah ada dalil syar’i yang membolehkan hal ini?

Jawaban:

Tidak boleh bagi kita bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam melaksanakan hari raya mereka, walaupun ada sebagian orang yang dikatakan berilmu melakukan semacam ini. Hal ini diharamkan karena dapat membuat mereka semakin bangga dengan jumlah mereka yang banyak.

Di samping itu pula, hal ini termasuk bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Padahal Allah berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al Maidah [5]: 2)

Semoga Allah memberi taufik pada kita. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, pengikut dan sahabatnya.

Ketua Al Lajnah Ad Da’imah: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Saatnya Menarik Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan:

Pertama, Kita –kaum muslimin- diharamkan menghadiri perayaan orang kafir termasuk di dalamnya adalah perayaan Natal. Bahkan mengenai hal ini telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia sebagaimana dapat dilihat dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1981.

Kedua, Kaum muslimin juga diharamkan mengucapkan ’selamat natal’ kepada orang Nashrani dan ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim. Jadi, cukup ijma’ kaum muslimin ini sebagai dalil terlarangnya hal ini. Yang menyelisihi ijma’ ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (Qs. An Nisa’ [4]: 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka.

Oleh karena itu, yang mengatakan bahwa Al Qur’an dan Hadits tidak melarang mengucapkan selamat hari raya pada orang kafir, maka ini pendapat yang keliru. Karena ijma’ kaum muslimin menunjukkan terlarangnya hal ini. Dan ijma’ adalah sumber hukum Islam, sama dengan Al Qur’an dan Al Hadits. Ijma’ juga wajib diikuti sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 115 di atas karena adanya ancaman kesesatan jika menyelisihinya.

Ketiga, jika diberi ucapan selamat natal, tidak perlu kita jawab (balas) karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala.

Keempat, tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir untuk mengucapkan selamat hari raya.

Kelima, membantu orang Nashrani dalam merayakan Natal juga tidak diperbolehkan karena ini termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa.

Keenam, diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan dalam rangka mengikuti orang kafir pada hari tersebut.

Demikianlah beberapa fatwa ulama mengenai hal ini. Semoga kaum muslimin diberi taufiko oleh Allah untuk menghindari hal-hal yang terlarang ini. Semoga Allah selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus dan menghindarkan kita dari berbagai penyimpangan. Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘alihi wa shohbihi wa sallam.

Diselesaikan pada siang hari, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul, 18 Dzulhijah 1429 H

Artikel Disalin Dari :  www.muslim.or.id


Tags: , ,

10 Responses to “Mengucapkan ‘ Selamat Natal ‘ Hukumnya Haram .. !!!”

  1.  Faishol Says:

    Memang seharusnya toleransi itu dalam hal seperti ayat dalam al qur’an “LAKUM DIENUKUM WALIYADIEN” (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Kita sebagai muslim dilarang keras mengikuti acara-acara perayaan agama mereka (orang kafir).

  2.  Bangbross Says:

    Egois sekali yak. Kalo Lebaran, semua org harus “dipaksa” berbondong-bondong mengucapkan selamat Idul Fitri. Tapi kalo hari raya agama lain, ga boleh memberikan selamat karna diharamkan. Kdg2 saya berpikir, dimanakah toleransi dalam agama Anda? Kalo di negara lain, jilbab dilarang sudah diprotes dengan dalih melanggar HAM. Tapi di negeri Muslim sendiri, semua org (meski bukan Muslim) harus berpakaian Muslim dan mengikuti tata cara adat Islam…

  3.  Sapto_MS Says:

    Ass.Wr.Wb
    “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah Hanyalah “Islam”, tidak akan ada perselisihan, kesalahpahaman, “”dan gontok-gontokan seperti sekarang ini”", bagi orang-orang yang telah kuberi Alkitab,Taurat, dan Injil, jika mereka telah AKU (ALLAH) beri petunjuk” Demikain potongan primbon saya yang saya kutip,yaitu Alquran, dengan melihat sepotong ayat diatas dapatlah kita menerik kesimpulan bahwa Awal Muhammad dan Akhir Muhhamad, Atawa Awalau Wal Akhiru Nabi, jadi menurut saya pribadi masalah nasrani, yahudi, tidak akan bisa sampai kiamat tidak akan dapat kita selesaikan perbedaannya, selama kita hanya menggunaka akal sehat belaka, karena agama / iman hanya miliki oleh orang-orang yang mempunyai akal dan mata hati, karena sesungguhnya kalau kita mengucapkan sesuatu yang bukan haq”NYA” tanpa kita sadari kita telah kembali kedalam kesesatan kembali, dari potongan ayat diatas ini sudah cukup untuk mewakilkan Alam semesta dan seluruh isinya, menyatakan bahwa “Tidak kuciptakan adam dan hawa dan seluruh alam semesta dan seluruh isinya ini kalau bukan karena kamu ya Muhhammad, Hukum dunia kita taati patuhi, hukum agama kita abaikan, hati-hati, dan berhati-hati, karena mulut badan binasa, Sesal kemudian tak berarti, Untuk supaya kitas semua mengerti tentang apa yang kita yakini terutama kita harus mengetahui dulu apa itu Islam, apa Itu Kristen, apa itu Yahudi, karena kita meyakini sesuatu tanpa kita mengetahui hakekatnya itu sama sasja kita menggantang asap. Jadi menurut primbon saya “Al-quran yang penuh hikmah, semua manusia disuruh menuju satu titik yaitu “ISLAM”, ini sesungguhnya yang dimaksud dengan ahlusunnah waljamaah, dari nabi adam sampai Nabi Muhammad, Ingat perjanjian para Nabi”Hai Adam, khaidir, Yusf, Isa Apabila nanti datang nabi setelah kamu dan membenarkan kitab yang kamu bawa apakah kamu akan membantu nabi baru tersebut memarangi amar maruf nahi munkar / Syetan,Iblis Dazal ? Ya Allah Kami menerima perjanjian ini, maka turunlah para nabi mulai dari nabi Adam sampai nabi Muhammad dengan kalimat “LA ILAHA ILALLAH” TIDAK TUHAN TUHAN LAIN YANG WAJIB KAMU SEMBAH SELAIN SAYA “ALLAH”. Karena sesungguhnya Al-qur’an / Islam adalah Kitab/Agama pelurus diantara kitab dan agama yang telah diturunkan sebelumnya, ALLAH mencari orang yang mempunyai akal dan mata hati, demikianlah sumbangsih saya berupa tulisan Jika ini adlah kebenaran Kembalikan kepada Allah semata kalau salah kemblikan kepada saya. Untuk ramalan 2012 dialquran sudah banyak menjelaskan tentang itu, “Apabila Langit Kubelah, Gunung-gunung kuhancurkan, dan bumi kuguncang dengan dasyat, dan meteor-meteor /bintang-bintang kujatuhkan, dan laut-laut kuluapkan, disaat ini manusia-manusia yang tidak beriman bagaikan anai-anai, melayang terbag kesana kemari karena gaya gravitasi bumi sudah mencapai nol, cuma waktu dan tempat kejadian belum dijelaskan dengan pasti, kapan terjadinya kiamat, Pelajarilah semua kitab yang telah diturunkan oleh Allah melalui Para Rasul-rasul yang mulia maka disitulah kita akan menemukan satu titik temu, jangan mengikuti kata orang, karena setiap diri akan mempertanggunjawabkan apa yang telah dikerjakan dan apa yang telah dilalaikan dibumi yang fana ini, Kaji Ulang diri masing-masing dan kembalilah kejalan yang lurus, Insya Allah walaupun matahari meledak menyemburkan Energi yang banyak mengandai=ung radiasi, Kita tetap Akan selamat di dunia dan akhir zaman AMIN. Wassalam

  4.  Sapto_MS Says:

    Ass.wr.wb
    Untuk bangbross,
    “TOLERANSI” apa itu toleransi ? adakah itu terdapat dalam hukum Tuhan atau kitab-kitab Allah ? yang ada hanya “petunjuk dan larangan”, Jika Benar dijalankan jika salah ditinggalkan, Coba anda bayangkan dan pikirkan dengan secermat mungkin dengan hati yang tulus dengan menggunakah Rahulkudus, kita hidup dijaman ini rata-rata sudah enak kepenak, nyaman, bayangkan jaman nabi Nuh, Nabi Isa, Nabi MUSA, Nabi Muhammad, adakah toleransi dari Allah bagi mereka itu ? mereka diuber-uber oleh Firaun dan keturunannya, kemudian diturunkan azab bagi kaumnya masing-masing, berupa Air Bah, Sodom dan gumorah yang dibakar oleh Allah, apakah ini yang kita Anggap toleransi ? Siapa yang dizab, dan siapa yang mengazab ? Jawab Allah “AKU tidak pernah mengazab hamba-Ku melainkan hamba saya menganiaya dirinya sendiri” Karena Apa ? Ya itu “Sesungguhnya mereka selalu mendebati hal yang tidak mereka ketahui”, dengan diazabnya Para nabi dengan kaumnya itu apakah Allah tidak punya toleransi ? tidak kah kita melihat dengan mata hati ? contohnya Sepuluh (10) perintah Tuhan yang diberikan kepada nabi Musa berupa dua log batu (Tabut) malah yang mereka jalankan yang dilarang, sama seperti ucapan natal ini, maaf Doa, adalah rangkaian kata-kata, mantra adalah rangkaian kata-kata, jadi sesungguhnya apa yang kita ucapkan harus sama dengan apa yang kita perbuat, inilah yang dinamakan orang beriman, dengan mengikuti sunah Nabinya, jadi kalau kita masih mencampur baurkan sesatu yang haq dan belum bisa memilah dan memilih pada hakikatnya itulah orang-orang yang tidak mendapat safaat dari nabinya dan tidak akan mendapat penolong, baik dinuia maupun dakhir zaman, kita makhluk paling sempurna dianta makhluk ciptaanNYA semua agama mengatakan itu, mana wujud kesempurnaan yang kita miliki itu ? itulah Akal, yang jatuhnya menjadi ILMU, Yang bisa membedakan yang benar dan yang salah “Karena Benar Adalah Allah Semata Yang salah adalah Syeton” saya rasa anda pun tahu itu, numun bagaimana memilih Allah dan Syeton, disitulah gunanya akal dan mata hati, karena sesungguhnya Yang demikian ini tidak bisa diambil hikmah dan pelajaran apalagi untuk menjadikan ilmu tauhid bagi mereka yang tidak punya akal dan matahati”Wassalam Salam Hangat Selalu. Semoga Kita menjadi orang-orang yang dikasihi Oleh ALLAH SWT, sampai dengan hari kemudian, ELI-Eli Lama Sabaktani, Allah-Allah janganlah kamu tinggalkan kami, setelah engkau memberi kami petunjuk dan jangankan masukan kami kembali kedalam tangan pencobaan, melainkan lepaskanlah kami dari pada yang jahat(Syeton), karena sesungguhnya hanya Engkaulah yang mempunyai Kerajaan Surga Sekarang dan sampai Selama-lamanya AMIN Ya Robbal Alamien, La haula Wala Kuwata Ila Bil aliyyil Adhim, Lakum Dinukum Waliadin, Agamamu-Agamamu, Agamaku agamaku, Tuhanmu ya tuhanmu, tuhan ku ya tuhanku, tapi Kalau Tuhan kita Satu (La ILA) Insya Allah Ketema lagi sesuai dengan janjinya-NYA, Beliu akan mengangkat orang-orang yang beriman, dengan dibantu dengan safaat para Nabinya.Wassalam.

  5.  Sapto_MS Says:

    Pemaksaan kehendak itu Kafir Hukumya, Karena yang maha berkehendak hanyalah Allah SWT, manusia mengira-ngira jalan tuhan menentukan, manusia berencana Allah Yang memberi ketatapan, itulah hidup, Saya, Anda, Kamu, Kita Sekalian didunia ini hanya dititipkan oleh Roh Kudus, untuk sementara waktu, agar :
    mencari “kebenaran”
    membuktikan “kebenaran”
    menjalankan “Kebenaran”,
    Menjaga “Kebenaran”
    dan kita Kembali (inalilahi) dengan membawa “kebenaran” Menghadap Allah SWT yang “Maha Benar” dengan tingkat keilmuan (akal) yang kita dapat didunia ini, Wassalam.

  6.  Murtadin Says:

    Sebenarnya kalau kita mau jujur,apa yang ditulis dibawah ini nampaknya mendekati kebenaran,coba tengok,kita baca dan kita renungkan semacam bukti dibawah ini.

    ISA = JESUS/YESUS (?)

    Nama JESUS/YESUS ditulis dalam bahasa asli BIBLE (tulisan GREEKA,Yunani) adalah demikian : יІησου
    Tulisan yang sama dibaca oleh orang Arab: ISA

    Huruf : Ίη dialek Yunani dibaca : YE
    dialek Arab dibaca : ‘I
    dialek English dibaca : Je

    Huruf : σου dialek Yunani dibaca : SO

    dialek Arab dibaca : SA
    dialek English : SUS (dibaca: sas)

    Jadi tulisan: Ίησου bacaan Yunani: YESO… , Bahasa Arab: `ISA , Bacaan English: JESUS (JE..SAS)

    Contoh yang logika: IRON (bacaan English: Aiyen)
    (bacaan Melayu/Indonesia: Iron)

    Dan Penyebutan Arab itu sering berubah dari aslinya,misalnya:
    Nama “Alexander”, oleh orang arab disebut dalam dialek menjadi “Iskandar”.
    Nama “Maria” menjadi Maryam.

    Dilihat dari sejarah:
    Islam dan Christian sama-sama meng-imani bahwa di dunia ini hanya ada SATU WANITA yang melahirkan anak tanpa ayah insani/bapak insani.
    Karena hanya ada satu sja wanita itu,maka namanya baik disebut MARIA ataupun MARYAM tentu sama saja,
    Demikian juga putra nya itu,karena hanya satu,baik yang disebut JESUS atau ISA tentu orangnya itu-itu juga.
    Lain halnya kalau ada DUA wanita yang melahirkan demikian,tentu namanya akan berbeda dan nama putranyapun akan berbeda pula.
    Jadi dari bukti ini, ISA = JESUS/YESUS atau JESUS/YESUS = ISA
    Bukti diatas sebenarnya pon sudah dapat mematahkan larangan mengucapkan Merry Crishtmas adalah HARAM

    Penulisan dan Bacaan dari kata “ ALLAH”

    Dengan objectivity (objektivitas) yang tinggi dikemukakan disini,sumber penyebutan ALLAH itu menurut BAHASA DAN TULISAN ASLINYA yaitu dalam BAHASA DAN HURUF IBRANI,dan dalam tulisan bahasa ARAB,kemudian dalam tulisan bahasa latin bahsa MELAYU/INDONESIA.

    ALLAH = TULISAN DAN BAHASA MELAYU/INDONESIA,dibaca orang Christian Melayu/Indonesia,ALLAH

    آللهْ = TULISAN DAN BAHSA ARAB,dibaca AE-LLOAH

    ָאֶלֵٔה = TULISAN DAN BAHASA IBRANI (HEBREW),dibaca EA-LLOAH

    Perbedaan logat/dialek Ibrani dan Arab,terletak pada huruf pertama.
    Ibrani E lebih nampak berikut A lemah
    Arab A lebih nampak berikut E lemah
    Bila dibaca dengan cepat kedengarannya tidak banyak beda antara dialek/logat bahasa Ibrani dengan bahasa Arab.

    Sekarang tentu bisa mengerti dari mana sumber istilah kata ALLAH itu,yaitu:
    Pertama kali dalam bahasa Ibrani,dibawa oleh agama Yahudi ke tanah Arab,dengan dialek/logat hampir sama.
    Agama Christian/Kristen kemudian masuk ke tanah Arab,dan banyak orang-orang Arab menerima agama ini,antara lain keluarga Muhammad: Waraqah bin Naufal (paman Khadijah) dengan menggunakan istilah kata “ALLAH” itu sebagai nama sang Pencipta alam semesta ini.
    Dari sini dapat diketahui dengan pasti bahwa istilah kata “ALLAH”,sama sekali tidak bersumber dari ajaran Agana Islam,karena keluarga Muhammad mengenal istikah kata “ALLAH” itu jauh sebelum ada agama Islam.

    Kemudian barulah Muhammad mendirikan agama Islam dengan tetap menggunakan kata “ALLAH” itu sebagai nama sang Pencipta alam semesta ini.
    Kemudian istilah kata “ALLAH” ini ,masuk dalam kamus bahasa Indonesia/melayu sebagai kata baku untuk nama TUHAN YANG MAHA ESA sang Pencipta alam semesta ini.Oleh sebab itu apapun agama dan suku anak bangsa Indonesia/melayu,berhak menggunakan nama TUHAN yaitu ALLAH.
    USUL:
    Sebelum memperbincangkan keburokan kitab ugame Kristian eloklah kite pakai referensi dan pelajari kitab bahasa asli ALKITAB/BIBLE yaitu ALKITAB/BIBLE bahasa IBRANI atau BAHASA GREEKA.Bukan bahasa Nederlan,Gernani atau English

    ———————————————————————————————————————————————————————————————

    ALLAH MENCIPTA,ALLAH BERFIRMAN,ALLAH MEMBIMBING
    (= ALLAH Tritunggal MAHA ESA)

    Iman Kristen mengenai makna ALLAH TRITUNGGAL,sama sekali tidaklah bermakna telah “memperkosa” iman TAUHID kepercayaan Monotheisme Ke-Esa-an Allah. Iman Kristen adalah ber-Allah-kan MAHA ESA,yang diperinci dalam pengertian Tritunggal ini.
    Sebelum kita menelaah apa yang dimaksudkan dengan ke Tritunggal-an Allah ini,baiklah terlebih dahulu kita melihat beberapa nats/ayat Alkitab tentang ke-Allah-an itu yang menjadi dasar iman Kristen.

    Beberapa sifat ALLAH menurut ALKITAB

    1. ALLAH itu ESA adanya.
    Yesaya 45:5 – “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain,kecuali Aku tidak ada Allah”.

    Ulangan 6:4 – “Dengarlah,hai orang Israel; Tuhan itu Allah kita,Tuhan itu Esa.

    Yohanes 17:3 – “Inilah hidup yang kekal itu,yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar,dan
    mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”

    1 Korintus 8:4 – “ ………..tidak ada Allah lain daripada Allah yang ESA.
    – DLL

    2. ALLAH al-khalik langit dan bumi semesta alam.
    Kejadian 14:19 – “………Allah yang Mahatinggi,Pencipta langit dan bumi ……”

    Matius 11:25 – “Aku bersyukur kepadaMu ,Bapa,Tuhan langit dan bumi……”

    Kisah Pararasul 4:24 – “ ……… berserulah mereka bersama-sama kepada Allah,katanya: “Ya Tuhan,Engkaulah yang
    menjadikan langit dan bumi,laut dan segala isinya.
    – DLL

    3. ALLAH itu Rahmani dan Rahimi.
    Mazmur 145:8 – “Tuhan itu pengasih dan penyayang,panjang sabar dan besar kasih setiaNya”

    1 Yohanes 4:8 – “ …………….. Allah adalah kasih”.
    – DLL

    4. Hanya ALLAH yang WAJIB disembah.
    Ulangan 6:13 – “Engkau harus takut akan Tuhan,Allah-mu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi
    namaNya haruslah engkau bersumpah”

    Matius 4:20 – “Yesus berkata: Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan,Allah-
    mu,dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”.

    Yohanes 4:24 – “Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia harus menyembahnya dalam Roh dan
    kebenaran.
    – DLL

    5. ALLAH itu tidak ada persamaannya.
    Mazmur 86:8 – “Tidak ada seperti Engkau diantara para Allah,ya Tuhan,dan tidak ada sepeti apa yang kau
    buat”.
    Yeremia 10:6 – “Tidak ada yang sama sepeti Enkau ya Tuhan!”

    Jesaya 40:25 – “Dengan siapakah hendak kamu samakan Aku,seakan-akan Aku seperti dia?.

    Samuel 7:22 – “Sebab itu Engkau besar ya Tuhan Allah sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak
    ada Allah selain Engkau……..”
    – DLL

    6. ALLAH itu tidak nampak dipandangan mata.
    Yohanes 1:18 – “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada
    dipangkuan Bapa,Dia-lah yang menyatakannya”.

    Yohanes 5:37 – “Bapa yang mengutus Aku,Dialah yang bersaksi tentang Aku.Kamu tidak pernah mendengar
    suara-Nya,rupa-Nya-pun tidak pernah kamu lihat”.

    1 Yohanes 4:13 – “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah.Jika kita saling mengasihi,Allah tetap
    didalam kita dan kasih-Nya sempurna didalam kita”
    – DLL

    7. ALLAH itu tidak berubah.
    Maleakhi 3:6 – “Bahwasanya Aku,Tuhan tidak berobah………….”
    – DLL

    8. ALLAH itu Roh adanya.
    Yohanes 4:24 – “Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia,harus menyembahNya dengan roh dan
    kebenaran”.
    – DLL.
    Dari keterangan diatas ini, jelaslah bahwa ALLAH bagi iman Kristen itu adalah ESA, hanya Dia yang WAJIB disembah. ALLAH itu sendiri tidak ada persamaannya!!! bahkan tidak ada yang pernah melihatNya,karena ALLAH itu adalah dalam wujud ROH (ghaib) adanya. ( INILAH DASAR IMAN ORANG KRISTEN, TOLONG DIMENGERTI )

    MAKNA ALLAH TRITUNGGAL
    Pengertian dogma “Allah Tritunggal” bagi ajaran Kristen,tidaklah bermakna bahwa agama Kristen itu mempercayai adanya ke-Tiga Allah-an artinya Tiga Allah yang bersatu.Tidak!!. Sama sekali tidak demikian!!.
    Penyebutan “Allah Tritunggal”,sama sekali tidak memperkosa makna “Ke-Esa-an Allah”.

    ALLAH itu memang ESA, MAHA ESA,dengan Tiga Kewibawan pokok-Penguasa-, yaitu “
    1. Mencipta
    2. Berfirman
    3. Membimbing (memberi Taufik dan hidayah).

    Hal ini dapat kita hayati makna pengertian karya Allah pertama dalam penciptaannya,yang di sebutkan dalam Alkitab, Kejadian 1:1 – 4 yang bunyinya demikian:
    “Pada mulanya Allah MENCIPTA-kan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong,gelap gulita menutupi samudra raya dan ROH ALLAH melayang-layang diatas permukaan air”.

    BERFIRMAN-lah Allah: “Jadilah terang”.Lalu terang itu jadi” (Kejadian 1:1-4)
    Dalam ayat ini jelas nampak ke-Tritunggal-an Allah itu,yakni :

    ( 1 ) Allah itu sendiri sebagai alkhalik-pencipta.
    ( 2 ) Roh-Allah atau rohulkudus itu sendiri melayang-layang dalam makna memberkati segala ciptaanNya.
    ( 3 ) Firman Allah atau ucapan Allah dalam penciptaan-Nya yang pertama itu yang hanya dikatakan : “Jadi …” maka
    jadilah.

    Allah,Roh-Allah dan Firman itu adalah SATU dalam zat/wujud Allah yang Maha Esa dan Berkuasa itu,
    sebagaimana juga halnya dapat kita gambarkan dengan keberadaannya seseorang manusia,bahwa ROH,JIWA dan TUBUH adalah satu yang tidak terpisahkan dalam seseorang,meskipun satu sama lainnya memang dapat di bedakan.
    ROH bagi manusia adalah untuk dapat mengenal Allah atau mengenal yang baik dan
    jahat.
    JIWA bagi manusia adalah untuk dapat hidup.
    TUBUH bagi manusia adalah untuk dapat bekerja mempertahankan kehidupan itu.

    Banyak dari saudara-saudara kami yang beragama Islam terbentur memahami pengertian Allah Tritunggal iman Kristiani ini (mungkin) disebabkan ayat Quran s.Al Maidah : 73 yang berbunyi;”Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allah itu yang ketiga dari tiga,Juga mungkin dalam Quran s.An Nisaa 171c mengatakan: “Janganlah kamu katakan Allah itu Tiga”.(Wa la taqulu syalasyaht).
    Ayat-ayat Quran ini sering dikemukakan oleh saudara-saudara kami yang beragama Islam sebagai dalil untuk menolak faham Tritunggal yang dianut iman orang Kristen.Bagi orang-orang Kristen,ayat Quran ini sangat dihargai,karena memang ajaran Kristen juga menentang setiap faham dalam bentuk Polyteisme,dalam mana termasuk faham Tritheisme ini,yaitu ke-Tiga Allah-an ini.Disamping itu juga,ajaran Kristen menentang faham-faham Atheisme dan Pantheisme.

    Alkitab dengan tegas telah mengatakan kepercayaan kepada Allah itu demikian:
    “Shema Israel! Dengarlah olehmu hai Israel,sesungguhnya Tuhan,Allah kita,Tuhan itu Esa adanya”.(Ulangan 6:4)

    Dalam kitab Yesaya 45:5 dikatakan:
    “Akulah Tuhan,dan tidak ada yang lain,kecuali Aku tidak ada Allah”.
    Dalam Injil Yohanes 17:3 dikatakan:
    ”Inilah hidup yang kekal itu,yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar,
    dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”.
    Jadi dapat kami yakinkan pada saudari FATMAH,bahwa tidak ada kemungkinan barang sedikitpun bahwa pengakuan Allah Tritunggal itu,berlawanan dengan ke-Maha Esa-an Allah. Pengakuan iman Kristen tentang ke Tritunggal-an Allah yang Maha Esa itu bukanlah berarti tiga Allah bersatu dalam satu kesatuan.
    Uraian lain lebih lanjut penjelasan yang dimaksudkan Allah Tritunggal ini dapat diuraikan lagi sebagai berikut:

    1. ALLAH alkhalik,dengan kata lain disebut “Bapa”,sebagai pencipta semesta alam.(menurut kami ini sebanding
    dengan kata sifat “Qadirun = Berkuasa” (dalam ajaran Tauhid Islam).

    2. FIRMAN, dengan kata lain disebut “Anak”.
    Mula pertama Allah berfirman langsung kepada barang ciptaannya; “Jadi ….” maka jadilah (Kun fa yakun).
    Sesudah manusia diciptakan, Allah berfirman kepada umat manusia yaitu melalui lidah para nabi yang
    dikenal dengan sebutan wahyu,yaitu melalui mimpi-mimpi,penglihatan,dan lain-lain.Yang terakhir adalah
    Allah berfirman tidak lagi melalui wahyu atau mimpi-mimpi dan lain-lainnya itu,melainkan Firman itu sendiri
    sudah menjadi daging menjelma dalam kelahiran Jesus Kristus sebagai Firman yang Hidup ( Ibrani 1:1
    dan 1 Yohanes 1:1), untuk menyampaikan kehendak-kehendak Allah,hukum-hukum Allah,janji-janji Allah
    dan lain-lain kepada umat manusia,berbicara dalam bahasa manusia.(mungkin sebanding dengan sifat
    “Muridun = Berkehendak” dalam ajaran Tauhid Islam).

    3. ROH ALLAH, dengan kata lain disebut “Rohulkudus” yang memberikan pertolongan dan bimbingan petunjuk,bagi
    umat manusia yang beriman,dengan Roh Kebenaran yang dikenal juga dengan sebutan Taufik dan
    Hidayaht.(mungkin sebanding dengan sifat “Hayyun = Hidup” dalam ajaran Tauhid Islam).

    Ketiga unsur diatas ini,yaitu : Allah alkhalik/Bapa, dan Firman/Anak dan Roh Allah/Rohulkudus, digambarkan masing-masing sebagai oknum (sebanding dengan “sifat” dalam ajaran Islam) adalah ESA dalam zat/wujud ALLAH,yang tidak terpisahkan satu sama lainnya,sama kuasanya,sama kekalnya,tidak ada yang terdahulu atau
    terkemudian diantara satu dengan yang lain.

    Dalam susunan kalimat bentuk lain dapat juga diuraikan demikian ;
    1. ALLAH, disebut “Bapa”,adalah dalam aktivitas kewibawaanNya sebagai Alkhalik,pencipta semesta,alam,Maha
    Kuasa.

    2. ALLAH, disebut “Anak”, adalah dalam aktivitas kewibawaanNya berfirman menyatakan kehendakNya,
    hukumNya,janjiNya dan lain-lain kepada umat manusia. Kata “Anak” disini adalah
    merupakan kata analogi dari kata “Firman”. Hal ini dapat dihayati apa yang dikatakan
    dalam Injil Yohanes 1:1 dan 14 yang berbunyi demikian ;
    ayat 1, Pada mulanya adalah Firman,Firman itu bersama-sama dengan Allah,dan Firman itu
    adalah Allah.
    ayat 14. Firman itu telah menjadi manusia,dan diam diantara kita,dan kita telah melihat
    kemuliaannya,yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunngal Bapa,
    penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Jadi jelaslah bahwa yang disebut “Anak” itu adalah Firman. Anak Allah = Firman Allah.
    Yesus adalah Firman Allah yang Hidup, dan itulah sebabnya Dia disebut Anak Allah.

    Yesus disebut Anak Allah, bukanlah diartikan bahwa Allah sudah melahirkan Yesus
    secara biologis,sebagaimana kelahirannya manusia-manusia biasa.

    3. ALLAH, disebut Rohulkudus, yaitu Allah yang tadi disebut Bapa atau Anak (bukan Allah yang lain lagi),adalah
    dalam aktivitas kewibawaanNya pemberi Tufik dan Hidayaht,memimpin rohani setiap orang
    Kristen membawa kepada kebenaran sesuai dengan kehendak Allah yang sudah
    difirmankan melalui lidah para nabi terdahulu dan Yesus Kristus sebagai Firman yang
    hidup,pada saat ini hingga sampai pada kesudahan alam.

    Jadi dapat kami yakinkan bahwa jelaslah Ke-Esa-an Allah Tritunggal didalam iman Kristen,sama sekali tidaklah berarti memperkosa ajaran Monotheisme atau Tauhid ke-Maha Esa-an Allah itu,dan tidaklah juga diartikan sebagai satu kasatuan yang terdiri dari beberapa Allah atau beberapa Tuhan, seperti sering di salah artikan orang.
    Menurut kami,Al Quran sama sekali tidak menentang atau menolak akan pengertian Allah Tritunggal iman Kristen ini. Yang ditolak oleh Quran seperti yang disebutkan dalam Quran s.Al Maidah 73 itu. Adalah faham ke-Tiga Allah-an atau apa yang dikatakan Tritheisme.

    Sebab itu,bahwa tidak ada satu ayatpun Quran menentang “Allah Tritunggal” iman Kristen ini.Karena ajaran Islam pun percaya, bahwa :

    1. Allah itu alkhalik,pencipta.
    2. Allah itu berfirman.
    3. Allah itu memberi bimbingan Taufik dan Hidayah, maka…..

    MAKA INILAH YANG DIMAKSUDKAN “TRITUNGGAL” ALLAH ESA itu.
    ………………………………………………………………………………………………………………………………

    KE-ILAHI-AN YESUS KRISTUS

    Ada pertanyaan yang diajukan seorang muslim kepada orang yang murtad, demikian : “Apakah Yesus itu khalik ataukah makhluk?”.

    Jawabannya;
    1. Yesus haruslah dipandang dari dua segi, yaitu : bahwa Dia adalah memang 100%.manusia (makhluk) tetapi Dia
    juga adalah 100% Allah (khalik).
    2. Yang nampak, yang dapat kita jamah,adalah manusia (makhluk).Dan sebagai manusia,Yesus-pun juga lapar dan
    dahaga,dan karenanya Dia membutuhkan makan dan minum sebagaimana lazimnya manusia. Juga Dia tahu
    merasakan capek dan ngantuk, karenanya Dia juga membutuhksn istirahat dan tidur.Juga sebgai manusia,
    merasakan senang dan susah serta bersedih hati,karenanya Dia pun juga tahu mengucapkan syukur dan berdoa
    kepada Allah,Bapa yang di sorga; sang pencipta semesta alam itu.Juga sebagai manusia merasakan mati.
    3. Kejadian-Nya sendiri,yaitu kelahiran-Nya bukanlah dari benih manusiawi, melainkan daripada Firman dan Roh
    Allah sendiri.Yesus adalah Firman dan Roh Allah yang hidup,dalam rupa manusia untuk manusia.Dalam pribadi
    Yesus bersatulah yang makhluk dan yang khalik,(yang muhaddats dan yang qadim ).

    Pertanyaan berikutnya; “Apakah bukti yang meyakinkan demikian”.

    Jawabannya:
    1. Bukti pertama, dapat dibaca dalam Alkitab,yaitu Injil Lukas 1:31 dan 35,dan
    Yohanes 1:1 dan 14 yang masing-masing berbunyi demikian: Sesungguhnya enkau (Maryam) akan
    mengandung dan akan melahirkan seorang laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia,Yesus.
    (Lukas 1:3)

    - Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Maha tinggi

    akan menaungi engkau,sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus,Anak Allah.
    (Lukas 1:35)

    – Pada mulanya adalah Firman;Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    (Yohanes 1:1)
    – Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita,dan kita telah melihat kemuliaanNya,yaitu
    kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa,penuh kasih karunia dan
    kebenaran, (Yohanes 1:4).

    Disini jelaslah bahwa kejadian atau kelahiran Yesus itu adalah makhluk dan juga alkhalik
    bersatunya muhaddats dan qadim.

    2. Bukti kedua, untuk membuktikan bahwa Roh Qadim (khalik),dapat dibuktikan dengan adanya sapaan bagi Yesus
    yaitu ; Yesus atau Isa Rohullah.

    Di akhir diskusi tersebut saudara kami yang muslim mengatakan; Kalau begitu,
    kami telah dapat mengetahuinya,dan disinilah letaknya perbedaan kita,yaitu antara Islam dan Kristen, Islam hanya mengenal Isa Almasih itu adalah makhluk Allah sebagaimana juga manusia lainnya yang diberi panggilan nabi dan rasul.

    Sebagaimana diuraikan tentang ke-Tritunggal-an Allah di atas tadi,kita mengenal bahwa :
    1. Allah pencipta
    2. Allah berfirman
    3. Allah membimbing.

    Dua diantara tiga inisiatif-aktivitas- Allah yang perlu disampaikan disini adalah no, 2 dan no. 3.Karena dalam kedua macam inisiatif Allah ini sangat rapat hubungannya dengan ke-illahi-an Yesus Kristus yang menjadi dasar pokok dalam kepercayaan Kristen.
    Allah telah berfirman, pertama kali langsung kepada ciptaannya : “Jadi ….. maka jadilah”. (Kejadian 1:1-4 dan seterusnya).Kemudian Allah berfirman malalui lidah para nabi dengan perantaraan mimpi-mimpi, pengelihatan,perasaan,pendengaran, dan lain-lain yang kita kenal dengan nama “wahyu”.(Ibrani 1:1)

    Dan yang terakhir dan terindah,adalah bahwa FirmanNya itu sendiri telah menjadi daging dalam kelahiran Yesus Kristus.(Yoh 1:1, 14).Dan karena itulah pula Yesus disebut Firman yang Hidup.(1 Yoh 1:1)
    Allah telah bertindak, dan tindakanNya yang paling mulia dan tertinggi, ialah penyelamatan isi dunia ini didalam Yesus Kristus.
    Dalam Injil Lukas dikatakan: “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”.(Luk 19:10).
    Allah telah menyampaikan sesuatunya dalam bahasa manusia yang dimengerti oleh masyarakat disekitarnya,lewat lidah dan perilaku Yesus Kristus,sebagai Firman yang hidup.Yesus yang manusia itu telah menjadi pengantara,antara Allah dengan manusia.
    1 Timotius 2 : “Karena Allah itu Esa dan Esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia yaitu manusia Kristus Yesus”.
    Allah yang ESA yang tidak nampak itu (Yoh 4:24), Yoh 1:18) ada di dalam Yesus sebagai penjelmaan atau manifestasi dalam karyaNya,sebagaimana disebutkan dalam Yoh 10:38 demikian: “……percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu,supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa”.
    Dengan lain perkataan diungkapkan,bahwa Yesus yang nampak itu adalah merupakan bayangan Allah yang tidak nampak itu.Dalam Kolose 1:15 dikatakan ; “Ia (Yeusus) adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah”.
    Inilah suatu dasar dari kepercayaan-iman-Kristen itu bahwa orang kristen dapat mengenal ALLAH yang tidak nampak itu,Allah yang tidak kelihatan itu,Allah yang Roh itu,didalam Yesus Kristus.

    YESUS Disebut ANAK ALLAH

    Kesulitannya bagi saudara-saudari kami golongan muslim antuk memahami ajaran Kristen ini,adalah mengenai hubungan Allah dengan Yesus.Saudara-saudari kami dari golongan Islam pada umumnya memandang Yesus itu dari satu segi kemanusianya saja,sedangkan orang-orang Kristen,tepatnya ajaran agama Kristen itu,memandang Yesus itu lebih banyak dari segi Ke-Illahi-anNya,yaitu sebagai Mesias/Kristus,Anak Allah dan Tuhan.
    Dari segi kemanusiaanNya,bahwa Yesus itu adalah manusia,anak manusia.Dia adalah seorang Nabi.Dia adalah seorang Utusan Allah,memang benar dan apa yang disebutkan itu memang menjadi pengajaran iman Kristen.Tetapi lebih dari itu,Yesus juga
    adalah Anak Allah.Ia adalah Tuhan dan Juruselamat kita semua. Sebab itu perlu kami menjelaskan kenapa Yesus disebut Anak Allah,sbb :
    Ayat Quran yang menyebutkan “…….. lam yalid wa lam yulad” ( Dia-Allah- tidak beranak dan tidak diperanakkan ) kami orang Kristen di seluruh dunia sependapat dan SANGAT mengaminkan. Karena memang Allah itu tidaklah beranak dalam pengertian “walad” yaitu melahirkan secara biologis kemanusiaan.

    Yesus disebut anak Allah itu,tidaklah bermakna : bahwa Allah sudah melahirkan Yesus itu secara biologis sebagaimana lazimnya manusia melahirkan.Yesus disebut Anak
    Allah, adalah mengenai perihal Firman Allah. Dengan kata lain bahwa sebutan Anak Allah adalah merupakan analogi dari pengertian Firman Allah.
    Dalam nats Alkitab dikatakan ; “Pada mulanya adalah Firman ; Firman itu brsama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. (Yoh, 1:1`).
    Kemudian “Firman itu telah menjadi manusia,dan diam diantara kita,dan kita telah melihat kemuliaanNya,yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa,penuh kasih karunia dan kebenaran”. (Yoh. 1:14)
    “Kata telah menjadi manusia”, diartikan juga dalam istilah “menjelma” dalam pengertian manifestasi, juga dalam pengertian inkernasi.
    Dalam uraian diatas telah diterangkan tentang sifat Allah, yaitu “Allah itu tidak berubah” (Maleaki 3:6). Maka kata “menjelma” ini,dikaitkan dengan Allah,tidaklah sama sekali akan membawa perubahan bagi zat/wujud Allah itu sendiri.Sebab itulah,kalau kami mengatakan bahwa “Allah sudah menjelma menjadi manusia dalam kelahiran Yesus Kristus” tidaklah sama sekali membawa perubahan keberadaan Allah itu sendiri. Allah ada tersendiri dan Yesus pun ada tersendiri.Yesus sendiri sering memberikan gambaran kearah pengertian ini,sebagaimana antara lain dikatakanNya: “Tetapi tentang hati dan saat itu tidak seorangpun yang tahu,malaikat-malaikat di sorga tidak,dan Anakpun tidak hanya Bapa sendiri”.(Matius 24:36). Dalam Injil Yohanes 5:30 Yesus berkata : “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar,da penghakiman-Ku adil,sebab Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri,melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”
    Jadi jelas,pengertian “menjelma” disini atau “telah menjadi manusia” itu,adalah dalam batas pengertian manifestasi (pernyataan) Allah yang tidak nampak itu telah dinyatakan dalam keberadaan Yesus Kristus.

    YESUS Disebut TUHAN

    Sebelum kami menguraikan makna penyebutan Tuhan bagi Yesus ini (yang sering juga saudara-saudara muslim salah mengartikan),baiklah kami terlebih dahulu diuraikan apa kesamaannya dan apa pula perbedaannya antara sebutan Allah dan Tuhan.

    Allah dan Tuhan adalah satu tidak terpisahkan.Yang disebut Tuhan itu adalah Allah.Allah itu adalah Tuhan.Tidak ada beda apapun yang boleh disebut Tuhan,Kecuali hanya ALLAH saja.

    Meskipun Allah dan Tuhan itu adalah satu tidak terpisahkan,namun dua macam kata ini tetap ada perbedaannya.Kalau begitu apa perbedaannya anatar penyebutan Tuhan dan Allah itu.
    Untuk ini terlebih dahulu kita melihat beberapa nats Alkitab mengenai hal ini,antara lain ;
    1. Kisah Para Rasul 2:36;
    “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa ALLAH telah membuat
    Yesus yang kamu salibkan itu,menjadi Tuhan dan Kristus”.
    2. 1 Kor 8:6,
    “Bagi kita hanya ada satu Allah saja,yaitu Bapa,yang daripadanNya berasal segala
    sesuatu,dan yang untuk Dia kita hidup,dan satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus yang
    olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”
    Dalam contoh dua ayat diatas ini menunjukkan dengan tegas adanya perbedaan penyebutan Allah dan Tuhan.

    Untuk mengetahui dengan pasti tentang perbedaan ini baiklah di jelaskan sebagai berikut :
    A L L A H, dalam bahasa asli Alkitab-Ibrani- dikatakan “E’LOAH” atau “EL’OHIM”.
    Dalam bahasa Yunani disebut “THEO”
    Dalam bahasa Inggris disebut “GOD”
    Dalam bahasa Arab disebut “ALLOH”

    T U H A N, dalam bahasa Ibrani disebut “ADONAY”
    Kitab suci Yahudi TALMUD menyebutnya “YAHWEH”
    Dalam bahasa Yunani menyebut “KYRIOS”
    Dalam bahasa Inggris disebut “LORD”
    Dalam bahasa Arab dikatakan “RABB”

    Pengertiannya makna Tuhan adalah “PENGUASA”.
    TUHAN,adalah fungsional ALLAH,kewibawaan ALLAH.
    Ke-Tuhan-an ALLAH pada garis besarnya adalah: MENCIPTA, BERFIRMAN dan MEMBIMBING.

    Pada mulanya tahap pertama ke-Tuhan-an Allah atau kewibawaan Allah mencipta semesta alam ini telah dilakukan oleh Allah sendiri langsung memberkati ciptaannya serta ber-iman atas segala ciptaannya dengan firman Nya : “Jadi……… maka jadilah”. ( bahasa arab KUN FAYAKUN )
    Ke-Tuhan-an Allah selanjutnya,yaitu ber-firman dan memberkati melalui lidah para nabi,dan akhirnya Allah berfirman melalui Yesus Kristus sebagai Firman Yang hidup.
    Ke-Tuhan-an Allah ber-firman telah menjadi daging dalam pribadi kehidupan Yesus Kristus. Dengan lain perkataan, bahwa Yesus tidak lah lagi menerima Firman Allah itu melalui mimpi-mimpi,penglihatan dan lain-lain yang dikenal dengan istilah wahyu itu,melainkan Firman itu sendiri sudah menjadi daging sebagai Firman yang Hidup,dan itulah sebabnya Yesus disebut “TUHAN”.
    Begitupun pula ke-Tuhan-an Allah membimbing dengan Roh-Nya yang disebut Roh-Kudus itu,telah menjadi kelahirannya Yesus Kristus.
    Jadi Ke-Tuhan-an Allah Ber-Firman dan Ke-Tuhan-an Allah Membimbing,telah menjadi dging dalam kelahiran Yesus yang pribadi itu.Dan itu pula sebabanya Yesus disebut Tuhan,yaitu menjalankan Ke-Tuhan-an Allah ber-firman sebagai firman yang hidup dan membimbing dengan Roh Kebenaran Allah (Rohulkudus) sebagai penyelamat (juruselamat) dunia ini. A M I N .

  7.  kelly Says:

    ucapan selamat

    berjuta kata, argumen dilemparkan
    ternyata Allah menciptakan manusia
    Tuhan juga mencipta manusia
    apakah manusia ciptaan Tuhan berbeda dengan manusia ciptaan Allah
    wah kamu manusia ciptaan Tuhan beda dengan aku
    wah kamu kafir (tidak mengenal Allah)
    wah kamu tidak pantas kusalami
    lihatlah aku,
    aku bukanlah manusia biasa
    sehingga aku berhak untuk tidak manusiawi
    salaman kek kek kek

  8.  tukiful Says:

    mau ke surga, perlu timbangan untuk tau yg mana lebih banyak perbuatan baik atau perbuatan jahat…dalam sehari aja kita bisa melakukan hal yg buruk atau jahat sprti pikiran negatif, gossip, bohong, marah, ucapan tdk baik dan lain2..jadi sehari bisa melakukan skitar 7 kejahatan, trus dikalikan 30 hari dlm sebulan..jadi skitar 270 dosa dlm sebulan, trus dikalikan 12 bulan untuk mendapatkan angka dosa dlm setahun yaitu (3240 dosa dalam setahun) kemudian dikalikan usia anda skrang..brapa banyak dosa sampai skrang menurut usia anda skrang?? masih yakinkah anda masuk surga versi Islam??kalo dalam sehari saja kita tdk berbuat baik atau amal, bagaimana bisa mengimbangi dosa yg sebanyak itu seumur hidup anda..jawabannya pasti neraka…

  9.  Dang Says:

    Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya

    Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu, bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati, ataukah kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?

    Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan persaksian Allah yang tersebut dalam Taurat dan Injil bahwa Ibrahim alaihi salam dan anak cucunya bukan penganut agama Yahudi atau Nasrani dan bahwa Allah akan mengutus Muhammad shallallahu alaihi wassalam.
    Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

  10.  blogbendol Says:

    bukannya dengan tulisan2 seperti ini malah menanamkan kebencian dengan agama lain, bukannya islam rahmat bagi semesta alam, penuh kasih, dan cinta. Yang perlu kita lakukan adalah menunjukan hal itu. Memperlihtakan ketidak senangan kepada umat lain malah akan menghalangi mereka untuk menerima Islam. sebenarnya umat kristen dan yahudi jika benar-benar mengenal Islam pasti akan ikut Islam, tetapi karena akibat kebohongan dan pandangan yang salah terhadap Islam sehingga dunia barat (yang notabene kristen dan yahudi) banyak yang tidak suka dengan Islam.

    Mungkin fatwa seperti ini bisa ditolerir di Indonesia yang memiliki jumlah muslim terbesar. tetapi bagi muslim yang ditinggal di negara-negara barat, mungkin fatwa nya akan lain.

    Dalam berijtihad kan juga melihat asababul furud dan asbabunnuzulnya.

Leave a Reply